
"Tidak ada yang serius"ucap Gabriel setelah memeriksa Mike. "Oh iya di Mana istrimu, Dari tadi aku tidak melihatnya"tanya Gabriel pada Mike.
"Ekhem.. dia di kamar sebelah sedang istirahat, kau taukan kondisinya. Aku juga tidak ingin membuatnya khawatir"dusta Mike, Gabriel mengangguk paham.
"Oh iya istri kamu Kan hamil, Dan kamu sering mual Dan pusing. Apa kamu juga sering menginginkan sesuatu yang tiba-tiba kau sangat inginkan, seperti makanan atau sebagainya?"tanya Gabriel menatap Mike, Mike diam Berpikir sejenak "Sepertinya iya, setiap aku kepikiran makanan atau melihat iklannya atau sesuatu yang lain, aku tidak ingin menunggu Dan harus ada sekarang. Dan saat aku kepikiran Dasha aku langsung ingin berhubungan dengannya."ucap Mike merasa bingung sendiri dengan sikapnya akhir-akhir ini "Bahkan sekarang aku suka buah yang asam. Dan farfum yang Gio pakai, aku tidak suka baunya, padahal kata Gio iya tidak pernah mengganti parfumnya Dan selama itu aku tidak pernah protes"lanjut Mike mengingat kejadian tadi pagi saat Gio menjemputnya, "Fiks you ngidam"ucap Gabriel tiba-tiba.
Flash back
Mike masuk ke dalam Mobil yang sudah Ada Gio di dalam menunggu di kursi pengemudi. "Selamat pa.."belum sempat Gio menyapa Mike, Mike tiba-tiba keluar Dari Mobil.
Gio mengerutkan keningnya bingung saat Mike menghubunginya 'bukannya tuan Mike bisa berbicara langsung jika Ada sesuatu yang ingin tuan katakan'batin Gio, tetapi tetap mengangkat panggilan Mike sambil menatap Mike yang melangkah meninggalkannya Dan Mobil yang akan mengantar tuannya ke perusahaan.
"Ganti parfum yang kau pake, kau bisa kembali untuk mengganti pakaian. Aku akan berangkat sendiri"pinta Mike
Tut Tut Tut....
Gio mematung mencerna ucapan Mike, 'Aku dimana aku siapa sedang apa'batin Gio.
Jadi bawahan yang baik, mau tidak mau, masuk akal atau tidak ia selalu menuruti perintah atasannya itu yang beda species dari yang lain.
Gio menghela nafas, Menghidupkan mobil yang di kendarainya Lalu meninggalkan pekarangan kediaman Tuannya.
***
"Fiks you ngidam"ucap Gabriel tiba tiba.
"Jangan membuat lelucon yang gak lucu bodoh"ucap Mike malas, "gw serius stupid."kekeh Gabriel.
"Jenis kelaman gw?"Tanya Mike, "Batang"jawab Gabriel santai.
__ADS_1
"Yang bisa hamil Jenis kelaminnya apa?"Tanya lagi Mike, "peach"jawab Gabriel lagi.
Mike menghela nafas, menatap kesal temannya yang berprofesi sebagai dokter.
"Terus yang batang bisa ngidam?"Tanya Mike pasalnya yang ia tau hanya wanita hamil yang bisa ngidam dan ia tidak mungkin hamil karna ia hanya bisa menghamili.
"Yaa..... Bisalah bengek.. istri hamil muda, suami yang ngidam itu hal normal. Sebagian suami di luar sana dari 100% dan 30% ngalamin."jelas Gabriel. "Jika istri kamu hamil Dan kamu ikut ngidam, udah 10000% tanpa bantahan fiks anak kandung yang gak bisa di raguin lagi deh.."ucap Gabriel blak blakan.
Mike diam mencerna ucapan Gabriel 'Dasha hamil tetapi bukan anak aku. Apa mungkin wanita di malam itu tengah mengandung darah dagingku?'batin Mike.
Gabriel mengecek jam di pergelangan tangan kirinya,"Eh.. gw balik rumah sakit ya, obat dan vitaminnya nih gw simpan disini"ucap Gabriel meletakkannya di nakas lalu keluar terburu-buru meninggalkan Mike yang masih berkecamuk dengan pikirannya sendiri.
Sedangkan di kamar sebelah tidak ada yang mengetahui keadaan Dasha yang juga sakit lebih parah di banding Mike. Sedari pagi deman Dasha tidak turun, suhu tubuh Dasha semakin naik. Dasha meringkuk di balik selimut, sekujur tubuhnya sakit, kepalanya sangat sakit di tambah pergelangan kakinya yang semakin parah akibat ulah Dasha sendiri, Bahkan jika Dita masuk membawakan makanan Dan air putih Dan juga buah, Dasha akan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Ia tidak ingin di lihat seorangpun dalam keadaan yang sangat Tak berdaya.
Dasha hanya memperbanyak minum air putih. Di saat seperti ini Dasha tiba-tiba teringat mommynya, air mata Dasha kembali keluar, ia sangat merindukan mommy Dan adik-adiknya.
"Mau makan apa? Mom masakin."
"Di minum obatnya kak"
"Adek..... Jangan berisik, kasian kakak lagi sakit nanti gak bisa istirahat kalau adek ribut"
"Gak papa kak, jari adek kuat kok pijetin kakak"
"Mau datang bulan? mom usap-usap perut kakakya"
"Jangan begadang, kakak baru sembuh"
Ingatan-ingatan saat ia sakit bahkan saat ia hanya sakit perut karena hari pertama tamu bulan datang, mommy Dan adik-adiknya sangat khawatir. Mommy pasti akan mengusap perutnya Dan pinggangnya untuk meredakan rasa nyeri yang menyerangnya.
__ADS_1
"Hiks hiks..."Dasha menangis dalam diam mengingat keluarganya yang bermarga Taran. Ia tidak akan semenderita ini jika Ada mereka saat Dasha sakit, Ia pasti akan sangat di manja. Mengingat semua itu, hati Dasha sangat sakit bahkan meneguk salivanyapun sangat menyiksa rasanya. Ingin sekali memeluk mommynya.
Setegar dan sekuat apapun Dasha, ia tetap tidak bisa menampung segalanya.
Dasha tertidur karena kelelahan menangis. Sejenak melupakan dunia yang benar-benar mengujinya.
Berbeda dengan Mike yang sedang sibuk memuntahkan cairan bening di kamar mandi. "Huek huek.. OMG, tidak bisaka aku tidak muntah saat ini? Aku sangat ingin istirahat yang cukup tanpa gangguan"ucap Mike frustasi.
Entah dorongan apa, Mike tiba-tiba keluar dari kamar yang ia tempati tadi. Mike berjalan menujun Kamar yang dimana Ada istrinya.
Klekk
Mike masuk, menatap Dasha yang tengah tidur membelakanginya Dan mengalihkan pandangannya ke arah sisi ranjang yang kosong.1 menit Mike membaringkan tubuhnya di dekat Dasha, Ia sudah ikut memejamkan mata, terlelap di samping Dasha.
Diwaktu bersamaan di kediaman Taran
"hiks hiks.. mom dad, adek kanget kakak"ucap Laura dengan tangisannya, "hiks.. hiks.. besok kakak juga ulang tahun hiks hiks.. adek mau yang pertama ngucapin selamat sama kakak mom."tangis Laura. Laura, adik kesayangan yang melebihi sayang Dasha. Dasha sangat dekat dengan Laura, dan sangat menyanginya begitupun Laura yang sangat menyayangi kakaknya walaupun mereka berbeda ayah, tapi ikatan batin mereka sangat kuat.
"Sabar sayang, kakak gak bisa di hubungi, mungkin kakak kamu sibuk"ucap Taran lembut menenangkan putrinya
"dad, perasaan mommy gak enak nih, dari tadi gelisah kepikiran Dasha. bagaimana keadaan nya sekarang, kenapa gak bisa di hubungi, apa Dasha baik-baik saja?"ucapnya di penuhi rasa khawatir terhadap putri pertamanya.
Taran menghela nafas, menatap istrinya Dan Laura bergantian. jujur ia juga tiba-tiba di datangi kegelisahan.
sedangkan Kevin kecil sibuk bermain dengan mainan robotnya. Kevin sering sesekali menanyakan Dasha, tapi jika sudah di jawab Satu kali, bocah laki-laki itu mengangguk saja Dan kembali bermain.
BERSAMBUNG.....
ig author @putri_saefe
__ADS_1