
Dasha turun dari ranjang, dia berjalan perlahan menuju meja kecil samping sofa mengambil buku-bukunya untuk membacanya. Ia akan membaca untuk menghilangkan rasa bosannya. Rantai di kakinya sungguh membuat Dasha tidak nyaman, membuat langkah kakinya menjadi berat.
Dasha kembali naik ke atas ranjang, meletakkan beberapa buku belajar bahasa asing dan juga buku logika dan dunia bisnis dan buku bagaimana bermain saham. Dasha memang banyak mengoleksi buku di kamarnya di kediaman Taran dan di apartemen Leon. Begitupun di D'club dan cabang-cabangnya, setiap ruangan pribadi Dasha. Harus desain dengan keinginannya sendiri dengan ruangan pengoleksi buku, karena Dasha sangat suka membaca buku dan rasa ke ingin tahunya akan sesuatu membuatnya membaca dan mempelajari hal-hal yang membuatnya penasaran sampai ke akar-akarnya. Kata asing yang baru ia dengarpun akan ia telusuri di google untuk mengetahui apa maksud dari kata yang terasa asing yang baru ia dengar sampai ke akar-akarnya. Rasa ke ingin tahunya sangat tinggi. Dan yang hanya mengetahui kebiasaan Dasha hanya ke tiga temannya.
"Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat."baca Dasha "Haiss... Untuk apa aku membaca halaman ini? Aku sudah beberapa kali membacanya"ucap Dasha malas
"Sial, jika aku tahu pria bajingan itu akan mengurungku. Aku akan langsung terbang ke luar negeri atau jika tidak bisa, setidaknya aku akan menyetok lebih banyak buku. Dan tanpa ponsel, bagaimana bisa aku mencari jawaban yang kurang memuaskan dalam buku yang sedang ku baca."gerutu Dasha kesal
"Baiklah sebaiknya aku melanjutkan membaca buku, belajar bahasa italy! Bukannya aku nanti akan sering ke italy karena di italy sudah ada cabang D'club"ucap Dasha memilih buku bahasa italy lalu membacanya.
Sudah 1 jam Dasha belajar bahasa italy dan sudah beberapa kali mengganti posisi saat membaca, sesekali menjambak rambutnya kesal dan menghentak-hentakan kakinya yang di rantai karena merasa tidak nyaman membaca dan ia merasa kesal saat tidak mengetahui cara baca dan pengucapannya. Jika saja ponselnya atau laptop nya ada, pasti ia tidak akan kesusahan, pikir Dasha.
"Tunggu? Bukannya Mike berdarah italy!? Dia bisakan bahasa italy? Bodoh jelas bisa!"ucap Dasha pada dirinya sendiri dan memukul pelan kepalanya sendiri.
"Haiss... Jika dia suami yang baik dan bukan musuhku, aku pasti akan belajar dengannya saja. Itu lebih praktis"ucap Dasha cemberut meletakkan kasar bukunya ke tengah ranjang bersama buku lainnya, lalu ia berbaring dan menyelimuti tubuhnya dan memejamkan matanya dengan wajah tekuknya.
****
"Sebaiknya tuan kembali, saya takut Dasha salah paham"ucap Marsha menunduk yang duduk di kursi roda di depan sofa yang sekarang di duduki Mike. "Kau tidak boleh sendirian dalam keadaaan seperti ini. Aku akan menyuruh Gio untuk membawa perawat pribadi untukmu dan menemanimu di sini"ucap Mike
"Tidak-tidak, itu... Itu sangat merepotkan. Aku tidak ingin merepotkan kalian. Itu tidak perlu, temanku akan datang untuk menemaniku"ucap Marsha cepat. Mike tersenyum tipis
__ADS_1
"Aku tidak merasa di repotkan sama sekali"ucap Mike santai mengedikkan bahunya "Dan kenapa tiba-tiba memanggil ku tuan?"ucap Mike menaikkan sebelah alisnya
'Dasha! Jangan salahkan aku, kau sendiri yang memberiku jalan'batin Marsha penuh kemenangan mengingat Dasha akan mengiyakan atau melakukan apa yang ia tuduhkan pada Dasha
Marsha menunduk, memainkan jarinya "Bukannya Tuan sendiri yang tidak suka jika kami orang bawah tidak memanggil anda tuan!?"ucap Marsha pelan, "Aku ingat, Dasha pernah mengatakannya. Jadi aku..."gugam Marsha samar-samar terdengar oleh Mike. Mike mengepalkan tangannya. 'Ada apa dengan wanita gila itu?'batin Mike kesal
Marsha melirik sekilas kepalan tangan Mike, ia menyeringai. Pasti Mike marah, pikir Marsha.
Tok tok tok
"Biar aku saja yang buka pintunya. Mungkin itu Gio."ucap Mike beranjak
Cklekk..
"Hmm, Kau tunggu saya di mobil."ucap Mike berbalik masuk meninggalkan Gio yang masih di depan pintu
"Aku akan kembali ke kantor, nanti akan ada yang datang ke sini untuk menemanimu. Makan lah."ucap Mike menyajikan makanan yang di bawa oleh Gio
"Hmm... Terima kasih. Maaf merepotkan mu"ucap Marsha
"No problem!"ucap Mike "ha?"bingung Marsha, pasalnya ia tidak mengerti bahasa Inggris kecuali bahasa yang sekarang ia gunakan sejak kecil. Berbeda dengan Dasha yang menguasai beberapa bahasa asing terutama bahasa Inggris, Dasha sudah sangat mahir.
__ADS_1
"Kau kenapa?"ucap Mike. "Mmm... Maaf, aku tidak mengerti bahasa lain yang kau gunakan."lirih Marsha
"No problem? Itu bahasa Inggris. Bukannya waktu mulai sekolah mata pelajaran itu ada? Tidak mungkin kau tidak mengerti"kekeh Mike
"Aku tidak sampai lulus sekolah menengah atas."ucap Marsha menatap Mike "Kau serius?"ucap Mike tak percaya, pasalnya keluarga Manson tidak semiskin itu untuk menyekolahkan marsha
"Kenapa? Dasha saja saat ini melanjutkan pendidikan nya di university ternama!"ucap Mike
'Aku di keluarkan dan aku juga tidak ingin sekolah'batin Marsha. "Aku... Aku mengalah pada Dasha. Sekolah Dasha dari masuk menengah atas dia menghabiskan biaya yang cukup mahal. Dari pakaian dan perawatan bisa di bilang dari kalangan atas yang melampaui pengeluaran yang seharusnya, ia sangat di manja. Aku hanya bisa melihat dan mengalah demi kesenangan nya aku juga mengalah karena aku seorang kakak"ucap Marsha menyedihkan siapapun yang melihatnya akan tertipu dengan wajah polosnya.
"Jadi, aku harap tuan mengerti dengan Dasha dan jangan bersikap kasar dengannya. Sebelumnya dia tidak pernah merasakan dunia yang keras di kehidupannya di keluarga Manson. Tidak ada yang berani membentak nya dan semua keinginan nya di penuhi sepenuhnya, dan itu sebabnya ia tidak pernah menangis sejak umurnya 14 tahun, mungkin dia sudah lupa caranya menangis"ucap Marsha, Dalam hati Marsha sangat puas dengan sandiwara nya.
"Kami menganggap air mata Dasha sangat berharga untuk keluar"ucap Marsha tersenyum bahagia, tetapi di mata Mike senyumnya menunjukkan rasa sakit
'Dan mulai dari sekarang, aku akan mengajari dan membuatnya mengingat bagaimana caranya menangis dan menderita sepertimu'batin Mike menatap simpati Marsha 'Apa keluarga Manson bodoh? Bagaimana bisa mereka pilih kasih. Bahkan Marsha lebih baik daripada Dasha wanita rubah itu. Dan Marsha, kau terlalu naif, kau terlalu baik untuk wanita itu! Dasar gadis bodoh'batin Mike menatap Marsha kasian
'jangan salahkan aku! Salahkan dirimu yang bodoh tidak pernah membantah sebuah tuduhan'batin Marsha penuh kemenangan
Bersambung...
@putri_saefe
__ADS_1
Thank you for faithfully reading DASHA TARAN until now, have a nice day. And don't forget to leave a trace