Dasha Taran

Dasha Taran
Kelembutan Mike


__ADS_3

Sudah Dua minggu berlalu sejak Dasha hilang kendali. Usia kandungan Dasha memasuki bulan ke empat. Dan kaki Dasha sudah sembuh sepenuhnya, berat badannya pun mulai naik.


Kini wanita itu duduk di sofa di ruangan CEO Mike, ia menatap cemberut Mike yang tengah sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.


Sejak dua minggu lalu Dasha tidak ingin menemani Mike, tetapi Mike akhirnya membujuk Dasha dengan lembut. Mungkin efek kehamilan Dasha yang membuat wanita itu bisa luluh.


"Arhk.. saya sangat bosan Mike." ucap Dasha mengacak-acak rambutnya. ia benar-benar bosan bermain ponsel, membaca Dan mengemil buah. Mike melarangnya ngemil makanan ringan, semakin membuatnya tersiksa.


"istirahat saja di dalam kamar by, kau boleh tidur" Ucap Mike.


Hap...


Mike menangkap buah jeruk yang Dasha lempar, yang Dasha targetkan kepala Mike.


"Don't call me baby" Kesal Dasha.


"Why?" Kekeh Mike, ia beranjak menghampiri Dasha. Dasha memutar bola matanya malas.


"Lihat perut buncitmu baby, saat ini kau tidak boleh keluar sendirian." ucap Mike lembut.


saat kejadian itu, Mike menjadi semakin lembut, menahan untuk tidak meninggikan suaranya, berbeda dengan Dasha yang tidak pernah berubah. Mike tidak ingin Dasha hilang kendali lagi yang akan membahayakan kandungan Dasha sendiri. Kecuali Dasha membahas perceraian, Mike tidak bisa menahannya untuk tidak marah.


Dasha mengelus perutnya, bayinya kembar itu sebabnya perut Dasha lebih cepat perubahannya.


"Kau ingin sesuatu?" ucap Mike lembut, duduk di samping Dasha.


"Kau juga tahu, Saya ingin keripik pedas" ucap Dasha malas.

__ADS_1


'tidak bisakah kau mengubah sebutan saya itu? bahkan kau menggunakan sebutan aku pada Mark.' Batin Mike.


Mike menghela nafas


"Alright, just this once." pasrah Mike.


"Sekarang!?" senang Dasha menghadap dan menatap Mike, Mike menatap jam tangannya, "Sudah sore"gugam Mike.


Mike beranjak mengambil jasnya di sandaran kursi kerjanya lalu.


"Ayo" Ajak Mike mengambil alih tas Dasha



(bayangin perutnya buncit)


Mike keluar ruangannya sambil tangan kirinya merangkul pinggang Dasha, sedangkan yang di rangkul memutar bola matanya malas. 'never mind' Batin Dasha malas, mau Dasha protes seperti apa, pria itu tidak akan melepaskannya.


"honey, aku belum pernah bertemu ibumu. Bagaimana kalau weekend Kita ke rumahmu?" Ucap Mike.


"untuk Apa?" Tanya Dasha mengangkat pandangannya ke samping menatap Mike. Menurut Dasha itu tidak penting.


Mike menghela nafas, "Apa ini karma" gugam Mike samar-samar terdengar.


"do you have anything to say?" Tanya Dasha, "Nothing" Jawab Mike.


***

__ADS_1


Moremall


sekarang mereka berdua berada di moremall salah satu pusat perbelanjaan di rusia.



Dasha menatap penuh minat jejeran snack yang tersusun rapi.



"Kebanyakan sayang!!" tegur Mike menatap bergantian Dasha dan keranjang belanjaan Dasha yang ia bawa hanya berisi cemilan.


"Gak, isinya gak banyak, pembungkusnya aja yang kebesaran." bantah Dasha hendak mengambil lagi.


"Atau gak sama sekali" ucap Mike tersenyum, Dasha meletakkan kembali snack terakhir yang hendak is masukan ke keranjang.


Setelah menemani Dasha membeli beberapa camilan, mereka langsung kembali ke kediaman.


***


"Seharusnya biar Gio saja yang membelikanmu camilan, Dan kamu tidak akan kecapean kayak gini" omel Mike, memijat betis Dasha.


"Bawel bilang aja gak ikhlas mijitinnya" ucap Dasha.


"Bukan gitu sayang" Ucap Mike menghela nafas


"Ck.. di bilangin don't call me honey, baby, sayang" ucap Dasha.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


Tinggalkan jejek, jangan pergi tanpa meninggalkan apapun rasanya sakit:v


__ADS_2