
Dahsa menepuk jidatnya saat melihat Shana yang sibuk Memasak, Dan tatapan Dasha terkunci di telinga Shana. "Hm, pantas gak dengar" gugam Dasha, Biasanya jika Dasha sudah berteriak dan Shana sedang di dapur pasti Shana tetap mendengar suara cempreng putrinya, dan ia akan membalas teriakan Dasha. Tapi tidak jika Shana memakai headset.
"Dengerin lagu apa lagi" ucap Dasha melepas satu headset di telinga Shana Lalu memakainya di telinga kanannya.
"EH..!?" kaget Shana
Dasha memutar bola matanya malas, ia tidak terlalu suka lagu rusia, menurutnya mendengar lagu negara sendiri tidak ada untungnya. Dasha lebih suka mendengar lagu bahasa inggris Dan bahasa-bahasa lain.
Tuk..
Aw...
Ringis Dasha, Shana mencubit kecil lengannya.
"Bagus ya, udah gak ingat mommy." marah Shana.
Dasha langsung memeluk Shana, "Maaf, dan kakak gak bakalan meluk mommy sekarang kalau kakak gak ingat mommy." ucap Dasha pelan.
"Hamil?" ucap Shana melepas pelukannya.
"Hehe iya mom, keren gak? Adek belum lahir udah jadi calon aunt/uncle." Kekeh Dasha memegang perut besar Shana.
"Tapi...
"Mommy lanjut masak aja, kakak mau ke kamar Laura." ucap Dasha cepat, berbalik meninggalkan Shana.
Sedangkan di ruang keluarga
"Ayo kak tembak!" Semangat Kevin.
"Tenang kakak tidak pernah kalah" sombong Mike percaya diri.
__ADS_1
Kevin duduk di pangkuan Mike dengan posisi membelakangi Mike.
Pria berbeda usia itu tengah sibuk bermain game di smartphone milik pria yang sedang memangku pria kecil kesayangan Dasha.
"Jadi.. mainan dari kakak di anggurin?" ucap Dasha tiba-tiba di hadapan Mike dan kevin.
Mike memberikan ponselnya pada Kevin lalu menurunkan Kevin dari pangkuannya.
"Gak kak, tadi adek udah main sama kakak ipar terus main game." ucap Kevin tanpa melihat Dasha, ia fokus pada layar ponsel Mike.
"Sayang!"
"APA?" jutek Dasha, Mike tersenyum sabar.
"Kamu belum istirahat dari tadi." ucap Mike, "Lalu?" ucap Dasha menaikkan alisnya.
"Istirahat! Dimana kamarmu?" ucap Mike.
"Setelah istirahat juga bisa." ucap Mike.
"KAKAK!..." teriak anak perempuan di ujung tangga. Mengalihkan perhatian Mike dan Dasha kecuali Kevin.
Laura berlari kecil menghampiri Dasha Dan langsung memeluk Dasha, Kakak kesayangannya.
"Why, kenapa kakak Baru pulang?" ucap Laura, matanya sudah berkaca-kaca.
"Maaf, kakak sibuk kuliah." bohong Dasha, ia mengusap kepala Laura yang masih memeluknya.
"Hiks hiks... Tapi hiks.. weekend waktu libur belajar sama kerja." ucap Laura menangis.
Dasha diam.
__ADS_1
"Eh? Perut kakak besar, kakak hamil ya kaya mommy?." ucap Laura meletakkan kedua telapak tangannya di perut Dasha.
"Hm, Laura sebentar lagi Jadi auntie." ucap Dasha tersenyum.
"Seriously?" ucap Laura mengangkat pandangannya, menatap mata Dasha.
Dasha mengangguk.
Laura menghapus sisa Air matanya.
"Ada tamu kak?" ucap Laura tak sengaja melihat Mike yang duduk di sofa bersama adik laki-lakinya.
Mike tersenyum, "Kakak ipar kamu, suami Dasha." ucap Mike.
Dasha dan Laura ikut duduk di sofa.
"Kamu Laura adik kesayangan Dasha istri saya, iya?" Laura mengangguk cepat, Mike kembali tersenyum.
'Cih, murah senyum sekali' batin Dasha malas.
'Ternyata mereka benar, kalian sangat dekat" batin Mike menatap Dasha dan Laura.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR, SEMANGAT DARI KALIAN MEMBUAT AUTHOR TIDAK MALAS UP:V
Maaf masih banyak typo.
Tinggalkan Saran!!
Thanks..
__ADS_1