
"John?" Ucap Dasha saat Mike menurunkan di sofa dan pria itu duduk di sampingnya.
"How are you?" Ucap John.
"buruk" Ucap Dasha melirik sinis Mike. John tertawa kecil mendengar jawaban Dasha yang lebih ia kenal sebagai berlian Leon sepepunya.
"do you know each other?" Ucap Mike menaikkan sebelah alisnya (Padahal dah tahu:v)
John memutar bola matanya malas.
"you can say that. Saya mengenalnya karena dia sepupu Leon." Ucap Dasha.
John mengulurkan tangannya, "Johnathan Horowitz, Teman dekat suamimu." Ucap John menarik kembali tangannya, Dasha tidak berniat membalasnya.
"Ck, Untuk apa? tidak perlu mengingatkan nama pasaranmu itu". Decak Dasha, "Aku ingin berkenalan sebagai teman Mike" Cengir Leon.
"Oh iya, bukannya nama kamu Dasha Taran, Tapi Mike mengatakan padaku jika namamu Dasha Darold. Aku kira orang yang berbeda, ternyata 1 orang 2 nama" Ucap John melirik Mike.
Dasha menghela nafas
"Manson Darold ayah kandung Dasha Taran, Dan Taran ayah sambung Dasha Taran dan suami ibu kandung Dasha Taran." Ucap Dasha dengan satu tarikan nafas, sangat cepat.
"Dasha Taran Dasha Taran Dasha Taran, Aku serius Dasha morrone." Ucap John. Dasha memutar bola matanya malas.
"Ck, Jika kau tidak mengerti yang ku katakan tadi, ya sudahlah..." Ucap Dasha santai mengangkan bahunya acuh.
"Lalu mengapa mereka tidak datang di pesta pernikahan?" Tanya Mike, "Tanyakan pada Manson Darold." Ucap Dasha.
__ADS_1
"Ekhem... Maaf Dasha, kau sebelumnya tidak pernah bersama dengan Mike dan pertemuan pertama kalian saat kalian akan menikah di hari itu juga. Apa dia anak Leon?" Ucap John melirik perut Dasha yang sudah mulai menonjol.
Mike melotot, menatap tajam John.
"Maybe" kekeh Dasha. Tentu saja Mike tidak percaya.
'Anak Mike' Lanjut Dasha dalam hati, melirik sekilas Mike.
"Kita bahas masalah kerjaan di kantor saja, kau boleh kembali" Ucap Mike cepat. sebenarnya tujuannya memanggil John bukan urusan pekerjaan, ia hanya ingin mempertemukan Dasha untuk mendengar pengakuan dari Dasha sendiri.
"Siapa yang mau membahas pe.." ucap John terpotong "Antar tuan John" Pinta Mike memotong ucapan John.
***
Kamar Mike & Dasha
"Besok kau ikut aku ke kantor, Dasha. Di ruanganku juga ada kamar kau bisa istirahat di sana jika lelah." Ucap Mike bersikeras, Bukan tanpa alasan, pria itu juga bingung ingin terus di dekat Dasha tetapi pekerjaannya juga tidak boleh ia tinggalkan.
"I do not want to" Ucap Dasha tetap tidak mau. "Anda tidak membiarkan Saya jalan, Lebih baik Saya di sini saja dari pada harus keluar Dan di gendong seperti orang yang ingin mati saja, Saya tidak sakit parah" Ucap Dasha.
"Aku akan membebaskanmu mengunjungi Laura Taran adik kesayanganmu itu jika kau menurut. Aku hanya memintamu menemaniku kerja, bukan untuk memakanmu. Tapi jika kau tidak keberatan, dengan senang hati aku akan melakukannya." Seringai Mike menatap Dasha.
"BRENGSEK... KAU TIDAK TAHU MALU" teriak Dasha.
Ahk...
PRANG...
__ADS_1
PRANG
Dasha melempar teko kaca dan gelas ke lantai. Mike yang melihatnya melotot kaget.
arhk....
Dasha menjambak rambutnya gila.
Grep..
Mike memeluk Dasha, berusaha menenangkannya. "Calm down, what's the matter with you? I'm sorry." ucap Mike mengusap punggung Dasha dalam pelukannya.
Dasha merasa sedikit tenang
"You can get hurt and hurt your baby too." ucap Mike menuntun Dasha ke ranjang, ia mendudukkan Dasha di pinggir ranjang dan ikut duduk, Dasha bersandar di dadanya.
"please turn off the light" ucap Dasha, pandangannya kosong.
Jika saja bukan hormon kehamilannya, Dasha tidak secepat itu lepas kendali Dan di saksikan oleh Mike. Dasha tidak menangis sedikitpun, ia hanya menatap kosong ke depan.
'Apa yang kau sembunyikan? Apa kau sering seperti ini? Apa luka di betismu perbuatanmu sendiri, Arhk...' Batin Mike ikut gila memikirkannya.
(masih banyak yang belum kau tahu tuan Michelle morrone:v)
BERSAMBUNG...
tinggalkan jejak, saran, Dan kritikan jika Ada kesalahan:v
__ADS_1
kakak RISMA, Thank you for the enthusiasm, I really appreciate it❤️ Dan buat teman" pembaca lain Thanks for the enthusiasm🤗❤️