Dendam Wanita Yang Tersakiti

Dendam Wanita Yang Tersakiti
Menuntaskan Dendam


__ADS_3

Sesuai dengan kesepakatan, hari itu juga Anston menyerahkan diri ke polisi. Dia mengakui kejahatannya beberapa tahun silam. Dia juga menyerahkan semua aset, yang dari awal milik orang tua Athana.


Karena kejahatannya dirancang sedemikian rupa, hingga berakibat fatal bagi Athana, Anston terancam hukuman seumur hidup. Pria itu tidak mengelak. Pikirnya, tak apa asal Sanny bisa selamat dan hidup tenang. Toh Luis masih punya tabungan yang cukup banyak dan diketahui oleh Athana. Jadi, mereka tidak akan kekurangan meski keluar dari rumah tanpa membawa apa pun.


Namun, sesaat setelah Anston mengakui kejahatan dan mengalihkan seluruh aset, Athana membuka suara dan membuatnya terkejut seketika. Ternyata wanita itu juga melaporkan kejahatan Sanny dan Luis, yang merencanakan pembunuhan terhadap dirinya. Dalam hal ini, pemilik hotel menjadi saksi. Lelaki itu juga mengakui bahwa dirinya sempat menerima perintah, tetapi kemudian sadar jika itu salah.


"Saya sempat tergiur dengan upah yang Tuan Luis janjikan, dan saya sempat khilaf hingga menerima tawaran itu. Tapi, di sini, saya mengaku menyesal. Tidak seharusnya saya mendukung tindak kriminal. Saya akan mengembalikan uang milik Tuan Luis, dan seandainya tindakan saya ini sudah patut diadili, saya tidak akan mengelak."


Anston sangat terkejut saat mendengar pengakuan lelaki itu. Semua ini di luar rencana, rupanya Athana telah mengingkari janjinya, dan pemilik hotel itu malah berpihak padanya. Namun, bagaimana tidak berpihak, Luis sekarang bukan orang konglomerat lagi, sedangkan Athana adalah anggota Red, mana berani dia melawan.


"Baik, kami akan mengupas tuntas kasus ini!" jawab petugas dengan tegas.

__ADS_1


"Tidak, Pak! Anak saya tidak bersalah. Semua ini hanya permainan Athana, dia adalah anggota Red. Saya melihat sendiri tanda keanggotaan dia," teriak Anston dengan lantang.


"Tuduhan Anda terlalu jauh. Saya hanya wanita biasa, bisa-bisanya Anda menyebut saya sebagai anggota Red?" sahut Athana dengan tenang.


"Kamu, wanita bermuka dua! Cepat akui saja identitasmu yang sebenarnya. Tunjukkan tanda keanggotaan yang kamu pamerkan padaku kemarin!" jawab Anston.


"Tuan Anston, kami tidak bisa menerima tuduhan yang Anda layangkan kepada Nona Athana. Kita semua tahu bagaimana sifat anggota Red, kejam dan sadis. Jika Nona Athana adalah salah satunya, tidak mungkin sekarang Anda masih duduk di sini, pasti suah kehilangan nyawa. Dan lagi ... kami baru saja menerima laporan dari negara yang bersangkutan, Red telah hancur dan pemiliknya sudah meninggal."


Sementara itu, Athana menyembunyikan senyumannya. Dia tahu dari mana asal muasal berita itu, Dove.


Sebelum Athana kembali ke tanah kelahiran, ia dan Dove sempat bicara serius. Dove akan membocorkan kematian Johan, berikut dengan tragedi malam kelam, di mana ia dan Athana hampir mati di tengah ledakan. Semua yang ada di markas ditata sedemikian rupa, hingga petugas keamanan mengira telah terjadi pertempuran hebat karena masalah internal. Dan sebelum melakukan itu, Dove terlebih dahulu menyelamatkan semua aset berharga, yang kemudian dipindahkan ke tempat Larry.

__ADS_1


Dengan mengatur berita itu, Dove bisa tenang memutar haluan. Keluar dari dunia gelap, tanpa mengambil resiko. Ke depannya, Dove akan fokus dalam bidang medis.


Namun, sebagai orang yang tak pernah berurusan dengan Red, Anston masih kebingungan. Tidak bisa menebak apa gerangan yang sebenarnya terjadi di balik itu semua. Yang dia tahu hanya satu, dirinya akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama, pun dengan anak dan menantunya. Sungguh sial!


Benar saja, masih pada hari yang sama Sanny dan Luis ditangkap dan turut diadili. Mereka terjerat kasus perencanaan pembunuhan, dan mendapat ancaman hukuman yang cukup berat.


"Kamu mengingkari janjimu, Athana!" protes Anston setelah dirinya berada di balik jeruji.


Athana tersenyum tipis, "Tidak ada alasan untuk menepati janji terhadap orang sepertimu, Papa."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2