
"Ekhem... Obatnya terlalu kuat, bahkan rasa sakit akibat kecelakaan mengalahkan obat perangsang itu"ucap Mike
"Aku tahu! Saat itu aku sampai bermain berjam-jam.."ucap Mark, "Dan kau sampai datang terlambat ke rumah sakit"sinis John
"Aku sudah lama tidak main. Terakhir saat kecelakaan Mike dan sampai sekarang aku sudah tidak pernah melakukannya"ucap Mark meneguk minumannya.
"Bagaimana jika penyelamatmu di temukan identitasnya dan tengah hamil. Apa kau akan menikahinya?"ucap John tiba-tiba
"Sesuai janjiku, aku akan menikahinya meskipun dia tidak hamil. Dan langsung menceraikan Dasha"ucap Mike dengan santainya
"Bagaimana jika istrimu sendiri yang pernah menolongmu?"ucap John asal, "Tidak mungkin. Jika dia yang menolongku, sudah pasti dia mengenalku, hanya saja aku tidak bisa mengenali wajahnya karna aku tidak mengingat kejadian itu."jelas Mike sangat tidak mungkin jika kebetulan Dasha yang menyelamatkannya, pikirnya.
"Hanya saja, jangan melewati batas. Jika istrimu, Dasha yang aku kenal kau akan mendapat masalah, Dasha sangat penting bagi Leon dan Nicho temannya. Aku juga tidak tahu alasannya, tapi dari perlakuan yang aku lihat Dasha seperti berlian yang di jaga, walaupun mereka sering melakukan hal yang konyol dan membuat lelucon. Orang yang melihat ke dekatan mereka langsung bisa menilainya"ucap John, "Walaupun kamu berkuasa dan memiliki koneksi, tidak ada yang tau siapa yang berada di belakang Leon, meskipun aku keluarganya."lanjut John
"Bocah tengik itu salah satu pemegang saham di Marron Copr"ucap Mike menatap John, "Really?, Berapa persen?"tanya John
"5%!!.."singkat Mike, "Dan tidak ada yang tau, perusahaan sebesar Marron Copr saja dia memiliki saham sebesar 5%. Aku merasa sepupu John itu tidak hanya memiliki saham di perusahaan Mike, ada kemungkinan dia juga menanam saham di perusahaan lain"jelas Mark menebak kemungkinan
Mike beranjak, keluar meninggalkan ke dua temannya yang masih duduk di sofa. Mark dan John saling pandang dan mengedikkan bahunya tak peduli
****
Klekk...
Mike mendapati Dasha tertidur di atas ranjang yang di tumpuki beberapa buku "aku membencimu"gugam Dasha samar-samar terdengar di telinga Mike "bisa melihat tapi buta dasar pria tua buta"lanjut Dasha masih tertidur, Mike menatap bingung Dasha 'pura-pura tidur?"batin Mike
"Stupid"decak Mike sambil melepas jaz Dan dasinya Dan meletakkan ponselnya Di atas sofa lalu Masuk ke kamar Mandi
__ADS_1
Drtt.... Drtt... (Dering ponsel Mike)
Dasha terbangun, terusik suara panggilan Dari ponsel Mike. Dasha menatap sinis rantai di pergelangan kakinya lalu beranjak Dari ranjang dengan langkah pelannya menuju sofa di Mana ponsel suaminya itu berada. Dasha menatap pintu kamar Mandi Dan ponsel Mike secara bergantian. "Marsha"ucap Dasha pelan mengerutkan keningnya menatap layar ponsel Mike tanpa menyentuhnya
Klekk...
"What are you doing?"ucap Mike keluar Dari kamar Mandi menggunakan bathrobe
"Nothing"ucap Dasha malas hendak kembali ke ranjang. Mike menarik Dan mendorong pelan Dasha ke atas ranjang.
Brhukk...
"Crazy!!..."umpat Dasha menatap kesal Mike yang sudah melepas bathrobenya dalam sekejam. "Kedepannya kau tidak akan berani membantah Dan melawanku ataupun mengumpat di depanku"ucap Mike menyeringai
"Bukannya Kau membenciku?. Kau bisa Cari wanita lain atau menikah lagi, untuk memenuhi keinginanmu"ucap Dasha cepat
Mike menarik kasar gaun tidur Dasha hingga terlepas Dan melemparnya asal tanpa melepas ciumannya.
"Aku tidak akan melepaskanmu"ucap Mike menggila, menggigit Dan mengecap leher Dasha kasar
'sial.. jika aku melawan, aku bisa saja keguguran'.batin Dasha tanpa pilihan lain membalas permainan Mike.
Mike menyeringai senang, Dasha mengikuti keinginanmu.
"Jika kau tidak memborontak, Maka aku akan melakukannya dengan lembut"ucap Mike berat, "bekerja samalah"lanjut Mike mengarahkan miliknya ke inti Dasha
Dasha pasrah. Walaupun bukan Kali pertamanya Dasha berhubungan tetapi Dasha masih merasakan sakit saat Mike memasuki intinya. Begitupun dengan Mike dapat merasakan inti Dasha yang begitu menjepit miliknya, semakin membuat Mike menggila dan bersemangat.
__ADS_1
Sudah 2 jam Mike masih belum berhenti menikmati tubuh Dasha dengan Gaya yang berbeda-beda. Dasha yang Melayani Mike dalam keadaan kakinya masih di rantai, membuat Dasha sangat tidak nyaman. Pergelangan kakinya memar Dan Mike belum berhenti juga. Untung saja Mike melakukannya dengan tidak terlalu kasar seperti sebelumnya.
******* mereka berdua memenuhi ruangan kamar tidur kedap suara itu, yang tidak akan Ada yang mendengar suara mereka Dari luar kamar. (Sorry soal gini saefe gak pengalaman:)
****
"Cih..."decak Mike menatap Dasha yang tidak sadarkan diri.
Mike mengambil bathrobenya kembali yang tergeletak asal di lantai, Dan masuk ke dalam kamar Mandi tanpa mempedulikan keadaan polos Dasha Dan tidak berniat sama sekali untuk menyelimuti wanita telanjang yang berstatus istrinya itu. (AC nya nyala terus):
Mike keluar Dari kamar Mandi berjalan ke arah sofa mengambil ponselnya, "Marsha?"gugam Mike menghubungi Marsha.
"Halo!"ucap Mike saat Marsha mengangkat panggilannya.
Tut... Tut... Panggilan tiba-tiba terputus tanpa Mike mendengar balasan Marsha.
'Mungkin sudah tidur, ini juga sudah dini Hari'pikir Mike, pandangannya jatuh ke arah Dasha yang masih Tak sadarkan diri, Mike hanya menyeringai. Tidak Ada rasa kasihan bagi Mike untuk Dasha.
Setelah Mike mengganti bathrobenya dengan pakain Tidur, Mike menggeser kasar Dasha ke sisi ranjang untuk mengambil bagian.
"Mike, siapa dia?"tanyanya menatap Marsha di pelukannya. "Dia adik iparku. Jangan mikir macam-macam."ucap Marsha mengeratkan pelukannya pada prianya yang bertelanjang dada. Pria itu meletakkan kembali ponsel Marsha ke atas nakas, Lalu memperbaiki selimut yang menutupi tubuh mereka berdua Dan mengecap sekilas bibir Marsha "Sepertinya aku tidak bisa memakanmu beberapa Hari kedepan"ucapnya pelan mengingat keadaan Marsha saat ini, Lalu ikut memejamkan mata
***
Cahaya matahari pagi itu sangat cerah menyelinap masuk lewat gorden balkon yang terbuka sebagian, bahkan cahayanya mengusik wanita yang tengah terlelap dengan tidurnya. Dengan berusaha untuk duduk bersandar pada dashboard dan mengatur kesadarannya, perasaan Dasha menggigil Dan suhu tubuhnya panas, Dasha demam. Dasha menahan rasa tidak nyaman pada seluruh tubuhnya terutama daerah kewanitaannya. Dasha memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, menyadari jika ia tidak mengenakan pakaian sehelaipun Dan parahnya tubuh telanjangnya tidak ditutupi selimut. 'pantas saja aku merasa kedinginan, sial bahkan AC nya terus hidup Dan parahnya aku tidak memakai selimut menutupi tubuh telanjangku'batin Dasha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
Dasha tersenyum singkat mengingat keadaannya sekarang, 'benar-benar menyedihkan'batin Dasha
__ADS_1
BERSAMBUNG.....