
Dasha mendengus "Kenapa aku menjadi bodoh begini? Menuruti perintah pria tua itu" omel Dasha pada dirinya sendiri, melepaskan kasar alat yang ia gunakan untuk mengambil daun yang ada di dalam kolam renang dan berkacak pinggang.
Dasha kembali ke kamar mengambil ponselnya dan menghubungi layanan pembersih panggilan, "Jika bisa menyuruh orang menggantikan aku membersihkannya. mengeluarkan uang tidak masalah"ucap Dasha tersenyum dengan menggigit bibir bawahnya
Drtt... Dartt...
Dasha mengangkat panggilan yang memunculkan nama bella. "Halo! Kena..."ucap Dasha di dahului Bella
"Dash, kamu jadi kan ikut ke italy? Besok kita udah berangkat"ucap Bella
"Serius bel? Mmm.. gimana ya"ucap Dasha bingung 'Aku juga kan sedang hamil' batin Dasha menepuk jidatnya. Tidak mungkin ia naik pesawat saat hamil muda
"Kayanya aku gak bisa ikut deh bel, Aku.."ucap Dasha berhenti "Kenapa? Apa kamu gak di ijinin sama suami kamu?"tanya Bella mengerutkan keningnya
"Hamil bel"ucap Dasha singkat "Maksud kamu? Kamu sekarang sedang hamil"tanya Bella memastikan, Dasha berdehem di balik ponselnya
"Kok bisa?"ucap Bella bodoh menatap ponselnya yang masih terhubung panggilan dengan Dasha. Dasha menepuk jidatnya mendengar perkataan bodoh Bella
Tut Tut Tut....
Dasha mengakhiri sambungan nya. Ia jadi kesal dengan teman sejenis nya itu, bodoh sekali dan berpemikiran lambat, pikir Dasha
****
Brakk....
Mobil yang di kendarai Gio dan Mike menabrak seseorang. "Kau ceroboh sekali Gi"tegur Mike lalu keluar dari mobilnya di susul Gio, menghampiri seorang perempuan yang sudah tergeletak di aspal tak sadarkan diri
"Maaf saya akan membawanya ke rumah sakit"ucap Gio pada orang-orang yang menyaksikan kejadian kecelakaan. Mike langsung menggendong perempuan itu masuk ke dalam mobilnya.
****
"Pasien mengalami luka pada dahi, mungkin terbentur aspal dan pinggang kanannya juga terluka dan kakinya juga tapi hanya pinggang nya yang cukup serius"ucap dokter "Anda bisa masuk, saya akan memeriksa pasien lain"lanjut dokter meninggalkan Gio dan Mike
__ADS_1
"Maaf tuan ini kesalahan ku yang kurang hati-hati"ucap Gio merasa bersalah "Hmm.. hanya saja lain kali kau harus lebih berhati-hati"ucap Mike masuk ke kamar pasien yang di tempati perempuan yang di tabrak asisten nya
"Sepertinya aku pernah melihatnya"ucap Mike menatap perempuan yang terbaring di atas ranjang dengan wajah pucat dan kepalanya yang terbalut perban
"Bukankah dia kakak ipar anda tuan?"ucap Gio mengingat wajah Marsha "Marsha darold? Dia kakak Dasha? Tapi kenapa dia terlihat seperti adik? Dia lebih pendek dan Hmm.. terlihat seperti perempuan polos"ucap Mike
'Tidak mungkin anda tertarik dengan kakak ipar anda sendiri kan tuan?'batin Gio
Jika saja Marsha adalah artis dia akan memerankan tokoh utama wanita yang sangat baik dan polos dengan wajahnya itu. Berbeda dengan Dasha yang di lihat sekilas dia akan cocok menjadi pemeran antagonis perebut suami orang.
"Belikan bubur untuknya"pinta Mike. "Apa anda juga butuh sesuatu? Saya akan bawakan makanan untuk anda juga tuan"ucap Gio
"Tidak usah"ucap Mike. Gio keluar meninggalkan Marsha dan mike
Marsha perlahan membuka matanya merasakan pusing dan nyeri pada pinggang nya "uhk... Di mana aku?"lirih Marsha masih setengah sadar
"Kau sedang di rumah sakit"ucap Mike. Marsha mengerutkan keningnya menatap Mike yang berdiri di depan ranjangnya
"Kau... Suami Dasha kan?"ucap Marsha di angguki Mike. "Istirahat lah! Jangan banyak bergerak nanti lukamu akan kembali terbuka"ucap Mike
Marsha tertawa jahat di dalam hatinya "Dia tidak menyukaiku, dia sangat membenciku. Aku sangat menyayangi nya tapi dia tidak menganggap ku sebagai kakaknya"lirih Marsha meneteskan air matanya
"Bukanya kalian bersaudara? Kenapa dia membencimu?"tanya Mike "Kami ibu kami berbedah, Dasha anak dari istri kedua papaku. Bahkan aku menerima nya sebagai adik kandungku, walaupun dulu ibunya menghancurkan rumah tangga orang tuaku... hiks hiks"Marsha menangis tidak melanjutkan ucapannya
'Benar-benar wanita tidak mempunyai perasaan, pantas saja kelakuannya liar, ibunya saja penghancur rumah tangga orang' batin Mike semakin menilai buruk Dasha
"Sudah, jangan menangisi yang tidak pantas kau tangisi. Dia akan mendapatkan sendiri karmanya"ucap Mike membuat Marsha bersorak dalam hatinya
Klekk...
"Tuan ini bubur untuk nona Marsha"ucap Gio tiba-tiba muncul "eh? Ada apa dengan matamu Nona, apa Nona Marsha habis menangis? Maaf aku tidak melakukan nya dengan sengaja"ucap Gio merasa bersalah
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja"ucap Marsha dengan senyum manisnya
__ADS_1
"Hmm, apa kau tidak akan mengabari keluarga mu?"tanya Mike, Marsha menggeleng cepat. "Tidak, jangan memberi tahu mereka, aku tidak ingin membuat papa dan orang rumah khawatir"ucap Marsha "Lagian lukanya juga tidak cukup parah"ucap Marsha
"Oma juga sedang sakit, aku tidak ingin membuatnya khawatir dan mempengaruhi kesehatannya. Sejak kalian menikah Dasha tidak pernah menjenguk oma. jangankan menjenguk, Mungkin Dasha tidak pernah menginjak jalan yang menuju ke rumah"lirih marsha
'Tidak pernah? Bukannya Dasha sering keluar? Jadi wanita itu hanya menyempatkan dirinya untuk kuliah dan bermain dengan pria gelapnya'batin Mike. Marsha yang melihat ekspresi wajah Mike menyunggingkan senyumnya
*Di waktu yang bersamaan
Hachiu! Hachiu!
"Ada apa ini? Kenapa aku bersin tanpa henti? Suhu ruangan juga normal dan saat membersihkan kolam, aku sama sekali tidak bermain air"ucap Dasha
Dasha mengusap perut yang sudah agak menonjol "Spaghetti carbonara, Arancini, Gnocchi, aku menginginkannya"lirih Dasha tiba-tiba ingin memakan ke 3 makanan khas italy
"Apa aku memintanya pada Leon? Tapi pasti Bella sudah memberitahu Leon soal kehamilanku yang sudah masuk 3 bulan sedangkan aku baru menikah berapa minggu. Pasti mereka akan mengintrogasi ku"ucap Dasha memanyunkan bibirnya
"Mark! Semoga saja Mark memiliki kenalan koki asli italy"ucap Dasha tersenyum senang lalu mengambil ponselnya menghubungi nomor Mark
"Halo!"ucap Mark mengangkat panggilan Dasha
"Bisakah kamu membantu ku tuan muda Mark?"ucap Dasha
"Ada apa nyonya morrone"kekeh Mark. Dasha memajukan bibirnya tidak suka sebutan Mark yang menyebutnya nyonya morrone
"Aku ingin makan Spaghetti carbonara, Arancini, Gnocchi. tapi aku ingin koki asli italy yang membuatnya"ucap Dasha bersemangat "Apa kau mengenal koki manusia dari italy?" Lanjut Dasha membuat Mark tertawa kecil
"Manusia?"ucap Mark menahan tawanya di balik ponselnya. Dasha berdehem
"Tanyakan saja pada suamimu, dia juga manusia dari italy"kekeh Mark
"Kenapa kau menyebut namanya? Aku malas mendengar namanya. Namanya hanya menurunkan nafsu makan ku"decak Dasha "Sudahlah jika kau tidak ingin membantuku. Pertemanan kita sampai di sini saja"putus Dasha kesal
Bersambung...
__ADS_1
@putri_saefe
Thank you for faithfully reading DASHA TARAN until now, have a nice day. And don't forget to leave a trace.