
"Sebenarnya aku tau tempat makanan yang kau inginkan"ucap Mark santai. "where?"tanya Dasha antusias
"Di Restaurant Penates, aku kenal pemiliknya. Kau bisa meminta koki italy yang membuatkan. Walaupun makanan khasnya italy, tapi kokinya belum tentu manusia italy yang kamu maksud"kekeh Mark.
"are you busy?"tanya Dasha. "Sedikit"singkat Mark
"Hanya sedikit kan. Kalau begitu kau temani aku, jemput aku di rumah Mike"
Tut Tut Tut
Dasha langsung memutuskan panggilan nya, meletakkan ponselnya lalu masuk ke dalam kamar mandi
"Dasar wanita kecil licik, pantas saja dia ingin berteman denganku"geleng Mark tersenyum
****
Mark menatap Dasha yang baru saja masuk ke dalam mobilnya "penampilan mu ini tidak ada yang menyangka jika kau nyonya muda morrone. Kau seperti gadis ingusan yang masih sekolah, Untung kau tidak terlalu pendek"ucap Mark
"Penampilan seorang nyonya morrone harus bagaimana? Dan aku sama sekali tidak ingin berpenampilan yang tidak membuatku nyaman, Dan 1 lagi. Aku memang masih muda, Michelle morrone yang terlalu tua berada di samping ku tidak akan cocok"ucap Dasha
Mark tertawa kecil "Mike pria idaman para wanita. Dia tampan, kaya dan berkuasa. Dia juga memiliki segala yang wanita sukai seperti six pack. Apa kau tidak terpesona dengan keindahan yang di miliki Mike?"tanya Mark menghidupkan mobilnya
"Nothing!!.."ucap Dasha singkat lalu menatap ke luar jendela menikmati pemandangan sore yang di laluinya
'Tidak tahu kau itu perempuan seperti apa. Kau seperti menyimpan banyak rahasia'batin Mark melirik Dasha
*Restaurant Penates
"Spaghetti carbonara, Arancini, Gnocchi. Dan Ryazhenka, Kissel. Tapi makanannya harus koki manusia italy"ucap Dasha tersenyum pada pelayan restoran
"Manusia?"ucap pelayan tertawa kecil "Ekhem dia sedang hamil muda, jadi tingkahnya aneh dan sedikit membuat orang kesal"ucap Mark
"Bagi ibu yang hamil muda itu sudah biasa terjadi, permintaan istri tuan sudah termasuk hal yang mudah."ucap pelayan ramah
"Dia ayahku"ucap Dasha cepat. Mark menjitak kening Dasha "sejak kapan aku menjadi ayahmu?"ucap Mike kesal "Enak saja, aku tidak setua itu memiliki putri sebesar kamu dan juga sedang hamil dan aku akan jadi kakek?"ucap Mark tidak terima
__ADS_1
"Nyonya dan tuan silahkan menunggu sebentar"ucap pelayan lalu meninggalkan meja Dasha dan Mark
"Mmm... Dash.. Kenapa kau ingin menikah dengan Mike?"tanya Mark tiba-tiba, Dasha yang mengetik di ponselnya langsung berhenti mendengar pertanyaan teman barunya itu, sahabat suami sementaranya.
"I don't know. Begitu aku tau jika aku di jodohkan, aku menantang perjodohannya. Aku bahkan tidak menyangka akan menikah secepat ini, aku bahkan berencana akan memikirkan soal pernikahan saat usiaku sudah 30 an dan jika tidak ada yg ku inginkan maka tidak usah menikah"jelas dasha
"Why?"tanya Mark
"Aku takut menikah dengan orang yang salah dan menyebabkan akhir yang tragis."ucap Dasha 'Dan jika aku jatuh cinta pada orang yang salah, hidupku akan hancur dan semua impianku akan berhenti di tengah jalan. Sebuah ikatan hanya penghambat jalan karir ku'batin Dasha
Tidak lama kemudian pelayan mengantarkan makanan dan minuman yang di pesan Dasha
'Apa ini porsi makan wanita hamil?'batin Mark menggaruk tengkuknya menatap meja yang penuh dengan makanan Dasha
Mark tertawa kecil melihat tingkah Dasha yang sangat menikmati makanannya
"Kau tidak akan kenyang hanya dengan menatapku"sinis Dasha, Mark dengan segera ikut memakan makanannya
"Sudah cukup. Tolong bayarkan. Aku ingin ke toilet" ucap Dasha. Mark beranjak dari kursinya, "mau kemana?"tanya Dasha
"Kau kan menyuruh aku membayar nya!!"ucap Mark. "Bodoh gunakan saja tombol di meja itu untuk memanggil pelayan lalu membayarnya."ucap Dasha melirik tombol sistem pemanggil pelayan restoran. "Ini. PINnya 220204"ucap Dasha menyodorkan ATM nya
Mark melongo tidak percaya, segampang itu langsung memberi tahu ke orang lain PIN ATMnya, pikir Mark.
"Tidak usah, kau pikir aku tidak mampu membayarnya?"ucap Mark memutar bola matanya malas. "Dan kau pikir aku juga tidak mampu membayarnya?"cetus Dasha
"Aku sudah merepotkan dengan menemaniku. Tidak mungkinkan aku tidak tau diri"ucap Dasha
"Biar aku saja yang bayar nyonya morrone. Kau ingin membuatku malu di bayarkan oleh wanita"ucap Mark
"Coba saja kau bayar. Aku akan mencabik-cabik wajah jelekmu itu"ucap Dasha kesal
Glek/
__ADS_1
'Wajah jelek jelek jelek wajah jelek'ucapan Dasha merusak mental Mark, kata-kata itu terngiang-ngiang di kepala Mark
"Gunakan kartuku"ucap Dasha beranjak dari kursinya melangkah menuju toilet sesuai petunjuk yang ia baca
****
"Terima kasih kepada tuan Mark yang sudah menyempatkan waktu yang sedikit sibuk, menemani saya. Lain kali saya akan merepotkan anda lagi"ucap Dasha formal lalu keluar dari mobil
"Aku kira dia ingin di temani makan karena ingin di bayarkan"ucap Mark menatap punggung Dasha yang perlahan menjauh. Mark tertawa kecil mengingat inseden yang terjadi di restoran tempat mereka makan tadi. 'Benar-benar perempuan beda dari yang lain' batin Mark menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Mike, bersamaan dengan mobil Mike memasuki pekarangan rumah. Mereka tidak saling menyadari karena jalan yang melingkar di pekarangan rumah mike, dan taman kecil di tengah-tengahnya Mike yang masuk dan Mark yang keluar melewati jalur bersebelahan
Klekk
Mike masuk ke dalam kamarnya 'Sedang mandi?'batin Mike mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Mike melepas jasnya dan dasinya lalu berjalan menuju balkon kamarnya lalu duduk di kursi sambil bersandar menatap langit yang sudah gelap sambil merokok
Klekk..
Dasha keluar dari kamar mandi, dia menggunakan masih menggunakan handuk sebatas paha dan rambutnya yang di ikat asal menambah kesan seksi. Tubuhnya yang indah terlihat jelas dengan handuk pendek yang dia kenakan. Dasha sama sekali tidak menyadari keberadaan Mike yang tengah menatapnya dari arah balkon kamar.
Deg/ Jantung Mike berdegup kencang, lagi-lagi melihat tubuh wanita yang berstatus istri yang dia benci, meski di balut dengan handuk. Mike tidak munafik, apalagi pernah merasakan tubuh Dasha. Sesuatu di bawah sana meronta ingin di manjakan, ingin kembali merasakan tubuh wanita yang berstatus istri nya itu.
"Semoga saja pria tua itu tidak kembali malam ini"gugam Dasha samar-samar di dengar Mike, lalu masuk ke wardrobe.
Mike yang mendengar ucapan Dasha melotot tidak percaya 'pria tua. Siapa? Apa aku? Sial siapa lagi yang wanita itu maksud jika bukan aku' umpat Mike
Tidak lama kemudian Dasha keluar dari wardrobe sudah mengenakan pakaian tidur. Dasha duduk di kursi meja rias menatap wajahnya sambil menepuk-nepuk nya pelan lalu memakai skincare malamnya
Pergerakan Dasha tidak lepas dari pandangan Mike yang masih betah menetap di balkon sambil menatap Dasha
'Shitt... Bukannya aku belum memberinya bayaran waktu itu? Jangan sampai wanita itu berpikir aku tidak sanggup membayarnya'batin Mike mengumpat
Bersambung...
@putri_saefe
Thank you for faithfully reading DASHA TARAN until now, have a nice day. And don't forget to leave a trace.
__ADS_1