Dendam Wanita Yang Tersakiti

Dendam Wanita Yang Tersakiti
Hubungan Antara Larry dengan Johan


__ADS_3

Larry Cox adalah adik dari Julia Cox—istri Johan Smith. Dulu, Larry dan Julia adalah orang yang berpengaruh dalam berdirinya Red. Hampir seratus persen uang yang digunakan adalah harta warisan mereka. Sedangkan Johan, dulunya hanya orang biasa yang kebetulan punya kemampuan dan kecerdasan di atas rata-rata.


Awalnya, hubungan Johan dan Larry sangat baik. Larry turut bahagia karena Johan memperlakukan Julia bak seorang ratu. Dari sanalah Larry tidak pernah lagi memperhitungkan harta dan aset. Meskipun tidak ikut keluar modal, tetapi Larry tetap menganggap Johan sebagai pemilik Red, sama seperti dirinya.


Namun, keharmonisan itu berangsur hilang setelah pernikahan Johan dan Julia memasuki tahun kelima. Johan sangat menginginkan anak, sedangkan Julia divonis mandul. Dari sanalah Johan main gila dengan wanita lain. Dia selingkuh dan memiliki bayi perempuan—Jessy.


Akan tetapi, Johan sangat egois. Dia tidak mau menceraikan Julia dan malah menyuruh istrinya itu mengasuh Jessy layaknya anak sendiri. Larry marah besar, harga dirinya tercabik-cabik melihat sang kakak diperlakukan demikian.


"Kakakku memang punya kekurangan, tapi bukan berarti bisa kau perlakukan seperti ini! Jika kau sangat menginginkan anak dan tak bisa menerima kekurangannya, maka ceraikan saja dia! Kau silakan pergi dari sini, bawa serta anakmu, dan hiduplah bersama selingkuhanmu!" bentak Larry kala itu.


Namun, Johan membalasnya dengan lebih buruk. Lelaki itu tidak hanya menyahut dengan intonasi tinggi, tetapi juga memainkan pistol dan membuat Larry terluka. Kemudian, dia menyuruh orang untuk membuang Larry ke dalam hutan dan menghabisinya di sana.


Julia tidak terima dengan semua itu, tetapi dia terlalu lemah. Alhasil, dia hanya bisa tunduk dan terpaksa menerima perlakuan buruk Johan. Sang suami yang semula lembut dan penuh cinta kasih, sejak saat itu berubah kejam dan ringan tangan.


Johan seringkali memukul Julia hanya karena kesalahan sepele, dia juga gemar bermain wanita, tak peduli meski hal itu menyiksa batin Julia. Lebih parah lagi, Johan mengambil alih kepemilikan Red dan menjadikannya milik pribadi. Julia sangat menderita, sampai akhirnya dia meninggal di usia yang masih muda. Johan mengabarkannya meninggal karena mengidap penyakit. Dia memang pandai bersandiwara. Semua bawahan tidak ada yang tahu sisi kejamnya. Bagi mereka, termasuk Athana, Johan adalah sosok lelaki yang setia dan bijak.

__ADS_1


"Kenapa? Kaget karena aku masih hidup?" Larry tertawa dan membuyarkan keterkejutan Johan "Aku masih punya kakak yang harus kukunjungi, jadi ... mana bisa mati begitu saja," sambungnya.


"Di mana Jessy?" tanya Johan dengan intonasi tinggi. Dia malas berbasa-basi, apalagi membahas kisah silam. Tidak, dia muak mengenang semua itu.


"Sudah tenang di sana," jawab Larry dengan asal.


"Apa maksudmu?" Johan makin meninggikan intonasi.


Larry tersenyum miring, "Dia sudah meninggal sebelum mobilnya terbakar."


"Aku tidak akan mengampunimu jika kau berani menyakitinya!"


"Dasar brengsek!" Johan melayangkan tinju ke wajah Larry. Namun, dengan cepat tangannya ditangkis dan ditahan di awang-awang.


"Bukan hanya itu, aku juga memberikan dia pada anak buahku. Mereka menggilirnya dan tidak sengaja membuat anakmu mati," ucap Larry.

__ADS_1


Wajah Johan merah padam. Amarahnya sudah mencapai puncak. Entah benar atau tidak yang diucapkan Larry, tetapi Johan sangat marah. Dia tidak rela putrinya dihina sedemikian rupa.


"Kau akan menanggung akibat dari perbuatanmu! Jika dulu kau berhasil selamat, maka sekarang kupastikan kau akan mati, Larry!" geram Johan sambil mengambil pistol.


Larry tersenyum, "Ayo serang! Aku bisa melawanmu dengan tangan kosong."


Mendengar ejekan Larry, Johan tak bisa menahan diri lagi. Dia langsung melepaskan tembakan ke arah Larry. Namun, pelurunya terjatuh begitu saja di lantai. Entah ada perisai apa yang dipasang di balik baju Larry, yang jelas tak ada satu pun peluru yang bisa menembus.


"Kau licik!" bentak Johan. Kali ini sasarannya bukan lagi dada, melainkan kepala.


Akan tetapi, Larry berhasil menghindar, sehingga peluru dari pistol Johan terbuang sia-sia. Sebelum lelaki itu menyerang lagi, Larry terlebih dahulu menendang perutnya. Cukup keras dan berhasil membuat tubuh Johan terhuyung.


Selagi Johan masih berusaha menyeimbangkan tubuhnya, Larry kembali menendang. Bahkan, kali ini dibarengi bogeman keras di wajah. Johan tak bisa menghindar dan akhirnya tersungkur di lantai.


"Kali ini kau akan mampus, Larry," gumam Johan dengan penuh emosi. Dia pun langsung mengambil asap mematikan dan membukanya tepat di depan wajah Larry, kebetulan lelaki itu sedang menunduk dan hendak menyerangnya.

__ADS_1


Karena aroma asap cukup menyengat, Larry mundur beberapa langkah. Namun, aroma itu tetap mengikutinya dan seakan masuk dalam tubuhnya.


Bersambung...


__ADS_2