
"Kamu sudah masak nasi kan?"tanya Bella di angguki Leon
Mereka bertiga ke dapur untuk membuatkan nasi goreng seafood kesukaan dasha yang sering mereka buatkan untuk dasha
"Kalian kupas udangnya dan bawang, bawang putihnya di banyakin"ucap Bella
"Kaya baru pertama aja"cibir Leon
"Kaya kita gak tau selera Dasha"ucap Nicho
"Siapa tau kalian lupa"ucap Bella santai "Masih ada cumi kan di kulkas?"tanya Bella pada Leon
"Ada dan selalu lengkap"ucap Leon mengupas kulit bawang
Mereka berkutat di dapur membuatkan Dasha nasi goreng sesuai selera Dasha
"Makan dulu kemudian kau bisa lanjut memainkan ponselmu"ucap Leon "Nicho meletakkan nasi gorengnya di meja makan"lanjut Leon mengganti bajunya di depan Dasha, dan Dasha biasa saja karena terbiasa, hanya di novel yang Dahsa tulis jika melihat pria bertelanjang dada perut six pack muka si pemeran wanita akan merah
"Bhuhahhh"tawa Dasha pecah
"You are crazy?"ucap Leon mengerutkan alisnya meratap dasha bodoh
"Aku seperti istri yang akan di tinggal suaminya untuk bekerja, dan kau seperti suami yang sangat perhatian menyiapkan makananku
"Ucap dasha
"Bodoh aku kira apa yang membuatmu tertawa seperti orang gila
"Ucap Leon melempar baju yang tadi dia pake ke arah wajah Dasha
"Leonard Horowitz,
maybe if i were another girl i would fall in love with you or with Nicho and snatch Nicho from bella"ucap dasha santai
"Dan kau Dasha Taran bukan gadis lain yang akan jatuh cinta denganku atau Nicho hanya dengan perlakuan kami, apa lagi merebut milik Bella, impossible"
Ucap Leon bercermin merapikan rambutnya
"Because we are brothers, yes... even though we are not related by blood"ucap dasha
"Of course, and you hate love"ucap Leon "Makan dan istirahat lah"lanjut Leon keluar dari kamarnya
'Karena cinta membuat orang bodoh, perpisahan, di campakkan sangat menyakitkan. Cinta hanya menghancurkan hidupku'batin Dasha
Dasha menelpon Taran
"Dad, dasha menginap di apartemen Leon, katakan pada mommy"ucap dasha
"Hmm, ingat jangan lupa makan malam sebelum tidur"ucap taran
Tut Tut... Panggilan berakhir
Dasha melepas jaketnya menyisakan tanktop hitam lalu masuk ke kamar mandi
"Hmm, Untung aku selalu menyiapkan jaket di mobil"ucap Dasha menatap dirinya di dalam cermin lalu membasuh wajahnya
"Ah.. kenapa mataku mengeluarkan air?"ucap Dasha kesal sendiri yang tiba tiba menitihkan air mata
"Dasha jangan lemah, tidak aku sangat kuat hehhahhh..."gurau dahsa tertawa tidak jelas tiba tiba berhenti menatap tajam dirinya di dalam cermin
"Tidak ada yang boleh melihat air mata seorang Dasha"tekan Dasha mengusap air matanya yang hanya keluar satu tetes
Dasha menatap nasi goreng di depannya 'Mereka sangat tau selera ku'batin Dasha tersenyum
__ADS_1
"Nik, gimana kalau aku lanjut kuliah di Italia aja?"ucap Bella menatap Nicho yang sedang menyetir
"Terserah kau saja"ucap Nicho mengacak acak rambut Bella dengan tangan kirinya
Leon yang berada di kursi penumpang dengan ponsel nya di tangannya "kalian gak kepikiran untuk menikah?"tanya Leon tanpa mengalihkan perhatian nya dari ponselnya
"Ra ha sia....."ucap Nicho menyebalkan "Perut buncit sebelum nikah tau rasa"cibir Leon
"Main aman,Iyakan"ucap Nicho menaikkan alisnya menoleh ke Bella
"Stupid couple'gugam Leon memainkan ponselnya
Tsentral'naya Klinicheskaya ***'nitsa S Poliklinikoy(rumah sakit)
"How is the condition?"tanya John pada dokter yang menangani temannya
"Pasien mengalami koma akibat cedera serius pada otak nya dan mengalami pendarahan, terjadi penekanan pada batang otak sehingga merusak bagian otak yang berfungsi untuk mengatur kesadaran. Kami akan melakukan tindakan operasi"jelas dokter
"Do the best"pinta John agar dokter itu melakukan yang terbaik
"How is the condition?"tanyanya menghampiri John dengan terengah-engah
John menatapnya tajam "Bukannya kalian tadi bersama?"tanya John
"Minuman aku dan minumannya di beri obat perangsang dan dia langsung pulang mungkin saat di jalan obatnya bekerja"jelasnya
"Haiss... Jika obatnya bekerja kenapa dia tidak menghentikan mobilnya, kecuali mobilnya tidak bisa berhenti. Aku akan menyelidiki nya"ucap John
"How is the condition?"tanyanya lagi pada John
"Koma"ucap John singkat
Dasha kepikiran dengan kondisi pria yang meniduri nya itu 'apa pria itu mati kehabisan darah? Tadi aku meletakkan nya di pinggir jalan dan tidak sengaja kepalanya terbentur kembali'batin dasha
20 menit membaca buku dasha akhirnya tertidur
Pukul 3 dini Leon kembali ke apartemen nya
Klekk...
Leon mendapati Dasha sudah tertidur pulas di atas ranjangnya tanpa selimut
"Kebiasaan"ucap Leon menyelimuti dasha
Leon mengganti pakaiannya menggunakan pakaian tidur agar tidurnya nyaman dan ikut berbaring di samping Dasha
Pukul 10 pagi Dasha bangun dengan kakinya berada di dada dan perut Leon, posisi tidur mereka berbentuk T
Tidur bersama di anggap hal biasa dengan keduanya dulu juga sebelum Nicho dan Bella pacaran mereka tidur 1 ranjang 'tidak ada salahnya tidur bersama saudara' pikir mereka pada kenyataan nya mereka tidak bersaudara hanya teman tanpa hubungan darah. Orang orang menganggap mereka pacaran
Dasha beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Dasha ke dapur menyiapkan sarapan
"Dartt... Drtt..
"Why call?"tanya dasha mengangkat panggilan
"Papa menyuruhku menghubungimu, kau ke sini sekarang. Kau tau kan kalau kamu tidak mendengar kan perintah papa, papa akan ke kediaman Taran"ucap Disha adik kandung dasha selisih 3 tahun dengan Dasha
Tut Tut... Dasha memutuskan panggilan dengan kesal. Dasha masuk ke kamar Leon mengambil jaketnya
Kediaman darold
PLAK...
__ADS_1
Dasha memejamkan matanya sejenak merasakan tamparan yang di berikan omanya
"Hey.. cara penyambutan kalian menarik sekali"ucap Dasha menyeringai
"Beraninya kamu mempermalukan keluarga"ucap Oma meninggi "siapa yang mempermalukan siapa?"tanya Dasha santai
"Kau pikir kami tidak tau kelakuan kamu di luar sana ah? Kau sering mengunjungi club dan berkeliaran tidak jelas"marah Oma
"Oh ya?.. lalu bagaimana dengan anak laki laki Oma itu?(papa dasha)"ucap dasha melirik manson
"Teman-teman papa sering membicarakanmu dan beberapakali melihat kamu di D'club" ucap Disha duduk diam di sofa
"Diam kau"bentak Dasha pada Disha "Kenapa? Apa ucapan Disha salah?"ucap manson ikut berbicara
"Tepat sasaran, aku hampir setiap malam berada di D'club"ucap Dasha santai "apa yang kau lakukan di sana? Menjual tubuhmu dan minum minum"ucap Manson
"Tidak aku tidak menjual tubuhku, hanya melakukannya tanpa bayaran untuk bersenang senang"ucap Dasha santai
"Tenang aku tidak memakai marga darold. Namaku adalah dasha Taran bukan Dasha darold"ucap Dasha
"Kau" tunjuk Oma "sama saja dengan papamu pemalas dan suka keluar malam ke tempat tidak jelas"ucap Oma
"Aku tidak masalah karena aku laki laki"ucap Manson
"Sampai kapan kau bersikap keras kepala hanya menjadi beban keluarga, Kau hanya menghabiskan uang. Saat kau sekolah saja, kau selalu bolos. Dan sekarang tidur di mana mana 1 atap dengan anak lelaki"ucap Oma
"Ya semalam aku menginap di apartemen temanku. Apa anak buah Manson tidak ada kerjaan lain selain mengurusi kehidupanku? Dan untuk apa kalian ikut campur, aku tidak pernah meminta uang kepada kalian untuk menyewa pria"ucap dasha meninggi
PLAK (Manson menampar dasha)
Buk bhuk (dasha meninju perut manson)
Berakhir Dasha di pukuli Manson. Ingat Manson jika emosi tidak pandang bulu siapapun akan berakhir mengenaskan jika berani melawan dirinya
"Hahahhhhhhh hanya aku hanya aku kau mengangkat tangan kepadaku tapi kau sama sekali tidak pernah menyentuh putrimu yang lain, kau sangat membenciku Manson darold oh.. tidak kau juga berani menyakiti mommy ku"ucap Dasha tertawa
"Itu karena kalian berdua sama saja berani melawanku"ucap Manson pergi
Emosi Manson dan Dasha sama. Benar kata orang buah tidak jatuh jauh dari pohonnya
"Keras kepala, kau tidak akan pernah menang melawan papa"cibir Disha meninggalkan Dasha
"Oma kecewa sama kamu, kenapa kamu harus mengikuti jejak papa kamu"lirih Oma
"Aku hanya melakukan apa yang kalian tuduhkan walaupun aku tidak pernah melakukannya tapi jika orang orang menuduhku dengan senang hati aku melakukannya"ucap dasha santai meninggalkan omanya dan berjalan sempoyongan menuju ke kamar
Brak... Prang.. prang!
Dasha membanting kelantai barang barang di kamarnya
"Manson gila ahk.... Aku membencimu"teriak Dasha menjambak rambutnya sendiri
Buk dhuak!...
Dasha meninju tembok melampiaskan amarahnya dan memukul mukul kepalanya sendiri
"Huahahahahaha aku lemah hhhh aku pengecut masih saja tidak bisa melawan Manson darold"dasha tertawa bodoh
Dasha memiliki kamar kedap suara yang tidak pernah di masuki siapapun selain Dasha sendiri. Kamar Dasha jauh dari kata kamar seorang gadis, kamarnya bagaikan kapal pecah banyak pecah pecahan di lantai dan pencahayaan yang kurang membuat kesan kamar Dasha menjadi agak horor. Tembok kamarnya samar samar di hiasi bercak merah, bukan cat dinding melainkan darah Dasha jika sewaktu waktu meluapkan emosi di dalam kamarnya di kediaman Darold, Dasha meninju tembok dan membanting barang barangnya, memukul kepalanya dan menarik rambutnya sendiri untuk meredakan emosinya, Meredakan rasa kesalnya tidak bisa melawan Manson lebih jauh.
Situasi yang membuat Dasha seperti sekarang. Masa lalunya di keluarga Darold yang membuatnya seperti sekarang bahkan Dasha membenci cinta dan suatu hubungan akibat masalah keluarga darold dan juga orang sekitarnya mulai dari teman SMA nya dan orang orang sekitar membuat Dasha semakin membenci suatu hubungan. Hanya di keluarga Taran dasha bisa merasakan dan percaya sebuah hubungan.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1