
Prang!!...
Mike melempar laptop Dasha ke lantai. Dasha diam menarik nafas panjang lalu menoleh kesamping menatap tajam Mike
"Bodoh, kau ingin mempermalukan ku ha? Kau sekarang berstatus istri Michelle morrone. Apa kata keluarga kamu dan saya dan juga kata orang orang jika kau berstatus istriku masih meminta uang kepada orangtuamu"ucap Mike meninggi. Menatap tajam Dasha
Dasha memasukkan 1 potong mangga kemulutnya lalu berkata "saya tidak akan meminta apapun pada keluarga Darold selama saya masih terikat denganmu"ucap Dasha sambil mengunyah 'selamanya tidak akan'batin dasha
Dasha mengambil ponselnya "sebutkan berapa pengeluaran listrik, gaji pelayan dan lain-lain selama 1 bulan. Kita bagi dua"ucap Dasha
"Tidak perlu, saya tidak kekurangan apapun, kau pikir mampu membayar pengeluaran dalam 1 bulan? Keluargamu tidak sekaya itu"ucap Mike
"Aku akan menggunakan uang pribadiku"ucap dasha
Hahahhhhhh
Tawa Mike berhenti lalu mencengkeram kuat rahang Dasha "kau akan menggunakan sisa saldo mu yang di berikan papamu saat kau belum menikah, bodoh. Kau pikir cukup, jangan terlalu memandang tinggi keluargamu itu"ucap Mike tajam
Dasha menepis tangan Mike 'bodoh'batin Dasha menyunggingkan senyumnya
"Bukan urusanmu tuan Michelle morrone. Aku mendapatkan uang dari mana itu urusanku"ucap Dasha beranjak dari ranjang
"Kau wanita panggilan?"ucap Mike menghentikan langkah dasha
Dasha berbalik menatap Mike "tebakanmu benar aku wanita panggilan, kenapa? kau ingin satu malam?"ucap Dasha menaikkan alisnya
"Ciuh.. pantas saja kau tidak tau ayah bayi di kandunganmu. Wanita murahan"cibir Mike jijik
Dasha memejamkan matanya sejenak menarik nafas "ham... Murahan? Kau benar saya murahan, melakukannya tanpa mengenal dan mengetahui namanya"ucap Dasha menatap Mike
"Atau kau ingin memuaskan para karyawan laki laki di perusahaan ku dan meminta bayaran lalu kau menggunakannya untuk membiayai kebutuhanmu dan biaya kuliahmu"ucap Mike menusuk
Dasha tersenyum memiringkan kepalanya menatap Mike "jika anda tidak keberatan"ucap Dasha tersenyum
Mike yang sangat kesal menghampiri Dasha dan mencekik leher Dasha "jangan memancingku jika kau tidak ingin mati mengenaskan"ucap Mike tajam melepaskan tangannya dari leher Dasha. Dasha mengatur nafasnya mengangkat kepalanya menatap Mike lalu tersenyum "kau ingin membunuhku?. Kau tidak akan bisa jika aku tidak ingin mati"ucap Dasha
******
"Bagaimana suamimu?"ucap Shana mengusap kepala Dasha di pangkuannya
__ADS_1
Dasha mendusel dusel hidungnya di perut buncit mommy nya "tidak tau, kenal aja masih hitungan jam mom"ucap Dasha
"Oh iya Laura sama Kevin Masih di rumah Nenek(mama Taran)?" Tanya dasha di angguki Shana
Laura Taran umur 10 tahun dan Kevin Taran umur 6 tahun adik Dasha dari Shana dan Taran.
"Ya udah Dasha pulang ya mom"ucap Dasha mencium perut dan wajah Shana. "Hmm ingat kamu sudah jadi istri"peringat Shana di angguki Dahsa
Dasha menjenguk mommy nya sekaligus untuk mengambil mobilnya 'tidak mungkin aku memakai aset pria tua itu cuih..'batin Dasha
Dasha menghentikan mobilnya melihat seseorang pria tengah melawan 5 orang pria 'tolong gak ya? Tapi ini kan jalan waktu itu'batin Dasha menggigit ujung jarinya. 2 menit berpikir, Dasha memutuskan keluar dari mobilnya
Bhuk buk
Dasha meninju dan menendang dagu salah satu dari gerembolan yang tengah mengeroyok pria yang sudah babak belur
"Brengsek.. Beraninya kau ikut cam..."ucapnya terpotong oleh tendangan dasha
Srekk....
"Shhh...."desis Dasha memegang lengan kirinya yang terkena pisau
"Angkat tangan"ucap polisi tiba-tiba dengan suara kerasnya. Dasha sebelumnya menghubungi polisi
****
"Bagaimana bisa kau berani campur tangan dalam keadaan hamil"kesal Mark berbaring di ranjang pasien sedang di obati dan Dasha duduk di ranjang sebelah yang sedang di perban setelah lengannya di jahit
"I forgot that I was pregnant"ucap Dasha polos "bodoh, sampai lupa jika tengah hamil"ucap Mark
"Cerewet, seharusnya kau bersyukur, aku membantumu"ucap Dasha memutar mola matanya malas
Dokter dan perawat meninggalkan Dasha dan Mark "oh iya bagaimana mungkin kau hamil secepat itu, bukannya kau dan Mike bertemu dan mengenal saat kalian menikah"ucap Mark
"Aku hamil bukan anaknya"ucap Dasha "uhuk huk... Kau serius?"ucap Mark tersedak salivanya dan membulatkan matanya
"Jika kau tidak percaya tanyakan saja padanya"ucap Dasha "lalu siapa ayahnya. Atau jangan-jangan pria yang memelukmu di pesta malam pernikahan mu?"tanya Mark
"Maybe and I don't know"ucap Dasha santai mengusap perut ratanya. Dasha menatap tajam Mark "jangan bahas soal kehamilanku jika dia tidak menceritakannya denganmu duluan. Kau terlanjur mengetahui nya dan hanya kau yang tahu dan Mike soal kehamilanku"ucap Dasha beranjak dari ranjang pasien
__ADS_1
"Biar aku yang mengantarmu pulang"ucap Mark "kau sadar? Kondisimu yang seperti ini ingin mengantarku pulang!. Aku masih sayang nyawaku"ucap Dasha kembali melangkah keluar meninggalkan Mark
"Wanita aneh, lalu jika kau masih ingin hidup kenapa membantuku"gugam Mark tersenyum
****
Dasha memarkir mobilnya di garasi rumah Mike(morrone). Masuk ke dalam rumah mengganti sepatunya dengan sendal rumah. Belum sempat Dasha menginjak tangga pertama, pelayan tiba tiba menanyai lengannya yang terluka di balut perban
"Ya ampun nyonya! Lengan Anda kenapa bisa terluka"panik ana kepala pelayan wanita di kediaman Mike
"Hanya luka kecil bi"ucap Dasha. Ana yang ingin berbicara di dahului Dasha "sudah, bibi tolong buatkan aku nasi goreng tanpa nasi"ucap dasha
"Ha? Maksud nyonya, nasi goreng kan harus pake nasi"ucap ana bingung
"Jangan di kasi nasi dong bi, nasinya ganti telur, sosis sama udang, kalau perlu kasi cumi"ucap Dasha menaiki tangga menuju kamarnya
*****
"Apa yang terjadi, bagaimana bisa kau terluka sampai mukamu sangat jelek"ucap Mike
"Brengsek, aku di koroyok dan mereka hanya memukulku tidak berniat sama sekali merampokku, mungkin mereka di perintah untuk melukaiku. Untung saja ada yang menolongku dan tidak lama kemudian polisi datang"ucap mark
"Haiss... Biar asistenku dan asistenmu yang menyelidiki kau pulihkan tubuh lemahmu saja"ucap Mike
"Siapa yang lemah? Cuih... Kau pikir kau apa?"cibir mark
"Oh iya, bagaimana malam pertamamu?"tanya Mark penasaran
"Jangan bahas wanita murahan itu"ucap Mark kesal. "Why? Jangan-jangan kau belum melakukannya"ucap Mark meledek
Bhuk..
Mike melempar Mark bantal sofa "telanjang sekalipun aku tidak akan tertarik padanya"ucap Mike
"Bukannya istrimu sangat cantik, dari sekian banyaknya wanita yang ku temui, istrimu salah satu wanita yang tercantik dari segi wajah, penampilan dan juga tubuh. Bersyukur kau mendapatkan gadis muda sedangkan usaimu sudah 27"ucap Mark memancing Mike agar membahas kehamilan Dasha
"Kau cerewet sekali. Kau istirahat aku akan kembali ke perusahaan ku"ucap Mike beranjak dari sofa meninggalkan Mark yang memutar bola matanya malas
"Haiss... Malang sekali nasipnya, ternyata istrinya hamil anak orang lain. Tapi menurutku nona Dasha sangat baik dan pemberani, jika saja aku bertemu dengannya sebelum dia hamil dan menikah, pasti aku akan melamarnya"ucap Mark asal
__ADS_1
Bersambung.....
Hei!!... Buat pembaca yang membaca novel dasha Taran sampai bab ini makasih ya!!..:) maaf jika ceritanya dan alurnya masih berantakan🙈