Dasha Taran

Dasha Taran
rencana licik Marsha


__ADS_3

"Lepaskan rantainya bodoh"ucap Dasha menatap tajam Mike. "Mulai sekarang kau tidak bisa kemana-mana. Kau hanya boleh berkeliaran di dalam kamar ini"ucapnya dengan santainya


"Gila! Kau gila!! Teriak Dasha dengan suara lemahnya "Lepaskan rantai sialan ini, brengsek"bentak Dasha


Mike menghampiri Dasha lalu menjambak rambut Dasha "Wanita sialan. Patuh! Kau harus patuh, jangan memberontak jika kau tidak ingin aku menyakiti bayi sialanmu itu"bentak Mike tepat di depan wajah Dasha, nafas kasar Mike menerpa wajah Dasha. Mike melepas kasar cengkraman nya pada rambut Dasha


Mike menatap dingin Dasha "Diam? Apa kau terlalu di manjakan keluarga Manson? Kau bahkan tidak bisa menangis, kau tidak pernah merasa sedih, hanya kesenangan yang kau miliki selama ini!. Aku akan mengajarimu bagaiman caranya menangis dan memohon padaku"ucap Mike


"Kau hanya tahu menindas tanpa pernah di tindas. Apa kau ingin merasakannya juga ha?.. oh iya aku dengar ibumu adalah perebut suami orang yang tidak tau malu merusak rumah tangga orang. Bahkan keluarga Manson menyayangi mu dan kau dengan tidak tahu malu membalasnya dengan apa ha? Cihh.. ibu dan anaknya sama saja"cibir Mike


"Ya...! Kau benar aku orang seperti apa. Keluar, cepat keluar"teriak Dasha menunjuk pintu kamar


Blam...


Mike keluar dan menutup kasar pintu kamar. Dasha gemetar tatapannya kosong ke arah pintu kamar. Ucapan-ucapan Mike terngiang-ngiang di kepala Dasha bergabung dengan masa lalunya, membuat Dasha mengepalkan tangannya.


Tik...


Air mata Dasha akhiri nya lolos keluar tidak dapat Dasha tahan lagi


"Hiks hiks hiks..... Why?. Kenapa aku sangat menyedihkan Ahkk..." Teriak Dasha frustasi mengacak-acak rambutnya


Krekk


Dasha mengangkat pandangannya ke arah pintu kamar dan melihat wanita muda memasuki kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan dan air putih


Wanita itu membungkuk, "Saya pelayan pribadi anda nyonya. Dita!"ucap Dita meletakkan makanan dan air yang di bawah di atas nakas samping ranjang


"Sebaiknya nyonya patuh terhadap tuan, jika nyonya tidak ingin membuatnya marah dan menyakiti nyonya. Tuan mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu mengakibatkan cedera kepala berat dan mengalami gejala psikologis, membuatnya Menjadi mudah marah Merasa cemas atau depresi


Mengalami gangguan pada ingatan dan konsentrasi"jelas Dita pelayan yang sudah lama bekerja dengan Mike


Dasha diam tidak merespon sedikitpun, "Silahkan nyonya menikmati sarapan anda. Tuan Mike berpesan jika anda tidak memakannya, maka tidak usah makan dan biarkan bayinya mati kelaparan"ucap Dita membungkukkan badannya lalu berbalik keluar dari kamar Dasha


****

__ADS_1


Morron corp


"Bagaimana keadaan Marsha?"tanya Mike berjalan keluar dari ruang meeting di ikuti oleh Lisa dan Gio


"Nona Marsha hari ini sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit"ucap Gio


"Selanjutnya apa?"tanya Mike, pertanyaan yang mengarah pada Lisa. "Anda sekarang hanya perlu memeriksa dokumen yang saya letakkan hari ini di meja kerja Anda"ucap Lisa


"Baiklah itu bisa di tunda. Gio! Antar aku ke rumah sakit"ucap Mike "Baik tuan"sahut Gio


****


Rumah sakit


"Bagaimana? Apa kau sudah merasa lebih baik?"tanya Mike di angguki Marsha dengan wajah polosnya


"Kata dokter aku sudah boleh keluar dari rumah sakit. Barang-barang ku sudah di kemas oleh temanku tadi saat datang menjenguk keadaan ku"ucap Marsha tersenyum manis semanis mungkin


"Aku tahu, aku datang menjemput mu dan mengantar kamu pulang"ucap Mike tersenyum tipis


Deg/ jantung Marsha berdetak kencang dengan wajahnya yang sudah memanas, memerah bak kepiting rebus. Mike yang melihat wajah merah Marsha meletakkan tanganya pada dahi Marsha "Kau demam? Tapi tidak panas, kenapa wajahmu memerah"ucap Mike mengerutkan dahinya


Blushhh....


Marsha memalingkan wajahnya, "Ekhem.. aku tidak apa-apa"ucap Marsha


Mike menghubungi Gio yang sedang mengurus biaya administrasi rumah sakit


"Tidak usah menyusul ke ruangan Marsha, aku akan turun. Kau langsung ke mobil jika sudah selesai"ucap Mike memutuskan panggilan tanpa menunggu Gio untuk berbicara


Mike mendorong kursi roda Marsha, "oh iya, bagaimana keadaan Dasha. Apa dia sehat? Makannya teratur gak? Aku harap kamu dapat mengerti dengannya, dia sangat manja di keluarga kami. Dia tidak terbiasa hidup keras"ucap Marsha dengan suara lembutnya. Marsha menyeringai. Berbicara seolah-olah sangat menyayangi Dasha


"Hidupnya sangat baik"ucap Mike singkat.


"Syukurlah"ucap Marsha bernapas lega, 'Sial, apa hidupnya benar-benar sangat baik. Mendapatkan suami kaya dan tampan, Bagaimana ekspresi wajah nya jika dia tau, suaminya tengah dekat denganku?'batin Marsha 'aku akan merebut posisinya sebagai nyonya morrone, Tunggu saja kau Dasha'batin Marsha tersenyum licik

__ADS_1


Gio sudah menunggu mereka tepat di depan rumah sakit 5 menit yang lalu.


Mike menggendong Marsha membantunya masuk ke dalam mobil dan Gio melipat kursi roda Marsha dan memasukkannya ke dalam bagasi


"Terima kasih"ucap Marsha pada Mike yang baru saja ikut duduk di samping nya, Mike mengangguk


"Tolong jangan mengantar ku ke kediaman darold"ucap Marsha menunduk sambil memainkan jarinya


Mike menatap Marsha, "Kenapa?"ucapnya "Kemarin aku menghubungi papa jika aku sedang bekerja saat di rumah sakit berkata Untuk sementara aku tinggal di rumah teman kerjaku. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir saat melihatku dalam ke adaan seperti ini"ucap Marsha pelan


"Kenapa kau sangat berbeda dengan wanita itu"gugam Mike samar-samar di dengar Marsha


"Kau bilang apa?"tanya Marsha, "Tidak, kau ingin di antar ke mana?"ucap Mike bertanya mengalihkan pertanyaan Marsha


****


Huek... Huekk..


"Kenapa sekarang aku jadi mual? Bukannya sebelumnya aku sangat jarang mual!"gugam Dasha merasa tidak nyaman pada perutnya. Dasha menatap


bathtub, ingin sekali rasanya Dasha berendam di dalam bathtub itu, tetapi rantai di kakinya tidak bisa sampai.


Mike mengambil ponselnya. Laptop nya pun entah kemana, mungkin di sembunyikan oleh Mike bajingan itu, pikir Dasha. Dasha hanya menghabiskan waktunya di atas ranjang di temani buah-buahan yang ia minta dari Dita. Meskipun sekarang dia putus asa, tetapi ia juga harus memikirkan bayinya, memberikan cukup nutrisi agar mereka sehat. Sudah puluhan kali dengan berbagai cara yang di lakukan Dasha untuk melepas rantainya, tapi tetap saja tidak akan terlepas. Rantai itu terbuat dari besi dan juga tebal, sangat kuat.


"Maafkan mama ya sayang! Kalian harus kuat menemani mama, sampai kalian lahir"ucap Dasha mengelus perutnya yang sudah mulai membesar


Kaki Dasha sangat tidak nyaman dan sakit. Rantainya menyiksa Dasha tidak bisa berbuat apa-apa.


'aku harap ke tiga manusia itu tidak mengecewakanku'batin Dasha mengingat ke tiga temannya, yang mungkin sudah berada di italy


Bersambung...


@putri_saefe


Thank you for faithfully reading DASHA TARAN until now, have a nice day. And don't forget to leave a trace

__ADS_1


__ADS_2