
'Jangan sampai Mike bekerja sama dengan Daddy, aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengannya saat kita bercerai.' batin Dasha mengelus Kitty
"Sayang, kau melamun?" ucap Mike.
"Gak" decak Dasha.
"Oh ya, bagaimana kuliahmu?" tanya Taran pada anak sambungnya itu.
Dasha diam, Mike yang menyadari respon Dasha angkat bicara.
"Kata dokter, Dasha tidak boleh banyak pikiran dan kelelahan. Jadi aku menyuruhnya berhenti untuk sementara waktu. Apalagi ini kehamilan pertamanya." jelas Mike meletakkan tangan besarnya di atas perut Dasha.
Dasha hanya memutar bola matanya malas. 'Sandiwara busuk' batin Dasha.
"Jadi bagaimana dengan beasiswamu Dash?" tanya Shana pada putri sulungnya.
"Mati!!.." singkat Dasha.
"Tanpa beasiswa kau masih bisa kuliah sayang! Jangan lupa kau punya suami yang tidak kekurangan uang" ucap Mike, kedua mertuaNya hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Di manapun kau mau kuliah, aku tidak keberatan asal kita tetap bersama. Jika kau ingin kuliah di New York atau di London maka kita akan pindah ke sana." lanjut Mike
'Cih, kau pikir aku kekurangan uang?' batin Dasha sebal.
"Terima kasih Mike, saya sungguh lega dan bersyukur Dasha mendapatkan suami sepertimu. Tapi saya harap jangan terlalu membatasiNya, dia sangat suka kebebasan. Kalau tidak di usianya yang masih muda akan merasa sangat terbebani atas pernikahan kalian. Jangan jadikan alasan pernikahan menjadi benteng impianNya. Asalkan Dasha tidak melewati batas." ucap Taran
"Jika dia membuatmu marah jangan bertindak kasar. Bicarakan dengan baik-baik." ucap Shana.
__ADS_1
Deg/
Ucapan mertuanya bagaikan ombak yang menghantamNya kuat. Apa yang harus dia lakukan jika sikapnya sebelumnya sangat kasar diketahui oleh mereka berdua. mungkin detik ini juga Taran akan menghajarnya jika mengetahui kebenarannya.
Dasha yang mendengar perkataan orangtuanya sangat terharu, dia diam tidak sanggup untuk membuka suara, berusaha santai walau sebenarnya dia sangat ingin menangis memeluk kedua orangtuanya jika saja Mike tidak ada.
"Dia hanya akan memberontak jika kau bersikap keras. Sifat keras kepala sudah mendarah daging dalam dirinya." ucap Taran pada Mike yang dari tadi diam-diam menghanyutkan.
"Suami yang sabar seperti Daddy termasuk langkah, Daddy kalau marah paling cuman ngoceh ceramahin mommy sama Dasha, adik-adik juga, gak ringan tangan. Beda lagi ceritanya suami di luaran sana dikit-dikit angkat tangan, contohnya papanya Disha." ucap Dasha melirik sinis Mike.
Glek/
Mike menelan saliva kasar
"Hhhhhh.." tawa Taran dan Shana bersamaan.
"Daddy perhatikan justru kau yang melakukan kekerasan pada suamimu" kekeh Taran.
"Saya berjanji akan menjadi suami langka dan menyayangi Dasha" ucap Mike tersenyum membawa Dasha ke pelukannya.
"Sudah tugasmu" ucap Taran dan Shana bersamaan.
Dasha memutar bola matanya malas.
Pukul 07:31 PM
Satu keluarga berkumpul di meja makan menikmati makan malam bersama-sama.
__ADS_1
"Makasih mom, udah masakin Dasha solyanka" girang Dasha menyantap makanannya.
(solyanka)
"Sama-sama sayang, apasih yang gak buat calon cucu mommy" ucap Shana.
Mike hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Dasha yang jarang sekali dia bisa menyaksikannya.
"kak Dasha lebay..." ucap Kevin.
"Nyenyenye, I don't care" ucap Dasha dengan nada menyebalkannya.
"Sudah-sudah jangan ribut di meja makan" ucap Taran.
BERSAMBUNG....
mohon dukungannya
Vote
komen
like
Thanks for watching, eh maksudnya Thank you for reading.
__ADS_1
ig@putri_saefe