
Saat ini Dasha Dan Mike berada di ruang keluarga setelah makan siang, mereka menonton film action di temani snack-snack yang Dasha beli bersama Mike tadi sore.
Mike menatap Dasha yang Duduk bersandar di sofa sambil ngemil dan matanya fokus ke layar TV.
"Sayang!.." ucap Mike
"Hm" gugam Dasha tanpa menoleh.
Mike berbaring menjadikan paha Dasha bantal, menghadap perut Dasha. pria itu memainkan ujung hidungnya di perut Dasha.
"Bangun" pinta Dasha, Mike malah memeluk pinggangnya.
"Mau babymoon?" tanya Mike, "Where?" tanya balik Dasha menatap Mike yang masih memeluknya.
"Korea?" ucap Mike, "gak, kamu aja" malas Dasha pasalnya Dasha sudah sering ke Korea, jadi tidak membuatnya tertarik.
"Pake aku kamu, jangan lagi saya anda. gak enak kalau sampai di dengar orang lain, kita suami istri." ucap mike 'aku juga gak enak dengernya' batin Mike.
"Sudah pernah ke Korea?" tanya Mike di angguki Dasha.
"Indonesia? New York? Japan? Swi..." ucap Mike terpotong, "Ke rumah daddy aja, nginap beberapa hari" ucap Dasha.
"Really?" ucap Mike bangkit.
"Tapi perut aku sudah keliatan" ucap Dasha, "Jangan pedulikan masalah kandunganmu, katakan saja jika Kita sebelumnya sudah menjalin hubungan" ucap Mike.
"Tapi bayi ini bukan anakmu!" ucap Dasha,
Deg/
Mike sepertinya melupakan kenyataan.
"Tidak masalah, aku akan mengakuinya sebagai darah dagingku. mereka akan menggunakan marga morrone." ucap Mike.
"No, kau hanya bisa menjadi ayahnya sampai usianya 5 bulan di dalam perutku. Ingat Mike Kita bukan suami istri sungguhan." ucap Dasha
__ADS_1
"Apanya yang tidak sungguhan Dasha morrone? kau istri sahku secara hukum maupun agama." ucap Mike menahan emosi.
"Kalau begitu kita nanti cerai secara sah lewat hukum dan agama" ucap Dasha santai.
"SUDAH KU BILANG, AKU TIDAK INGIN BERCERAI.." marah Mike, ia berdiri.
"TAPI SAYA INGIN, INGIN BERCERAI" ucap Dasha Tak kalah keras
"Kau masih tidak menerimaku, apa hatimu terbuat dari batu ha?" ucap Mike mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Ya!!.. Kau baru tahu" kekeh Dasha,
"Kau ingin membesarkan mereka tanpa seorang suami? Apa kau tidak Berpikir bagaimana perasaannya nanti. ia akan di juluki anak haram." Jelas Mike.
"Tidak perlu mengingatkanku, bukankah kamu juga sebelumnya mengatakan anakku anak haram, bahkan kau yang pertama." ucap Dasha.
Mike diam, tiba-tiba ia meninggalkan Dasha, pria itu masuk ke dalam kamar.
BLAM...
PRANG!...
PRANG!..
mereka sama-sama melampiaskan amarah, Dasha yang di ruang keluarga membanting vas bunga, sedangkan Mike meninju cermin.
"Sialan bajingan"
"Dasar keras kepala"
Maki mereka bersamaan di tempat yang berbeda.
Para pelayan sudah beristirahat di rumah belakang, tidak ada yang mendengar pertengkaran mereka.
Dasha luruh ke lantai.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak ingin terlalu lama denganmu. Aku takut, takut jika terbiasa dan jatuh hati denganmu" gugam Dasha gemetar.
Hiks.. Hiks
Akhirnya air mata Dasha kembali keluar.
"Tidak, hiks hiks.. aku tidak ingin merasa Kehilangan saat aku sudah jatuh cinta. aku tidak mau jatuh cinta, hiks.. hiks." ucap Dasha gemetar menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dasha menunduk memeluk perutnya, menggigit kuat bibir bawahnya, ia gemetar menangis diam.
"i hate it, damn it.. AHRKK... " teriak Dasha emosinya tidak terkontrol.
PRANG... PRANG!
Dasha menyapu isi meja dengan tangannya, melempar apapun benda-benda sekitasnya, ia menggila bahkan matanya memerah akibat menangis.
HAP...
Mike memeluknya dari belakang, menghentikan amukan Dasha.
"LEPASKAN!" teriak Dasha memberontak.
"Tidak, tenangkan dirimu" ucap Mike masih memelek tubuh Dasha.
"Aku bilang lepaskan!" teriak Dasha terengah-engah, Mike tiba-tiba mengusap lembut perut Dasha.
"Mereka akan terluka" ucap Mike lembut, ia dapat merasakan tubuh Dasha gemetar.
Mike tidak bisa membayangkan jika ia tidak turun, tadinya ia hendak meminta maaf, ia tidak menyangka baru saja membuka pintu kamar ia sudah mendengar teriakan histeris Dasha.
"Tenanglah sayang, jika kau begini mereka akan ketakutan. kau tau? jika ibu senang maka bayi di dalam kandungan akan merasa senang dan sebaliknya." Bisik Mike lembut.
"Maaf, maafkan aku." ucap pelan Mike ikut gemetar.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
'otak gw tertekan' batin author