Dasha Taran

Dasha Taran
Masa lalu Dasha


__ADS_3

Mike menggendong Dasha Ala bridal style menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Tidur, kau harus istirahat sayang." ucap Mike lembut, menyelimuti lalu mengusap kepala Dasha, Dasha menatap kosong Mike, perlahan menutup matanya.


Mike menatap Dasha yang sudah tertidur, nafasnya teratur menandakan wanita itu terlelap.


"Ada apa denganmu? sudah Dua Kali kau begini bahkan lebih parah dari sebelumnya" gugam Mike menatap sendu istrinya.


"aku harus menghubungi Gio, menanyakan penyelidikannya." gugam Mike beranjak, keluar kamar menuju ruang kerjanya.


***


Ruang kerja Mike


Selama Dua minggu ini, Gio sudah mendapatkan informasi masa kecil istri tuannya.


"Saat usia nyonya 5 tahun, nyonya pernah di lempar oleh tuan Manson sampai 5 meter. Dari penyelidikan saya, nyonya di lempar karena melukai adiknya yaitu nona Disha Tapi ternyata bukan nyonya yang melukai Nona Disha Tapi teman-teman nyonya Dan Nona Disha sendiri saat mereka bermain. Sejak berusia 4 tahun nyonya sudah sering menyaksikan pertengkaran orang tuannya. Saat Duduk di bangku sekolah Dasar Nyonya tinggal bersama neneknya ibu dari ibunya dan Nyonya sekolah menengah pertama kelas 1 di ayah sambungnya Dan saat naik kelas 2, nyonya pindah sekolah dan tinggal bersama tuan Manson. Sampai lulus sekolah pertama, nyonya masih tinggal di kediaman Darold Dan saat masuk sekolah Menengah akhir, Nyonya mulai menjadi pemborontak. Nyonya jarang sekali pulang Dan sering ikut balapan di luar sana. Nyonya sering bertengkar dengan tuan Manson yang berakhir nyonya di pukuli oleh tuan Manson. Di sekolah nyonya mempunyai banyak prestasi tetapi juga sering bolos dan melanggar aturan sekolah bahkan nyonya sering meminta paksa uang teman sekolahnya." jelas Gio dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Sudah, hentikan penyelidikanmu aku ingin Dasha sendiri yang mengatakannya yang belum aku tahu. Kau bisa kembali, bulan ini kau akan mendapatkan bonusmu." ucap Mike

__ADS_1


Kini Mike sudah kembali ke kamar di mana Dasha istrinya berada.


Mike menghela nafas.


"Apa yang sebenarnya yang sudah kau alami" gugam Mike, ia teringat ucapan-ucapan sesat Marsha beberapa minggu lalu yang membuatnya semakin Berpikir negatif tentang Dasha.


"Maaf Marsha Saya lebih percaya Gio di banding denganmu. Dan kau tunggu saja hadiah dari Saya" Ucap Mike menyeringai.


Mike menatap Dasha yang terlelap dalam tidurnya, Dasha tidur mengerutkan keningnya, 'Apa dalam mimpi juga kau tidak tenang?' pikir Mike.


Mike membaringkan tubuhnya di samping Dasha, membawa Dasha ke dalam pelukannya dan mengusap lembut perut Dasha, mengecup kepala Dasha lalu memejamkan matanya.


***


Dasha melepaskan diri dari dekapan Mike, ia beranjak dari ranjang berjalan menuju kamar Mandi.


15 menit kemudian Dasha keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe. Dasha Duduk di kursi meja rias, menatap kantong matanya.


"Ck," decak Dasha memakaikan kantong matanya eye mask setelah 15 menit Dasha melepas eye mask lalu memakai toner lalu serum dan cream mata, dan juga memakai pelembab dan yang terakhir sunscreen.

__ADS_1


Dasha tidak memakai riasan lainnya, ia akan memakainya nanti setelah sudah mengganti bathrobenya dengan baju yang akan ia kenakan keluar.


Dasha beranjak dari kursi meja rias.


"Pecahan?" gugam Dasha melihat pecahan lalu melirik sekilas Mike yang masih tidur, hampir saja ia menginjak pecahan kaca yang berserakan di lantai depan pintu kamar.


Dasha keluar kamar menggunakan bathrobe dan rambutnya masih ia ikat asal.


"Anda perlu sesuatu nyonya?" tanya Dita, "hm, saya mau susu coklat panas dan kue kering, bawakan ke kamar saya." pinta Dasha berbalik, menaiki tangga kembali ke kamarnya.


Ternyata ART di rumah Mike mengerjakan tugasnya dengan cepat. Buktinya Dasha saat melewati ruang keluarga sudah rapi Dan bersih, bahkan perabotan yang di pecahkan oleh Dasha sudah di ganti, entah jam berapa mereka bangun dan langsung membersihkan.


Dasha tidak tahu saja jika pagi-pagi sekali, pelayan yang melihat kekacauan yang di buat Dasha sempat membuat para pelayan lain heboh dan menebak-nebak apa yang terjadi semalam, apa sepasang majikan mereka bertengkar? tidak mungkinkan kekacauan itu di mbuat oleh perampok.


Pelayan yang melihat Dasha yang nampak santai Dan biasa saja semakin penasaran, 'Jadi kekacauan apa sebenarnya yang terjadi tadi malam?' pikir mereka, tidak melihat sama sekali raut wajah Dasha yang menandakan habis bertengkar dan sedih, wajah Dasha sangat segar (Udah maskeran mbak-mbak). Dan tentu saja mereka tidak Ada yang berani bertanya langsung kepada Dasha apalagi Mike, mereka hanya bisa menebak.


Itulah alasan Dasha, ia tidak ingin menunjukkan pada orang lain keadaannya Dan berusaha menutupinya dengan caranya sendiri, seperti menutupi wajah sembabnya dengan caranya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


tinggalkan jejak:v


dukung author buat terus Lanjut.🤧


__ADS_2