
Morrone corp
"Bagaimana penyelidikanmu?" Tanya Mike menatap Gio, Gio berdiri di depan meja kerja Mike yang Ada di ruangan CEO atasannya itu, ia menatap tuannya yang Duduk menunggu jawaban darinya.
"Nyonya Dasha ternyata selalu menggunakan marga Taran, nama ayah sambungnya. Nyonya di kenal sebagai Dasha Taran bukan Dasha Darold marga ayah kandung nyonya. Nyonya tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Dasha Darold, kecuali saat ini. Nyonya memakai marga tuan Manson menikah dengan anda. Dan nyonya Dasha jarang sekali menginap di kediaman Darold" jelas Gio
"nyonya sebenarnya tidak akur dengan keluarga ayah kandungnya. Bahkan Nona Disha adik kandung nyonya tidak begitu dekat dengan nyonya, Dan sebaliknya, nyonya sangat dekat dengan adik-adik tirinya, Dan kemarin orang suruhanku mengatakan jika adik nyonya yang bernama Laura Taran, menangis karena nyonya sudah lama tidak menemuinya." jelas Gio.
"Bagaimana kesehariannya?" Tanya Mike.
"Ekhem... Nyonya memiliki 3 teman yang bisa di bilang sangat dekat. Bahkan orang-orang di sekitar mereka dapat menilai kedekatan Mereka."ucap Gio, "Leonard Horowitz?"ucap Mike di angguki Gio.
"Dan juga Nicholas Dan Bella Hadid. Mereka sering bersama Dan berkumpul di D'club Dan juga apartment Leonard." ucap Gio menatap Mike yang tiba-tiba mengubah ekspresinya.
"Ekhem... nyonya sering terlihat di D'club karena nyonya pemilik aslinya. Saya bahkan tidak menyangka tuan, Nyonya Dasha melampoi keluarganya sendiri. Bahkan keluarganya tidak Ada yang tahu jika nyonya pemilik D'club yang saat ini cabangnya di buka di Milan." ucap Gio, Mike terkejut mengetahui jika pemilik D'club, salah satu club ternama bergengsi adalah Dasha, itu berarti kekayaan Dasha sebanyak 50% dari 100% kekayaannya tapi jika Dasha memiliki aset lain seperti saham di perusahaan, maka sudah Mike pastikan kekayaan Dasha bisa saja hampir setara dengan kekayaannya.
"Apa Dasha memiliki saham di luar sana?" Tanya Mike di angguki Gio.
"Nyonya memiliki saham di beberapa perusahaan dari yang kecil ke terbesar, tapi nyonya tidak memiliki saham di morrone corp hanya saja Leonard..." ucap Gio terpotong, "Saya Tau Leonard memiliki saham di morrone corp, sudah pasti Saya akan mengetahui siapa-siapa pemegang saham di perusahaanku" ucap Mike di angguki Gio.
'Pantas saja wanita itu dengan gampangnya mengajukan perjanjian kontrak bodoh itu'batin Mike.
Blam...
__ADS_1
Mark membuka pintu dengan keras. "Hi how are you, Mike." cengir Mark, Mike menatapnya malas.
"Kau bisa lanjutkan pekerjaanmu Dan jangan berhenti mencari tahu tentangnya." pinta Mike. Gio keluar meninggalkan Mike Dan Mark.
"Siapa?" Tanya Mark menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
"Secret" ucap Mike. Mark memutar bola matanya malas.
"Oh iya, apa nyonya morrone mengakui jika aku ayah bayinya?" kekeh Mark menebak, ia sudah tahu bagaimana karakter sifat wanita itu.
"Bagaimana kau tahu?" Mike menatap curiga Mark, apa benar Mark temannya ini yang menghamili Dasha?.
"Bhuahahaha..." Tawa Mark pecah bahkan sudat matanya berair, "stupid, apa kau percaya? Dasha wanita bodoh itu, ck.. kau mengenal Marsha Darold bukan?" Tanya Mark di angguki Mike.
"Apa maksudmu?" ucap Mike sedikit meninggi pasalnya ia merasa tersindir.
"Saat di restaurant penates, ahk... Wanita ular itu benar-benar membuatku kesal, ingin sekali aku merusak wajahnya." Kesal Mark mengingat kejadian itu.
"too the point" Ucap Mike berdiri Dari kursi meja kerja nya Dan Duduk di sofa yang sama dengan Mark.
"Gini ya.. Michelle morrone, saat itu aku Dan Dasha makan malam di restaurant penates.." ucap Mark terpotong, "Makan malam? dengan Dasha?" ucap Mike menatap tajam Mark.
"Sialan, jangan memotong ucapanku, kau cukup dengarkan saja. Jika kau tidak bisa diam, aku tidak akan menjelaskan apapun." ucap Mark tidak mempedulikan tatapan Mike.
__ADS_1
"Iya, saat itu Dasha sangat ingin masakan Italy Dan di masak langsung dengan manusia Italy." kekeh Mark.
Jika saja Mike tidak ingin mendengar penjelasan, Sudah pasti ia akan memelintir leher temannya ini.
Mark terengah engah saat selesai menceritakan drama yang ia nonton secara langsung saat di restaurant penates.
"Jadi saat kau mengatakan, jika kau mengetahui tentang Dasha dari Marsha, Aku sudah pastikan 100000% ia membalikkan Fakta" ucap Mark menatap Mike.
Apa selama ini ia salah?, pikir Mike.
"Iya kau salah besar" ucap Mark seolah mengetahui isi pikiran Mike.
"Jangan menambah lukanya, dia sudah terluka cukup dalam. Aku takut kau akan menyesal, Dasha adalah wanita yang sebenarnya sangat sangat baik, kau hanya belum mengenalnya." ucap Mark serius
"Dari awal sebelum aku menikah, aku sudah mengatakan jika aku akan menerimanya walaupun iya sudah tidak perawan, karena aku mengerti jarang sekali Ada perempuan yang masih virgin bahkan Ada yang masih Duduk di sekolah menengah pertama sudah melakukan se* bebas. Tapi aku tidak bisa menerima wanita itu mengandung anak pria lain." ucap Mike.
"Anak itu tidak salah apa-apa, ia masih suci. cobalah untuk menerimanya, Tapi aku takut kau sudah terlambat, Dari awal Dasha juga tidak ingin menikah bahkan jika aku memanggilnya nyonya morrone dia sangat kesal. Bahkan Kita bisa langsung Tau jika Dasha tidak seperti Wanita-wanita lain yany sangat ingin menyandang status Nyonya morrone." ucap Mark.
"Selama aku mengenal Dasha, aku sudah tidak melakukan se* bebas." gugam Mark samar-samar terdengar Mike.
Mike tiba-tiba beranjak keluar meninggalkan Mark.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo ya ya..!!!