
Mike memakan habis sepiring mangga muda, Dan Dasha Duduk bersila di atas sofa sambil memangku bantal dan laptopnya di atas bantal.
'Lidahku masih sedikit terasa pahit' Batin Mike, ia menatap Dasha yang serius pada laptop di pangkuannya.
Glek/
Mike menatap bibir Dasha penuh minat. "Aku sangat ingin... sudah lama aku tidak merasakannya" Gugam Mike
Sepertinya Mike melupakan tujuan awalnya pulang lebih cepat :v
Dasha meregangkan tangannya ke atas Dan kedepan dan..
Krekk..
Jari-jari Dasha berbunyi. Dasha menatap layar ponselnya, "Tidak terasa aku menulis selama 2 jam" Gugam Dasha
Dasha mematikan Dan menutup leptopnya meletakkan di sisi sofa yang Tidak ia duduki.
Dasha yang langsung berdiri dari sofa tiba-tiba luruh kelantai. Mike yang dari tadi Duduk bersandar di kepala ranjang memainkan ponselnya sambil memperhatikan pergerakan Dasha.
"Bodoh" Gugam Dasha beranjak dari ranjang menghampiri Dasha.
"Apa isi kepalamu? Apa kau tau, Duduk bersila terlalu lama dapat menghambat dan menghentikan aliran darah untuk sementara sehingga oksigen didalam darah ikut berhenti akibatnya otot jari kaki menjadi kram dan terasa nyeri. Otot jari jari kaki akan mengalami ketegangan dan mati rasa. Dan terlebih lagi kakimu juga masih belum sepenuhnya sembuh, kau juga tengah hamil, kau bisa menyakiti bayimu." Ucap Mike panjang lebar, Dasha menatap bingung Mike. 'Apa ini termasuk kepedulian kepada sesama manusia?' Batin Dasha, Mike menggendong Dasha ke ranjang.
"don't do it again" Ucap Mike menidurkan Dasha di atas ranjang.
"Hei.. saya tidak ingin tidur dan kaki Saya Tidak mati rasa lagi" Ucap Dasha saat Mike hendak menyelimutinya.
__ADS_1
"yak.. Apa yang anda lakukan" Pekik Dasha reflex mengalungkan tangannya di leher Mike.
Mike menggendong Ala bridal style Dasha keluar Kamar, Menuruni tangga menuju meja makan.
Pelayan yang menyaksikan ke akuran tuan Dan nyonya mereka ikut bahagia.
"Apa kepala anda kemasukan air?" Ucap Dasha menatap Mike yang masih menggendongnya.
"Cepat turunkan Saya, anda tidak malu di lihat mereka (pelayan)" Ucap Dasha melirik sekitar.
"Kemana anda membawa Saya?" Ucap Dasha
"obey, don't be stubborn." Ucap Mike
"Siapa yang keras kepala siapa" Cibir Dasha, Mike menurunkan Dasha di kursi meja makan.
"Makan, setelah ini saya ingin berbicara sesuatu denganmu" Ucap Mike.
"Katakan saja apa yang ingin kau katakan sekarang" Ucap Dasha mengisi piringanya.
"Apa?" Ucap Dasha risih, Mike menatapnya.
Dasha melirik piring Mike yang masih kosong, Dasha mengerti. "Ck, Apa anda tidak punya tangan" Ucap Dasha tetap saja mengisikan piring Mike. (Ngertiin aja mbak, suaminya lagi ngidam xixi)
Saat tengah menikmati makan siang, salah satu pelayan menghampiri Mike.
"Tuan John Ada di ruang tamu tuan" Ucap pelayan
__ADS_1
"Dia sudah datang?. Saya akan menemuinya" Ucap Mike meneguk segelas air putih menyudahi acara makan siangnya.
Dasha melirik sekilas Mike lalu melanjutkan memakan makananannya, toh bukan urusannya tidak perlu ikut menyapa tamu Mike.
'Nama John pasaran sekali' Batin Dasha tertawa kecil.
"Apa yang kau tertawakan?" Ucap Mike mengerutkan keningnya. "Nothing" Singkat Dasha mengambil gelas Dan meneguk habis isinya (air putih).
"Sudah selesai, kau kenyang?" Tanya Mike menatap Dasha Dan melirik piring Dasha yang sudah bersih.
Melihat Dasha yang berdiri, Mike dengan cepat meraih tubuh Dasha Dan kembali menggendongnya.
"Sudah ku katakan saya bisa jalan sendiri" Kesal Dasha.
"Dan sudah ku katakan menurutlah, jika kau terus berjalan sebelum luka kakimu benar-benar sembuh akan memakan waktu untuk pemulihatnya" Ucap Mike melangkah ke ruang tamu.
"yak.. kenapa anda membawa saya ke arah ruang tamu, saya ingin kembali kekamar" Pekik Dasha. Telinga Mike benar-benar di uji oleh Dasha.
'Maaf' Batin Mike menatap Dasha, entah Apa maksudnya.
BERSAMBUNG.....
Tinggalkan jejak:v
satu dukungan dari kamu, membuat author bahagia melebihi di tanyain kabar gebetan😄
Dan lebih bahagia lagi kalau kalian meninggalkan saran dan kritikan, itu akan membuat saya lebih memperbaikinya🤗
__ADS_1