
Armani hotel Milano
"Besok club sudah akan diresmikan, tetapi Dasha masih saja tidak bisa dihubungi"lirih Leon, "Bukan hanya itu, Dasha juga ulang tahun."Ucap Bella.
"Ahkk..... aku kesal sekali"kesal Nicho Berpikir apakah Dasha melupakan mereka? Mereka tidak akan bisa mengucapkan selamat walaupun hanya lewat panggilan.
"Apa kamu tau alamat Dasha yang sekarang?, rumah suaminya. Kita bisa mengirimkan Dasha hadiah ulang tahunnya langsung ke rumahnya."ucap Bella pada Leon. Leon menggeleng pelan.
"Kita hanya bisa melakukan yang terbaik, meskipun Kita Kehilangan sambungan dengan Dasha. mungkin saja saat ini Dasha ingin fokus terhadap rumah tangganya terlebih dulu"ucap Leon meski perasaannya gelisah tidak mendengar kabar Dasha.
"Apa bocah itu tidak tau jika kita saat ini sangat khawatir tidak mendapatkan kabar darinya"lirih Nicho jujur entah mengapa perasaannya tidak enak.
"Ekhem... sayangnya yang kau sebut bocah itu sudah bersuami. Yang bocah itu kamu honey"kekeh Bella "Tapi aku juga khawatir, atau jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Dasha. Misalnya Dasha dapat suami kejam melebihi iblis terus di siksa kaya di novel-novel."ucap Bella tiba-tiba yang blak blakan
Leon menyentil pelan bibir Bella "Mulutnya...."tegur Leon
"yeyy.... emang situ gak khawatir?"ucap Bella kesal. "Khawatir bodoh, Tapi yang kamu maksud novel-novel gak mungkin. Kaya gak kenal aja sama Dasha"ucap Leon
"Tapi kita gak kenal selut belut sifat watak suaminya...."ucap Bella sewot
****
Dasha Duduk di lantai samping ranjang, menyenderkan punggungnya di sisi ranjang sambil menunduk memelek lututnya, memejamkan matanya berusaha mengotrol emosinya, ia hanya bisa menangis dalam diam. Rasanya ia sangat ingin menyakiti dirinya Dan menghancurkan barang-barang di sekitarnya. 'Tidak, sekarang aku tidak sendiri. Aku tidak bisa'batin Dasha mengingat saat ini ia tengah mengandung.
"ahrrkkk......."Teriak Dasha menjambak rambutnya, ia tidak bisa menahannya, menahan untuk tidak menyakiti dirinya. Dasha menatap kosong pergelangan kakinya yang masih di rantai, "Hehh"Tawa Dasha singkat masih menatap pergelangan kakinya.
"Hiks hiks, arhkkk......"baru saja Dasha tertawa, ia kembali menangis berteriak memukul kakinya sendiri. tidak Ada yang bisa mendengar suara Dasha dari luar kamar. kedap suaranya tidak pernah di non-aktifkan.
__ADS_1
Michelle morrone lebih dari lebih buruk di bandingkan Manson Darold, ayah kandung Dasha. Dasha benci, Sangat membenci keadaannya saat ini. Ia bisa saja melarikan diri, tetapi lagi Dan lagi Dasha teringat kandungannya.
Dasha tersenyum pahit 'yang ku takutkan akhirnya terjadi'batin Dasha menohok, Dasha menarik nafas Dalam, "Bantu mama menahan diri agar tidak menyakiti kalian"ucap Dasha lembut mengusap perutnya lembut
***
Huek huek... Huek
"Tuan, Are you ok?"khawatir Gio mengetuk pintu kamar mandi. pasalnya Mike sudah sedari tadi di dalam memuntahkan cairan bening.
Klekk..
"Ntahlah, Biarkan aku istirahat, kau boleh keluar melanjutkan pekerjaanmu."ucap Mike berjalan menuju ranjang Dan membaringkan tubuhnya.
"Saya akan menghubungi dokter Gabriel"ucap Gio, "Tidak usah, Saya hanya perlu istirahat. Oh iya, undur jadwalku Hari ini."pinta Mike. "Baik tuan"ucap Gio keluar kamar Mike yang Satu dinding dengan ruangan CEO Mike.
"Ada apa denganku, kenapa tiba-tiba aku tidak enak badan, bukankah tadi di rumah aku baik-baik saja, Dan aku baru 1 jam meninggalkan rumah."gugam Mike memejamkan matanya.
Tidak beberapa lama, akhirnya Mike tertidur. Jika orang lain yang melihat Mike, mereka akan Berpikir Mike tengah sakit serius, dari wajah dan bibirnya yang pucat Dan alisnya yang berkerut dalam keadaan tertidur.
Ahkk.. arhkk...
Hhhhh
Hiks hiks hiks..
"Siapa? Siapa disana"ucap Mike pelan menatap seseorang di sudut ruangan yang samar-samar terlihat di kegelapan. Mike bisa melihat dia seorang wanita dengan rambutnya yang acak-acakan. Wanita itu menyakiti dirinya, berteriak menangis Dan tertawa menjadi Satu.
"Hey.... Hentikan, kau jangan menyakiti dirimu"ucap Mike berjalan mendekati wanita itu.
"Arhkkk..... Aku membencimu, aku membenci kalian hhhh.. a aku hiks hiks..."tangis wanita itu sambil menjambak rambutnya
__ADS_1
Saat Mike semakin mendekat Dan akan melangkah lagi, langkahnya berhenti tiba-tiba, seperti Ada dinding yang tidak terlihat menghalangi Mike. Mike tidak bisa, ia hanya bisa menatap wanita yang tidak henti hentinya menyakiti dirinya.
Mike melotot kaget menatap perut wanita itu yang ternyata hamil besar. "Astagaa.. hey.. hentikan, Jangan menyakiti dirimu, anakmu akan dalam bahaya"ucap Mike sedikit meninggi. Entah wanita itu mendengarnya atau tidak, ia tiba-tiba berhenti Dan mengusap perutnya lembut. "Tidak, mama tidak akan membiarkan kalian dalam bahaya. Ma.. mama minta Maaf hiks hiks..."lirih wanita itu memeluk perut buncitnya.
Jlepp..
Tiba-tiba perut wanita itu di tusuk. Mike yang menyaksikan itu kaget Dan betapa syok..nya ia melihat jika pria yang menusuk wanita itu sangat mirip dengannya. Wanita itu memuntahkan darah Dan menatap nanar pria yang menusuknya, "ka...u lebih bejat Dari dia"ucap wanita itu tersenyum samar-samar di lihat Mike, sedetik kemudian ia menatap penuh kebencian pria itu.
Mike diam Kaku tidak bisa bergerak bahkan membuka mulut untuk berteriak ia tidak bisa, ia hanya bisa menyaksikan saat pria yang sangat mirip dengannya kembali menusuk dada wanita itu.
Mike membuka matanya, nafasnya tidak beraturan Dan detak jantungnya 2 Kali lebih cepat. "Astagaa.. mimpi buruk yang sangat buruk"gugam Mike mengusap keringat di wajahnya dengan punggung tangannya.
"Tapi, siapa wanita itu? Aku tidak bisa melihat jelas wajahnya. Tapi pria.. itu siapa, kenapa aku seperti melihat diriku sendiri"ucap Mike pelan.
Mike menghubungi Gio untuk meminta air mineral.
Klekk...
Gio yang baru saja masuk membawa air mineral terkejut melihat keadaan Mike tuannya yang di penuhi keringat Dan wajahnya bertambah pucat.
"Tuan, sebaiknya Saya menghubungi dokter Gabriel. Saya khawatir dengan ke adaan anda tuan, wajah anda seperti mayat hidup"terang Gio khawatir. Gio menyodorkan air mineral pada Mike.
"Hmm, antar aku pulang. Aku tidak ingin di periksa di sini"ucap Mike, bukan tanpa alasan tapi ia tidak mau Ada yang Berpikir Dan menyebarkan informasi yang tidak bermutu di kantornya, bahwa CEO morrone sakit, yang akan jadi bahan gosipan karyawannya.
Mike masuk ke kamar Mandi untuk membasuh wajahnya Dan merapikan penampilanya sebelum keluar ruangannya.
BERSAMBUNG....
putri_saefe
Saya masih penulis amatir, Saya akan merasa senang jika teman-teman memberi Saya masukan Dan menegur saja jika Ada kesalahan menulis Dan sebagainya.
__ADS_1
thank you so much..