Dasha Taran

Dasha Taran
Kesialan Dasha


__ADS_3

"Dad... aku keluar, tidak usah menungguku untuk makan malam"teriak dasha di ambang pintu


Taran pria dewasa 37 tahun yang mendengar putrinya berteriak hanya menggeleng-menggelengkan kepalanya


Drtt... drtt...


"Halo, ya aku masih di jalan menuju ke tempatmu"ucap dasha


".......


"Okay okay


Tut tut


BRAK....


Citt.....


Dasha tiba tiba menghentikan mobilnya mendengar suara kecelakaan dari arah belakang


"Astagaa suara apa itu?"tanya Dasha pada diri sendiri dan menoleh ke belakang melihat mobil yg sudah terbalik


Dasha keluar dari mobilnya dan berlari menuju mobil yg sudah terbalik dan saat semakin dekat dasha mencium bau bensin yang menyengat, tanpa buang waktu dasha mengecek mobil itu, dasha terkejut melihat 1 orang di kursi pengemudi berlumuran darah tidak sadarkan diri


"Tuan ayo bangun cepat keluar kalau tidak tuan akan meledak bersama mobil anda"ucap Dasha khawatir


Dasha menarik pria itu keluar tetapi terhalang seatbelt


"Bagaimana aku bisa mengeluarkannya sebelum mobilnya meledak"ucapnya panik


Setengah badan Dasha masuk dan berusaha melepaskan seatbelt yang masih terpasang pada pria itu lalu dengan sekuat tenaga menariknya keluar dan menjauh


Dasha dengan susah payah membawa pria itu menjauh


DUAR.....


Mobil itu meledak membakar habis mobil pria itu


"Astaga hampir saja aku ikut terbakar"gugam Dasha beralih menatap pria yang tergeletak di pinggir jalan di kelilingi dengan hutan tanpa rumah atau bangunan satu pun


"Pa nas"gugam pria itu gelisah


"Kau tunggu sebentar aku akan membawa mobilku kesini dan membawamu ke rumah sakit"ucap Dasha lalu berlari menghampiri mobilnya


Dasha menuntun pria itu masuk ke mobilnya dan membaringkannya di kursi penumpang


"Uhk...


"Jarak ke rumah sakit dari sini lumayan jauh mungkin kau akan mati sebelum sampai"ucap Dasha mengambil kotak p3k yang selalu Dasha sediakan di mobilnya


Dasha membersihkan luka luka sobek pria itu lalu membalutnya dengan perban dan juga merobek bajunya untuk membalut luka lainnya


"Hei ada apa denganmu?"tanya Dasha menepuk pipi pria itu


Pria itu perlahan membuka matanya lebar menatap dasha aneh


"Sial ahk...."desah pria itu


"Aku akan membawamu ke rumah sakit"ucap Dasha


Tiba tiba pria itu bangkit dan ******* bibir Dasha


Dasha yang mendapat serangan tiba tiba syok, apa yang terjadi astaga first kiss nya


"Hei sialan apa yang kau laku ah... kau mau mati ya ahk"desah Dasha saat pria itu sudah berada di atasnya menjilati lehernya dan meremas dadanya


"Maaf dan menikah lah denganku, aku akan bertanggung jawab"ucap pelan pria itu samar samar di dengar dasha


Dasha memborantak dan saat pria itu memasukinya dan merobek selaput darahnya Dasha menggigit bibir bawahnya kuat merasakan perih


Dasha hanya bisa menggigit bibirnya menahan desahannya, mau memberontak pun tenaganya sudah habis. tidak pernah terpikirkan dia di setubuhi pria yang tidak dikenalnya sama sekali, nama? Wajah? Dasha tidak tau bagaimana rupa pria di atasnya, ke adaan sekitar yang gelap dan pencahayaan mobil yang tidak mendukung. wajah pria itu di tutupi oleh darah, keningnya terluka cukup parah, meskipun kepala pria itu sudah di balut perban tetapi terlepas.

__ADS_1


Pria itu ambruk di atas tubuh dasha usai pelepasannya. Dasha diam sejenak lalu dengan susah payah menyingkirkan pria di atasnya. Dasha keluar dari mobilnya menahan ngilu di **** *************, Dasha menarik pria itu dan meletakkannya di pinggir jalan


"Aku ingin membunuhmu sekarang juga, memotong masa depanmu jika saja aku tidak mengenal dosa, aku harap kamu mati sebelum ada yang menolongmu"ucap Dasha tanpa perasaan meninggalkan pria itu


Menangis? Dasha tidak menangis dia hanya menyesal dan merutuki kebaikannya. Niatnya menolong tapi yang di tolong malah melecehkannya dengan tidak tau diri. Dasha tidak pernah mau menjalin hubungan dengan pria manapun sebagai kekasih. walaupun Dasha memiliki banyak teman pria tapi Dasha hanya ingin berteman tidak lebih. Alasannya hanya satu yaitu kebebasan


Soal robeknya selaput darahnya yang akan di tanyakan oleh suaminya kelak dia akan menjawab 'jika kau tidak bisa menerima kekuranganku kita bisa bercerai' Dasha mampu hidup sendiri menghasilkan uang tanpa adanya sosok suami


"Sial perih sekali"gugam dasha merapatkan pahanya. Dasha tetap mengendarai mobilnya ke tempat tujuannya dengan rasa kurang nyaman di daerah kewanitaannya


"Drtt.... drtt"ponsel dasha berbunyi


Dasha yang mendengar bunyi ponselnya mencari keberadaan ponselnya


"Halo sha kamu kapan sampainya?" Tanya seseorang saat dasha mengangkat panggilannya


"Aku baru saja sampai, tolong jemput aku di parkiran"ucap Dasha


"Aku anemia"lanjutnya cepat sebelum temannya itu mengomel


'Tut tut... 'Dasha langsung mematikan sambungannya tanpa menunggu jawaban temannya


Dasha meletakkan kepalanya di setir mobil memejamkan matanya sejenak mengingat nasip sial yang menimpanya hari ini


'Tok tok


Dasha membuka pintu mobilnya tanpa menoleh dan mengubah posisinya. Malas sekali rasanya Dasha bergerak, mungkin dia akan menginap di tempat temannya yang sudah menatapnya heran saat ini


"Mau sampai kapan kamu di mobil terus?. Ayo yang lain udah datang sekalian mau bahas perkembangan D'club" ucap leon


"Bukannya aku bisa bela diri? Tapi kenapa aku bodoh sekali tidak bisa melawan pria itu, bukannya aku biasa mengalami hal seperti ini di D'club dan bisa mengatasinya dan menghajar pria 3 sekaligus saat mereka mencoba merayuku"gugam Dasha tidak percaya


Dasha sudah menjalankan bisnisnya di D'club 3 tahun lalu, Dasha yang suka kebebasan dan angin malam mendirikan


D'club dan membuat D'club terkenal. Dasha juga belajar bela diri untuk menjaga diri karena Dasha tau dunianya di kelilingi bahaya jadi sebagai pemilik D'club dia harus masuk dunia bela diri dan kekerasan, mental dan hatinya harus kuat


"Aku malas berjalan badanku terasa remuk, jadi kau harus menggendongku"ucap Dasha tanpa penolakan


Leon berbalik membelakangi Dasha dan menyuruh dasha naik ke punggungnya


Leon menggendong dasha ke apartementnya yang berada di lantai paling atas. Dan itu kemauan Dasha untuk menempati lantai yang tinggi agar dapat melihat suasana kota dari balkon apartement leon


"Dasha kenapa?"tanya nicho


Leon menurungkan Dasha, Lalu Dasha duduk di sofa bersandar ke belakang sambil memejamkan matanya.


"I don't know"ucap Leon mengangkat bahunya


"Lemes banget, kaya habis malam pertama aja hahhh"ucap bella pacar nicho sekaligus teman perempuan dekat Dasha satu-satunya


"Nicho, pacar kamu peramal?"tanya dasha menatap nicho


"Ntahla.. bukannya kamu lebih mengenal bella? Aku aja kenal bella lewat kamu"ucap nicho santai


"Sekarang kamu juga kenal bella luar dalam, kalau aku kenal Bella dari luar aja, gak mungkin kan aku kenal Bella dari dalam juga aku wanita normal"ucap dasha santai


BHUK.....' Bella melempar bantal sofa ke arah dasha


"Santai bel aku ngomong fakta, kemarin aja aku liat kamu lagi main bola sama nicho"ucap Dasha menyengir


"Bhuhahahaha makanya kalau lagi main jangan lupa tutup rapat pintunya"ucap Leon


"By the way ucapan Bella tadi benar"ucap dasha mendapat tatapan bingung dari ke tiga temannya


"Maksud kamu? Yang habis malam pertama?"tanya Nicho, Dasha menganggukan kepala


"Hahaha Dasha Dasha"tawa Leon menggeleng gelengkan kepala


"Aku serius, itu kenapa aku telat ke sini "ucap Dasha


"Kalau ke gadisan kamu hilang pasti kamu udah nangis nangis secara kamu sangat menghindari pacaran apalagi soal ekhem-ekhem"ucap Bella

__ADS_1


"Otak kamu di cuci novel"sinis Dasha


"Sadar nona anda lupa profesi anda sebagian adalah penulis novel, dan novel anda? pemeran utama wanitanya kalau udah kehilangan perawannya nangis"ucap Bella


"Itu beda sayang, cerita novel aku pemeran utamanya miskin satu satunya yang berharga di ambil paksa yang bukan suaminya, pasti nangis nangislah udah gak ada lagi yang berharga, lah aku? Gak pernah juga kepikiran nikah yang ada di otak aku cuman kasi makan ATM aku, kalaupun nanti aku nikah terus suami aku marah soal virgin dan gak mau nerima kekuranganku tinggal cerai aja dan soal uang aku kan punya jadi aku bisa menghidupi diri aku sendiri tanpa suami"ucap dasha santai


"Jatuh cinta tau rasa kamu dash"ucap bella


"Terus nangis nangis gak mau cerai sama suaminya"ucap nicho


"Gak mas gak aku gak mau cerai hiks hiks"ucap leon menirukan suara istri tersakiti


"Hhhahhhhahh.." mereka tertawa


"will not,I don't want to fall in love even with the status of my husband, so why would I cry for him if he left me? go yeah just go, no problem. Intinya aku tidak akan jatuh cinta jadi tidak perlu menangisi cinta,isn't that better? "ucap Dasha santai


'Bodoh aku serius kalian anggap aku becanda'batin Dasha ikut tertawa miris


"Are you afraid to fall in love?"tanya Leon


"Kita bahas tujuan utama kita kumpul"ucap dasha mengabaikan pertanyaan Leon


"Cabang D'club yang di italy akan di resmikan dan akan di buka 3 bulan lagi"ucap Leon


"Udah berapa persen?"tanya Dasha


"90% sisanya tinggal menyekesaikan ruangan yang kamu inginkan"jelas Leon


"Good job"ucap Dasha menunjukkan jempolnya


"Tapi siapa yang akan menangani D'club italy?"tanya nicho


"Maybe.... kamu"ucap Dasha cengengesan


"You believe me?"tanya nicho


"Tidak, kau sering membohongiku jadi bagaimana bisa aku percaya denganmu"ucap dasha


"Ingat anda bertiga adalah teman baik saya dan saudara saya jadi jangan ada di antara kalian yang coba coba menusuk saya dari belakang, dan soal uang saya tidak pernah permasalahkan jika kalian boros tapi jangan menutupinya dari saya, jika kalian lakukan saya anggap kalian menggelapkan atau korupsi tepatnya berkhianat"ucap Dasha serius menatap ketiga temannya


"Ngapain ngelakuin di belakang jika bisa terang terangan"ucap nicho nada bercanda mendapat tatapan sinis Dasha


"Joking my Queen"ucap nicho cengengesan


"Hanya orang bodoh yang ingin merusak kepercayaan, dan kita tidak ada alasan untuk saling menusuk, berkhianat"ucap Leon


"Merusak untuk mendapatkan hal yang lebih sempurna, serakah maka akan mendapatkan kegagalan, kehancuran"lanjut Bella


"Jadi untuk apa kita menghancurkan kepercayaan yang sudah pasti akan menghancurkan pertemanan dan persaudaraan kita, aku juga tidak sebodoh itu"ucap Nicho


"Sayang sekali pemikiran kalian tidak sama dengan mereka yang ingin menang sendiri, berhasil sendiri serakah dan ingin mendapatkan yang seharusnya tidak mereka dapatkan yang bukan miliknya tidak memiliki hak, dan rasa iri pada sesama akan menimbulkan rasa ingin merebut hmm, orang bilang akan menimbulkan perang saudara"ucap Dasha


"Dan aku salah satu orang serakah, obsesi dengan uang dan kekuasaan, gila akan suatu pencapaian dan keberhasilan"lanjut dasha


Tuk.. tuk.. bruk..


AW...


"Nicho Leon kenapa kau memukul kepalaku dan kau Bella kau mengapa melempari aku bantal bodoh"kesal Dasha mengusap kepalanya yg terkena ketukan dari Leon dan Nicho


"Kau yang bodoh jangan samakan dirimu dengan orang luar sana yang serakah, gila kekuasaan dan uang tapi menjatuhkan atau merebut milik orang demi pencapaiannya"ucap Leon lebih kesal


"Kau beda bodoh"ucap Leon Nicho Bella bersamaan


"Terserah kalian, hmm... Malam ini Kalian saja yang ke D'club, aku ingin istirahat"ucap dasha


"Kau ingin menginap?"tanya Leon


"Hmm, kau keberatan?"ucap Dasha, Leon menggeleng cepat


Dasha berdiri

__ADS_1


"Sebelum kalian pergi buatkan aku nasi goreng seafood, aku belum makan malam"ucap Dasha meninggalkan ke tiga temannya dan masuk ke kamar Leon.


BERSAMBUNG......


__ADS_2