Dasha Taran

Dasha Taran
kebencian Dasha Dan Mike


__ADS_3

****


Mike dan Mark sedang makan malam bersama di sebuah restoran di dekat morron corp


"Mark, menurutmu dasha itu seperti apa?"tanya Mike sembari menyantap makan malamnya


"Kenapa tanya aku? Diakan istrimu, seharusnya aku yang tanya padamu, Mike! Apa kau manusia normal?" Sahut Mark berdecak kesal


Mike menghela nafas panjang lalu meneguk segelas air putih. Ia menatap dengan serius setelahnya.


"Bagaimana pendapat mu saat pertama kali bertemu dengannya?"tanya Mike. Mark mengedikkan bahunya, " I don't know"ucap Mark


"Aku tidak tau kenapa dia memilih menjadi wanita bayaran? Apa yang membuatnya memilih pekerjaan itu?"bingung Mike


"Dan aku tidak tau kenapa kau menyebutnya wanita bayaran, atau kau pernah melihatnya di atas ranjang bersama pria lain?"timpal Mark


"Dia sendiri yang mengaku! Bahkan wanita itu tidak tau nama pria yang dia puaskan"cibir Mike. Mark hanya menatap prihatin temannya yang menurutnya berpemikiran pendek 'kenapa kau menutupi kehamilan nya?'batin Mark menatap Mike, lalu meneguk segelas airnya


"Terserah kau saja, bagaimana maumu menilai istrimu. Tapi ingat jangan menilai buku dari sampulnya"peringat Mark


"Cihh... sejak kapan kau menemukan kalimat menggelikan itu"kekeh Mike


****


Waktu menunjukkan pukul 10 malam ketika Mike tiba di rumah dalam keadaan setengah sadar. Langkahnya sempoyonga, namun masih memiliki kesadaran sepenuhnya. Saat memasuki kamarnya, bersamaan dengan Dasha yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Dasha menatap nya sekilas. Mike menghampiri Dasha mendorong tubuh Dasha hingga terhempas ke tempat tidur. Dasha hendak bangkit. Akan tetapi Mike dengan cepat menahan tubuh Dasha. Memposisikan tubuhnya di atas Dasha


"Apa yang kau cari selama ini ha?uang atau kepuasan?"tanya Mike dengan raut wajah tak tertebak. Dasha menatap mata Mike menaikkan alisnya. Mike semakin membelenggu tubuh Dasha kemudian berbisik, bibirnya menyentuh telinga Dasha "Aku bisa memberikan semua itu padamu."


"Tidak perlu, aku sudah mendapatkan semuanya."bisik Dasha lalu menggigit telinga Mike, lalu menyingkirkan Mike di atas tubuhnya


"Kau,....!" Tunjuk Mike pada Dasha sambil memegang telinga kirinya dengan tangan kirinya. "Aku akan Memberikan pernikahan yang mengerikan sampai kau tidak bisa melupakannya sepanjang hidupmu!"geram Mike

__ADS_1


"Kau pikir aku takut? Dan menangis berlutut di depanmu!"ledek Dasha. Dasha sangat ingin menyerang Mike tapi dia ingat dia sedang mengandung.


Blam..


Dasha menutup kasar pintu kamar dari luar lalu menuruni tangga menuju dapur untuk menyeduh susu hamilnya


"Kenapa aku harus lupa jika aku sudah membeli susu hamil kemarin"decak Dasha


****


Matahari pagi yang masuk dari dinding kaca pembatas kamar dan balkon kamar menyilaukan mata Mike. Pria itu mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang mengenai wajanya, sebelum akhirnya kesadarannya terkumpul sepenuhnya


Mata Mike mengarah ke arah kaca balkon yang ternyata balkonnya tidak tertutup tirai. Mike bangun, duduk di pinggir ranjang lalu menatap kebawah mendapati kakinya masih memakai sepatu dan juga pakaian kantornya masih utuh di tubuhnya. Mike memijat keningnya berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Pria itu melepas sepatunya lalu beranjak dari ranjang masuk ke dalam kamar mandi.


Tap Tap Tap...


Mike menuruni tangga dengan penampilan yang sudah rapi, menggunakan setelan jas berwarna biru malam di padukan kemeja putih dan dasi berwarna hitam. Saat akan melewati ruang keluarga, Mike menghentikan langkahnya menatap Dasha yang tengah tidur di sofa depan tv. 'Apa dia tidur semalaman di sini?'batin Mike lalu menghampiri Dasha yang sedang tertidur pulas tanpa selimut


Mike tersenyum penuh arti menatap Dasha, lalu tiba-tiba mengambil mengambil gelas di meja depan sofa yang Dasha tiduri


Mike menyiram wajah Dasha. Dasha tiba tiba bangun dan langsung duduk mengerjakan beberapa kali, sebelum akhirnya kesadaran Dasha terkumpul sepenuhnya


Dasha mengangkat wajahnya menatap Mike yang tengah berdiri di depannya dengan tatapan menjijikan di mata Dasha "Kau kenapa lagi?"kesal Dasha


"Kau yang kenapa? Kenapa masih tidur. Cepat bangun dan bersihkan seluruh rumah jangan lupa bersihkan kolam renang, jika aku kembali dan kau masih belum selesai dengan tugasmu jangan salahkan aku menyakiti anak haram itu"ucap Mike pedas menatap perut Dasha. Mike membungkukkan badannya lalu berbisik di telinga Dasha "Jangan main-main denganku, jika kau berpikir ingin pergi sebelum waktunya. Aku akan mencarimu dan akan menyakiti keluargamu"bisik Mike kejam "Jangan meremehkan ku nona dasha darold"ucap Mike dingin berbalik meninggalkan Dasha yang masih diam mematung mengepalkan tangannya kuat


Dasha tertawa aneh, "Lagi-lagi penderitaan ku di sebabkan oleh Darold"gugam Dasha "Brengsek, aku membenci keluarga Darold"teriak Dasha dengan kebencian yang tertanam di hatinya.


****


"Hmm. Bagus, ini nyaman"ucap Mike lalu beranjak dari ranjang yang di luncurkan perusahaan yang bekerja sama dengannya


"Perabot yang di luncurkan bulan lalu mendapat tanggapan bagus. Itu perabot terlaris saat ini."Jelasnya mengikuti langkah Mike dan Lisa dan Gio yang selalu mendampingi atasan

__ADS_1


"Selanjutnya apa?"tanya Mike tanpa menoleh dan sambil berjalan keluar dari ruangan perabot yang dia nilai tadi


"Maksudnya?"ucap pria paruh baya dengan setelan jaz yang ia kenakan mengikuti langkah Mike


"Tidak mengherankan jika proyek nya berjalan lancar. Jadi aku ingin tahu rencanamu kedepannya"ucap Mike


"Perabot kita populer, terutama di antara kaum muda. Jadi, kami akan merilis produk untuk pengantin baru. Anak muda sekarang sangat praktis. Itu harus di pertimbangkan sambil mengembangkan..."Jelasnya


Mike menghentikan langkahnya, berbalik menaikkan alisnya menatap pria paruh baya di depannya "Pengantin baru?" Tanya Mike sekilas mengingat wajah Dasha


"Iya, oh iya aku dengar tuan Mike juga baru-baru ini menikah? Anda bisa mencoba produk untuk pengantin baru yang akan kami rilis"ucapnya. Lisa dan Gio menahan untuk tidak tertawa melihat ekspresi wajah Mike


Ekhemm.. "Ide bagus"ucap Mike melanjutkan langkahnya di ikuti Lisa dan Gio


****


Sedangkan Dasha membersihkan kolam renang sambil mencaci maki pria yang berstatus suaminya untuk sementara


"Michelle morrone kau sama saja dengan manson Darold, cuihh.. sama-sama pria brengsek, pria kasar. Apa mereka tidak memiliki hati sejak lahir?"gerutu Dasha kesal


"Lihat saja kau Mike, jika kau sakit, aku akan menyiksa mu juga. Jika saja aku tidak hamil kau pikir aku takut melawatmu? Cuihh.. jika kau pandai bela diri, aku juga pandai bela diri"sungut Dasha berbicara sendiri sambil membersihkan air kolam renang


Di waktu yang bersamaan


Hatchiiii Hatchiiii Hatchiiii


"Tuan apa anda sakit?"tanya Gio pada Mike yang tiba tiba bersin


"Tidak, sepertinya ada debu yang terbang dan masuk ke hidungku"ucap Mike tak masuk akal. Ruangan itu sangat bersih dan tidak ada debu secuil pun.


"Debu?"ucap Gio mengerutkan keningnya. Mike mengangguk mengiyakan Gio 'Ruangan ini sangatlah higenis dan jika ada debu pasti aku juga akan bersin. Apa ada yang mengumpat tuan Mike dari belakang?'batin Gio menerka-nerka.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


@putri_saefe


Thank you for faithfully reading DASHA TARAN until now, have a nice day. And don't forget to leave a trace.


__ADS_2