
"Terserah kau, berapa yang bisa kau bayar!"ucap Dasha
"Aku akan memberikanmu cek, terserah berapa yang kau inginkan"ucap Mike beranjak dari ranjang masuk ke kamar mandi
Dasha duduk di meja rias, memakai skincare pada wajahnya dan juga handbody pada tubuhnya
Selang beberapa menit Mike keluar dari kamar mandi.
Klekk..
Mike melihat pakaian yang dikenakan Dasha, "Sebelum pergi buatkan aku sarapan dan juga bersihkan kamar ini"ucap Mike
"Kenapa aku? Kau kan yang ingin sarapan jadi buatlah sendiri atau suruh asistenmu Gio. Dan soal kamar, aku bisa membereskannya setelah aku pulang."ucap Dasha
"Jangan membuatku memaksamu, jika kau tidak ingin menyakiti bayimu"ucap Mike melirik perut Dasha
'Sial, jika aku tidak hamil kau pikir aku takut melawanmu?'batin Dasha memutar bola matanya malas
Dasha beranjak dari kursi meja riasnya, mengambil tasnya dan ponselnya lalu keluar kamar menuruni tangga menuju dapur
Dasha membuat 1 porsi nasi goreng untuk Mike menyajikan nya di atas meja bersama air putih.
Tap tap tap
Mike menuruni tangga menghampiri meja makan. Mike berdecak kesal Saat mengedarkan pandangannya tidak melihat dasha. "Tidak sabaran sekali wanita itu menghampiri kekasih gelapnya"ucap Mike berpikir bahwa Dasha pasti membuat janji dengan Nicho
****
Bruk..
Dasha menabrak seseorang di depannya "Eh.. maaf tuan saya"ucap dasha terpotong saat pria di depannya berbalik
"Dasha"ucap Mark sedikit terkejut "Tuan Mark, astaga maaf aku tidak sengaja, aku terlalu fokus dengan hasil USG ku"ucap Dasha menunjukkan Hasil USG nya
"Kau datang memeriksa kandunganmu?"tanya Mark menatap perut Dasha "kau sendiri?"tanya Mark lagi
"Iya. tidak mungkin Mike menemaniku kan?"ucap Dasha tertawa kecil "Apa kau sudah baikan?"ucap Dasha lagi
"Aku sudah sembuh. Oh iya, aku ingin mentraktir mu sebagai ucapan terima kasih, waktu itu kau menolongku. and jangan memanggilku dengan embel-embel tuan"ucap Mark
"Tidak usah, aku tidak meminta balasan"ucap Dasha "Dan aku tidak terima penolakan"ucap Mark
__ADS_1
****
"Bagaimana, kau suka?"tanya Mark di angguki Dasha yang sedang makan dengan lahap
"Pelan-pelan, tidak ada yang merebut makananmu"ucap Mark tertawa kecil.
"Oh iya apa kau mempunyai kekasih?"tanya Mark sambil memakan makanannya, "Tidak, aku tidak pernah menjalin hubungan seperti itu"ucap Dasha santai
Uhuk huk..
"Kau serius? Lalu bagaimana bisa kau hamil"ucap Mike tak percaya, Dasha menaikkan bahunya "Apa kau percaya aku hamil dengan hanya melakukannya 1 kali. Aku tidak tau siapa pria itu"ucap Dasha
"Dan kau mempertahankan janinmu? Luar biasa kau wanita yang hebat"puji Mark, "anak ini tidak bersalah"ucap Dasha mengusap perutnya
"Kenapa kau memujiku? Tidakkah kau merasa jijik. Kau seharusnya membenciku, aku menipu temanmu menikahinya dalam keadaan hamil?"ucap Dasha. Mark tersenyum "I don't know, Aku merasa tidak bisa membencimu. Di dalam pikiranku kau wanita yang baik"ucap Mike meneguk minuman nya
"Oh iya, setelah ini kau akan langsung pulang?"tanya Mark, Dasha menggeleng "aku ingin ke supermarket membeli susu ibu hamil dan beberapa makanan ringan, dan juga buah"ucap Dasha
"Biar aku yang mengantarmu ke supermarket. kau sedang hamil, harus ada yang menemanimu keluar, lain kali kalau kau ingin keluar ajak temanmu atau pelayan"ucap Mark
"Tunggu sebentar, aku akan membayar makanannya"ucap Mark beranjak dari kursinya
"Dasha?.. "ucap seorang wanita menghampiri meja Dasha. Dasha mengangkat pandangannya menatap santai wanita di depannya
Wanita itu terjatuh ke belakang seolah-olah di dorong oleh Dasha. Dasha menatapnya bingung menaikkan alisnya 'ada apa dengannya'pikir Dasha
"Hiks hiks, kenapa kau mendorongku. Aku hanya ingin menyapamu, Kakak hanya ingin menanyakan kabarmu. Sejak kamu menikah kau tidak pernah menjenguk Kami, tidak pernah datang kerumah."ucapnya menunjukkan wajah tersakiti layaknya memerankan peran yang sedang di tertindas
Pandangan pengunjung restoran mengarah pada dasha dan wanita yang tengah duduk di lantai menunjukkan wajah yang menyedihkan
"Apa gadis itu tidak punya perasaan, dia mendorong kakaknya sendiri astaga. Kau dengar gadis yang di dorong itu kakaknya sendiri, jahat sekali. Mungkin gadis itu menikahi pria kaya jadi melupakan keluarganya yang sudah membesarkannya"ucap mereka memojokkan Dasha
Dasha yang mendengar cemohan-cemohan mereka mengepalkan tangannya.
Tap Tap Tap...
Dasha berjalan perlahan menghampiri kakak tirinya Marsha, menatap Marsha dengan seringaian
Mark yang melihat keributan itu, menghampiri Dasha dan Marsha "Bukannya kau sendiri yang terja..?"ucap Mark terpotong oleh isyarat dari Dasha untuk diam
Dasha membantu Marsha berdiri lalu mendorongnya dengan kuat
__ADS_1
Bruk...
Dasha kembali melangkah mendekati marsha, membungkukkan badannya lalu mengangkat dagu Marsha dengan jari telunjuknya, "Kau lupa? Siapa aku? Jangan coba-coba membuat api, jika kau saja tidak mampu memadamkannya"ucap Dasha memiringkan kepalanya menatap Marsha dengan senyumannya
Dasha berbalik menghampiri Mark. menghiraukan cemohan-cemohan yang di tujukan padanya
Marsha bangkit, "Tunggu, bukannya suamimu bukan dia, kenapa kau bersama pria lain?"ucap Marsha menyeringai "Kau selingkuh? Kau baru saja menikah dan sudah bermain dengan pria lain, jangan mempermalukan nama baik keluarga, Dasha."ucap Marsha. Dasha mengerutkan kan dahinya menatap Marsha
"Jaga ucapanmu"sertak Mark marah dengan ucapan Marsha. "kalau iya kenapa, kau keberatan?"ucap Dasha menaikkan alisnya. "Ayo, jangan pedulikan dia"ucap Dasha menarik tangan Mark keluar restoran
Marsha mengepalkan tangannya menatap punggung Dasha dengan penuh kebencian
"Kenapa kau tidak membantah nya. Jelas-jelas tadi aku melihatnya jatuh sendiri"ucap Mark menghidupkan mobil nya dengan perasaan kesal.
Dasha mengedikkan bahunya "Percuma membela diri. Orang-orang menilai apa yang mereka liat. Asal kau tau aku akan mengiyakan dan melakukan apa yang mereka tuduhkan padaku"ucap Dasha memasang seatbelt
"Walaupun sebelumnya kau tidak melakukannya?"ucap Mark. Dasha berdehem mengiyakan ucapan Mark
"Why?"ucap Mark menoleh menatap Dasha sekilas lalu kembali menatap ke depan mengendarai mobilnya
"Seperti yang ku katakan barusan. Percuma membela diri, mereka menilai apa yang di lihatnya. Jadi aku lebih suka membuktikannya dari pada membantah suatu tuduhan"ucap Dasha
"Bukannya caramu itu akan merugikan dirimu sendiri? Dan tidak menyelesaikan masalah. Orang-orang akan berpikir kau buruk"tanya Mark mengetahui sisi lain Dasha, istri sahabatnya
"And i don't care. Aku tidak peduli pemikiran mereka terhadapku"ucap Dasha santai. Mark menggelengkan kepalanya heran dengan jalan pikiran wanita di sampingnya
"Sepertinya kedepannya aku harus berhati-hati menebakmu"kekeh Mark
"Dasar Bodoh"gugam Dasha
"Wanita pembuat masalah itu saudaramu?"tanya Mark, "Dia anak papaku dari istri pertama papaku, Hmm usiaku dan usianya hanya berselisih 14 bulan"ucap Dasha
"Seperti nya menyenangkan mempunyai teman sepertimu"ucap Mark melirik Dasha
"Kita bisa berteman, sepertinya kau bisa di manfaatkan"ucap Dasha membuat Mark tertawa kecil menggelengkan kepalanya
"Jadi kau ingin berteman denganku hanya ingin memanfaatkan ku?"tanya Mark, "maybe"ucap Dasha mengedikkan bahunya
Bersambung.....
Beri author masukan jika ada kesalahan penulisan. Jika kalian mengomentari kesalahan author, author sangat senang dan berterima kasih.
__ADS_1
@putri_saefe