Dasha Taran

Dasha Taran
permintaan cerai


__ADS_3

Pukul 7 malam, Dasha bangun di lihatnya Mike yang masih tidur dengan nyenyak, entah sejak kapan Mike tidur di sampingnya.


'Apa Ada beton di atas kepalaku,? penglihatanku bahkan berputar. Rasanya sakit sekali'batin Dasha meremas kepalanya.


Dasha beranjak dari ranjang menyeret kakinya yang masih terantai menuju kamar Mandi.


"Tuan Ayo bangun cepat keluar kalau tidak tuan akan meledak bersama Mobil anda"


"Hei sialan apa yang kau laku ah.. kau mau mati ya ahk.."


"Maaf Dan menikahlah denganku, aku akan bertanggung jawab"gugam Mike dalam tidurnya, samar-samar terdengar di telinga Dasha yang baru saja keluar kamar mandi Dan meraih gelas di atas nakas.


Deg/


Dasha yang niatnya meneguk air ia tahan saat mendengar kalimat Mike yang familiar di telinganya.


'Apa aku salah dengar?'batin Dasha menatap kosong ke arah Mike yang masih memejamkan mata


Kakinya tiba-tiba lemas, memaksanya untuk Duduk di lantai. "No... No, jika pria malam itu Mike, aku tidak bisa, No aku tidak ingin terikat lebih lama dengan iblis kejam seperti dia"ucap Dasha frustasi menjambak rambutnya.


"What are you doing?"Tanya Mike entah sejak kapan ia bangun, Duduk bersandar di kepala ranjang sambil menatap Dasha.


Dasha mengangkat pandangannya, "Iblis"ucap Dasha menatap Mike. Mike tersenyum miring mendengar ucapan Dasha. Dasha benci melihat senyuman yang sangat menjijikan baginya.


"Ceraikan aku sekarang"ucap Dasha pelan menatap kosong ke arah Mike.


"Are you crazy?"ucap Mike. "CERAIKAN AKU.. YA.. SAYA GILA SAYA GILA...."teriak Dasha frustasi.


"Bagaimana jika aku tidak ingin?"ucap Mike menatap remeh Dasha yang bersimpuh di lantai samping ranjang.


Dasha menarik nafas Dalam, berusaha untuk tidak terpancing


"Apa salahku?"lirih Dasha, "Salahmu karena kau hamil"ucap Mike.


"Jika itu alasannya, lepaskan Saya, ceraikan Saya. Anda bisa menyebarkan ke public jika Saya menghianati anda, nama anda tetap bersih"ucap Dasha berusaha sabar.

__ADS_1


"Tidak semudah itu Nona Dasha Darold, Saya tidak terima penghinaan yang kau berikan, menikah denganku Dan mengandung bayi yang Tak jelas asal-usulnya Dan dengan gampangnya melempar semua tanggung jawab ke Saya. Apa pria yang menghamilimu tidak ingin bertanggung jawab?"ucap Mike seenaknya.


Kesabaran Dasha benar-benar di uji oleh Mike.


"Ya, pria yang menghamiliku berjanji ingin bertanggung jawab, Dan menikahiku. Tapi aku tidak ingin, tidak akan pernah mau. Dia pria brengsek Dan aku tidak ingin hidup dengan pria yang berhati iblis tanpa perasaan"ucap Dasha menatap penuh permusuhan dengan Mike, "sialan apa maksud tatapanmu itu?, Kau seperti melihat pria yang menghamilimu saja"decak Mike melempar Dasha bantal.


Bhukk..


Dasha berdiri mengerahkan tenaganya untuk melempar balik Mike dengan bantal.


Bhuk..


"Kau menantangku?"ucap Mike tajam


'Cih... Aku masih memiliki tenaga Dan Tak selemah itu untuk tidak membalasmu'batin Dasha.


'aku menyumpahimu jika kau pria malam itu, ayah biologis bayiku. Semoga kau yang menderita, ngidam dan mengalami mual, aku ingin kau menderita lewat bayiku'batin Dasha tersenyum menatap Mike.


"Kau bisu?"kesal Mike, ingin sekali ia menjambak Dasha, tapi entah mengapa sangat sulit rasanya.


Tok tok.. Tok


Klekk...


Dita masuk membawakan makan malam Dasha Dan susu ibu hamil. Dita sedikit kaget melihat Mike, ia pikir Mike di kamar sebelah sedang istirahat.


"Mana bagianku"Tanya Mike, "Maaf tuan, Saya tidak tahu jika anda di sini"ucap Dita menunduk hormat.


"Cih, Cepat ambilkan bagianku kemari"pinta Mike,


"Baik tuan"


Dasha yang akan memasukkan sendokan pertamanya ke dalam Mulutnya tiba-tiba berhenti, "Siapa yang menyuruhmu makan?"Bentak Mike, Dasha menaikkan alisnya "what's wrong?"Tanya Dasha.


"Beraninya kau makan duluan"kesal Mike pada dasarnya ingin makan bersama Dasha.

__ADS_1


"What?. Apa maksudmu tuan Michelle morrone..."tekan Dasha ikut kesal.


Tidak lama kemudian Dita masuk membawakan makan malam untuk Mike, sedangkan Dasha sudah Kehilangan selera makannya.


"Sekarang kau sudah boleh makan"ucap Mike menyendok makanannya, Dasha hanya menghela nafas.


"Jika kau tidak menghabiskan makananmu, jangan harap kau mendapatkannya lagi"sinis Mike. Mike tersenyum tipis melirik Dasha yang memakan makanannya dengan kesal.


Dasha meneguk habis susu ibu hamilnya.


'Aneh, kenapa aku tidak pernah lagi mual, ngidam? Terakhir saat menginginkan makanan italy'batin Dasha, pasalnya kehamilannya masih berjalan 3 bulan.


"Never mind"gugam Dahsa, Samar-samar terdengar Mike.


pasangan suami istri itu melupakan perdebatannya yang sebelumnya yang membahas penceraian. (gak niat banget perangnya:)


Dasha melirik Mike yang Duduk bersandar di kepala ranjang sambil membaca buku miliknya. 'betah banget di sini'batin Dasha Sinis.


Dasha yang masih merasa sedikit pusing, kembali tidur di ranjang.


"Kau belajar bahasa Italy?"tanya Mike tersenyum remeh menatap Dasha yang tidur membelakanginya.


"Hmm"gugam Dasha, "Untuk apa? Apa kau Berpikir aku akan membawamu ke Italy? Cihh.."ucap Mike memandang rendah Dasha.


'Cih.. bagaimana mungkin? Terlintas dipikiranku saja untuk ikut denganmu ke Italy tidak pernah. Aku belajar karena salah satu club ku Ada di negaramu tuan Michelle morrone.'batin Dasha.


Dasha melotot kaget saat tiba-tiba tangan Mike berada di perutnya. "Hei.. apa yang kau lakukan? Jangan Berpikir bisa menyakiti bayiku"ucap Dasha tajam, Mike diam memeluk Dasha yang membelakanginya, bibirnya menyentuh leher Dasha.


Dasha diam, merasakan nafas Mike yang teratur 'sudah tidur?'batin Dasha 'Aneh'pikir Dasha.


Entah apa yang Ada di pikiran Mike, pria itu tiba-tiba sangat ingin menyentuh perut Dasha, dikalahkan dengan rasa bencinya.


Mengetahui Mike hanya memeluknya Dan tidak berniat menyakiti bayinya, Dasha menghela nafas lega. Tidak lama kemudian Dasha ikut memasuki alam mimpi.


(Baru aja bangun ehk.. ngebo lagi mereka):

__ADS_1


BERSAMBUNG......


follow ig author @putri_saefe


__ADS_2