Dasha Taran

Dasha Taran
Jatuh cinta


__ADS_3

Supermarket


Mark mendorong troli belanja, sedangkan Dasha sibuk memilih yang ingin dia beli, memasukkan nya ke troli yang di dorong Mark


"Dengan belanjaan sebanyak ini, kamu ingin berbelanja sendiri?"tanya Mark mengikuti langkah Dasha yang sedang memilih-milih buah.


"Diam lah, kenapa kau cerewet sekali"ucap Dasha memasukkan buah pilihannya ke dalam troli


"Nyonya morrone, kau tidak melupakan tujuan utamamu kan?"tanya Mark, "Oh iya susu ibu hamil"ucap Dasha melangkah mencari susu yang di inginkan ya


"Oh iya, apa Mike tidak memberikan mu mobil?"tanya Mark, "Aku punya mobil, tetapi aku malas mengendarai. Jadi aku menggunakan taksi"ucap Dasha


****


Pukul 7 malam, Dasha menyiapkan makan malam untuk Mike. Mengganti seprei ranjang, membersihkan kamar mereka. "Kenapa aku mudah sekali kelelahan, aku hanya ingin rebahan dan makan tidak ingin mengerjakan semua ini"gerutu Dasha


'Apa aku ke italy aja? Biar aku yang mengurus Italy D'club night, Dan mengiriminya surat cerai saat waktu 3 bulannya habis'batin Dasha "Arhkk... Bodoh, kenapa aku baru memikirkannya"kesal Dasha mengacak-acak rambutnya


"Mike, belum pulang. Seharusnya tidak masalah jika aku keluar malam, lagian aku sudah memasak."ucap Dasha


****


Dasha menggunakan Hoodie over size berwarna hitam yang panjangnya sebatas paha dengan celana jeans pendek yang dia kenakan dan juga memakai sepatu boots. Membiarkan rambutnya terurai.


Dasha memasuki D'club, mengedarkan pandangannya mengamati situasi. Dasha masuk ke salah satu ruangan VIP, ruangan yang sering teman-temannya tempati selain ruangan pribadinya yang berada di D'club


Klekk....


"Queen Dasha"ucap Leon Nicho dan Bella bersamaan


"Hay para simpanan ku"celetuk Dasha duduk mendaratkan bokong nya di sofa. Duduk di samping Leon


"Cuihh... Pala kamu simpanan"cetus Bella


"Kenapa kau tidak mengabari kami jika kau akan kesini, Hmm." ucap Leon mengacak-acak rambut Dasha


Ekhem...


"Hey, Dash. How are you?" Sapa John, "Hi, not bad"ucap Dasha


Drtt.. Drtt.. ponsel John berdering


"Where are you? Aku sudah di D'club dengan Mike"terdengar suara Mark di ponsel John


Tut Tut.. John memutuskan panggilannya

__ADS_1


"Teman ku sudah datang, dia menunggu di ruangan VIP sebelah."ucap John pada Leon


"Ya sudah, cepat keluar. Tidak ada gunanya juga kau tinggal di sini"usir Leon. John melempar Leon bungkus rokok sebelum keluar


Blam... (Suara pintu tertutup)


"Bagaimana soal peresmian italy D'club night?"ucap Dasha membenarkan posisi duduknya


"Biasa kita akan meresmikannya di hari ulang tahunmu." Terang Leon, Aku harap kita bisa berangkat bersama ke italy"tambah Nicho di angguki Bella


"Akan ku usahakan, tapi aku tidak berjanji sebaiknya kalian berangkat duluan. Jangan menungguku, aku tidak bisa memastikan nya. Kalian Taukan statusku sekarang"ucap Dasha


"Ingat! Uang yang masuk ke rekeningku tidak boleh kurang dari jumlah yang sudah ku tentukan. Kecuali D'club sepi, tapi itu tidak akan terjadi. Dan aku harap kalian dari sekarang menabung untuk masa depan kalian. Kalian tidak mungkin mengikuti ku seumur hidupkan? Walaupun hasil club ini dan beberapa cabangnya sudah memberikan apa yang kalian inginkan. Tapi aku ingin kalian lebih kedepan lagi. Tidak akan ada yang berani meremehkan kita. aku ingin 10 tahun kedepan, kalian sudah berada di peringkat pengusaha terkaya. 40% hasil club aku membebaskan kalian menggunakannya, tapi aku sarankan jangan terlalu mengandalkan D'club, kita tidak tau masa depan. Aku tidak melarang kalian menghamburkan uang. Hanya saja ingat hari berikutnya."jelas Dasha


"Aku hanya ingin menjadi asisten mu di perusahaan mu kelak"timpal Nicho


"Bodoh, aku tidak ingin salah satu dari kalian menjadi bawahan ku"cetus Dasha


"Bagaimana denganmu?"tanya Nicho mengangkat alisnya menatap Leon


"Aku sudah menanam saham di beberapa perusahaan dengan Dasha"ucap Leon melirik Dasha yang sedang memainkan ponselnya


"Sial jadi aku dan Bella ketinggalan?"ucap Nicho "kau saja yang ketinggalan, aku dari dulu menabung, walaupun aku boros tetapi tidak akan habis semuanya"ungkap Bella


"Selama ini uang yang sebanyak itu, kau kemana kan?"sinis Bella


Dasha beranjak dari sofa, "Kau mau kemana?"tanya Leon "Toilet"ucap Dasha keluar


Dasha menghentikan langkahnya saat berada di depan ruangan VIP sebelah ruangannya tadi. Pandangannya tidak sengaja mengarah ke dalam ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat. 'Mike?'batin Dasha mengerutkan dahi nya, 3 detik kemudian Dasha mengangkat bahunya tak peduli dan kembali melangkah menuju toilet


"Tadi pagi aku tidak sengaja melihat istrimu di rumah sakit"ucap Mark meneguk bir nya


"Oh iya, aku belum bertemu dengan istri kamu?"ucap John menatap Mike yang sedang memainkan gelas yang berisi wine


"Untuk apa kau menemuinya? Aku saja malas melihat wajahnya"ucap Mike dengan wajah dinginnya


"Karena, jika kau melihat wajahnya kau akan terangsang. Begitu?"ledek Mark "Menurutku istrimu cukup menarik dan juga mempunyai wajah yang nyaris sempurna"timpal Mark


"Wajah bermuka dua, kau katakan sempurna. Kau serius?"ucap Mike tertawa kecil


"Dari mana kau tau jika istrimu bermuka dua?"tanya Mark agak tidak terima ucapan Mike. menurut nya Dasha wanita yang baik


"Kenapa kau membela nya? Jangan bilang kau menyukainya"ujar Mike nada meremehkan


"Aku tidak mungkin menyukai istri temanku sendiri"kilah Mark "grabbing people's wives. Julukan yang memalukan"ucap Mark

__ADS_1


Gelak tawa mereka bertiga memenuhi ruangan yang mereka tempati


****


Dasha baru saja selesai membersihkan dirinya dan memakai skincare malamnya.


Tok tok tok


'Siapa yang mengetuk pintu? Bukannya pelayan sedang libur.'batin Dasha


Klekk


Mark masuk, membantu Mike berjalan yang setengah sadar. Mark menidurkan Mike di atas ranjang. "Wanita murahan, tak tahu malu, dasar bermuka dua."racau Mike


"Aku kira kau tidak ada, jadi aku langsung masuk, Maaf."ucap Mark tidak enak


"Tidak masalah"ucap Dasha, "Dia terlalu banyak minum"ucap Mark "oh"santai Dasha keluar dari kamar


Mark melepas sepatu dan jas Mike melonggarkan dasinya lalu menyelimuti Mike.


Sedangkan Dasha memanaskan masakan yang tadi dia buat, menyajikannya kembali di meja makan


Tap tap tap


Mark menghampiri Dasha yang sedang makan sendirian di meja makan


"Sit down, temani aku makan"ucap Dasha nada perintah. "Hmm, kebetulan aku lapar"ucap Mark tak sungkan lagi


"Kau tidak bertanya, kenapa Mike sampai mabuk berat?"ucap Mark


"Not important, and I don't care"ucap Dasha tidak peduli. Menikmati makanannya


'Apa ini namanya istri dingin seorang ceo'batin Mark melanjutkan acara makannya


"You don't love him?, Bagaimanapun Mike adalah suamimu tidak mungkin kau tidak mempedulikan nya. Lagi pula Mike adalah pria idaman para kaum wanita di luar sana"ucap Mark


"Apa istri harus mencintai suaminya dan peduli? Dan aku bukan wanita di luar sana"bantah Dasha


"You must have fallen in love with him"tuduh Mark dengan sengaja


"Hmm, aku jatuh cinta dengannya"ucap Dasha. "Kau Pasti terpesona dan tertarik denganku"Ucap Mark sengaja. "Ya kau benar"ujar Dasha santai


"pfff... hhhhh, Dasar Gila"ucap Mark mengatai Dasha


BERSAMBUNG....

__ADS_1


follow ig @putri_saefe


__ADS_2