Dasha Taran

Dasha Taran
mengidam


__ADS_3

"Kau selalu saja meminta uang Dan uang, kau pikir aku ATM berjalanmu ha?" Kesal Dasha pada Disha di sambungan telephone.


"......


"Minta saja dengan papa kesayanganmu atau kakak kesayanganmu itu. Kau membuatku kesal, kau hanya mencariku jika ingin uang." Ucap Dasha malas.


Tut.. Tut Tut..


Dasha memutuskan panggilan.


"Cih.. APA KAU ADIK KANDUNGKU?" Teriak Dasha melototi ponselnya.


"Aku Kira dia menghubungiku Hari ini karena ingin mengucapkan selamat ulang tahun, hehe.. ternyata ingin uang lagi" Kekeh Dasha.


"Bagaimana jika dia tahu kalau sebenarnya aku mempunyai penghasilan, mungkin dia setiap Hari meminta uang." Ucap Dasha geleng-gelang kepala.


"Bangka tua, tua bangka" Kaget Dasha saat berbalik. "Sejak kapan anda berdiri di belakang Saya, membuat orang kaget setengah mati" Gerutu Dasha.


"Ekhemm... baru saja" Bohong Mike tetap tenang dengan wajah datarnya.


"Anda tidak curi dengar Kan?"selidik Dasha.


"Apa keuntungan Saya?" Ucap Mike


"Never mind" Ucap Dasha memutar bola matanya, Dan masuk ke kamar meninggalkan Mike yang masih di balkon.

__ADS_1


"Bodoh.. tidak takut kakinya bengkak lebih parah?. bukannya perbanyak istirahat, kakinya malah tidak bisa diam" Gugam Mike menatap pergelangan kaki Dan Cara jalan Dasha.


Mike berlari masuk ke kamar Mandi.


Huek huek huek..


"Sial, aku kira tidak akan mual lagi" Ucap Mike membasuh Mulutnya dengan air.


Dasha yang melihat Mike terburu-buru masuk kekamar Mandi naikkan sebelah alisnya, menatap pintu kamar mandi.


klekk...


Mike keluar dari kamar mandi, wajahnya yang tadinya segar sekarang berubah menjadi pucat. Dan Dasha menyadarinya.


Dasha yang tidak ingin mempedulikannya, tetapi tubuhnya bergerak menghampiri Mike yang sudah berbaring di atas ranjang. Wanita itu meletakkan punggung tangannya di kening Mike.


"Jangan salah paham. Saya hanya tidak bisa melihat orang tidak berdaya" Ucap Dasha menarik tangannya kembali.


"Hmm.." Gugam Mike samar-samar tersenyum, Dasha yang melihatnya memutar bola matanya malas.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Dasha memalingkan wajahnya.


"don't know, tapi mulutku dan air liurku terasa pahit" Ucap Mike


"Mau makan buah?" Tanya Dasha menatap Mike.

__ADS_1


"Hmm, mangga muda." Ucap Mike.


Dasha berjalan ke pintu kamar, membuka pintu kamar Dan menyembulkan kepalanya keluar memanggil pelayan yang tidak jauh dari kamarnya.


"Bawakan Saya mangga muda" Pinta Dasha kembali menutup pintu tanpa menunggu balasan pelayan.


Dasha berbalik, menatap Mike yang memejamkan mata. "Apa dia sungguh kebetulan ayah bayiku?" Gugam Dasha memegang perutnya.


"Jika benar dia pria malam itu, dia tidak boleh sampai tahu jika bayi dalam kandunganku darah dagingnya. Dia tidak akan menerimanya dan menyuruhku menggugurkannya." Gugam Dasha, "Dan jika dia menerimanya, dia akan mengikatku lebih lama. Aku tidak ingin terlalu lama di sisi Michelle morrone pria kejam berhati iblis." Lanjut Dasha


Tok tok...


Dasha berbalik melangkah 3 langkah membuka pintu kamar.


"Terima kasih" Ucap Dasha tersenyum pada pelayan yang membawakan sepiring mangga muda yang sudah di kupas Dan si Iris.


"Sama-sama nyonya" Ucap pelayan tersenyum Lalu menunduk sebentar pertanda kesopanannya pada majikan.


"Kau kembali lanjutkan tugasmu" Ucap Dasha menutup pintu saat pelayan itu sudah pergi.


Dasha menghampiri Mike. Mike yang mencium bau buah yang sangat dia inginkan membuka matanya lebar dan Duduk bersandar di kepala ranjang.


Sekilas Dasha tersenyum melihat tingkah Mike yang tiba-tiba bersemangat hanya karena mangga muda, "Sungguh, Apa benar Mike mengidam?' Batin Dasha.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


IG: @putri_saefe


jangan lupa tinggalkan jejak:)


__ADS_2