
suasana ruangan begitu menegangkan karena rayyan dan keyla sama sama grogi nya sementara qila dan orang tua nya asik berbincang karena qila dengan manja nya menceritakan semua kejadian tadi di lantai bawah pada umi dan abi nya itu.
dan tiba tiba pintu terbuka. raut wajah keyla seketika menegang,
ia itu sosok abid yang berjalan membawa nampan dengan dua cangkir di atas nya.
ketika abid menyimpan cangkir itu di meja, suara khas anak manja membuat semua orang menahan tawa termasuk keyla " abang OB ganteng sudah datang ".
beda dengan abid yang terlihat masam dan mendekati adik nya itu.
dasar anak manja " ucap abid menjewer telinga qila dan menggelitik qila membuat qila menahan geli"
abi qila geli abang jahat " adu qila pada abinya saat sudah terlepas dari abid "
sudah sudah " ucap umi melerai "
Ob sialan ambilkan minum buat qila dan wanita itu " ucap abi tampa menoleh abid "
abid berjalan ke pojokan ruangan dan mengambil minuman dingin yang ada di plizer karna dia tau minuman dingin ini kesukaan qila lalu kembali menghampiri mereka dan menyimpan nya di meja, terimakasih abang " ucap qila manja "
sama sama princess " ucap abid tersenyum ramah "
kamu wanita yang waktu itu kan " tunjuk abid pada keyla dan itu membuat keyla gugup "
memang kalian pernah bertemu " tanya umi penasaran "
ia ucap abid lalu menceritakan semua kejadian bersama keyla pada semuanya, keyla sudah tidak bisa menutupi rasa ketakutan pada diri nya namun tiba tiba suara tawa riang keluar dari abi umi qila bahkan rayyan.
kamu gadis hebat bisa menghukum anak sialan ini " ucap abi pada keyla yang membuat keyla keheranan "
abi ngapain bela dia yang anak abi itu aku apa dia " ucap abid kesal dia menyesal menceritakan pertemuannya dengan keyla "
ia ia sorry ucap abi menghentikannya tawa nya, lalu mengutarakan tujuannya yaitu rayyan akan ikut bersama qila dan umi untuk berlibur ke singapore dan meminta abid untuk menggantikan rayyan sementara waktu.
tapi kan abi tau sendiri abid pun sibuk dengan kerjaan abid sekarang perusahaan abid sudah makin maju dan bertambah cabang masa di tambah perusahaan besar ini " ucap abid menolak dengan alasannya ni "
__ADS_1
sementara keyla kaget bukan kepalang pasalnya setau dia sudah seminggu terakhir ini abid hanya keluar masuk kantor ini seperti ga ada kegiatan yang jelas " ternyata di balik kesederhanaan dia punya banyak kelebihan batin keyla "
kamu yakin tidak mau menggantikan rayyan sementara waktu " tanya abi dengan senyum mencurigakan "
ia aku tidak mau " ucap abid kukuh "
ya sudah kalau kamu tidak mau jangan harap bisa bertemu khanza kembali " ujar abi dan sontak membuat kaget abid dan rayyan sementara umi hanya tersenyum dia tau suami nya pasti tidak akan membiarkan anak nya dalam masalah, sementara keyla bingung tidak mengerti dan siapa itu khanza apakah pasangan abid atau siapa.
abi tau keberadaan khanza " tanya abid memastikan "
pokonya abi mau kamu gantikan dulu rayyan nanti abi akan beritahukan keberadaan khanza " ucap abi tegas pada anak nya "
baik baik abi siap jadi CIO sementara dan awas kamu lama lama berlibur "ancam abid pada rayyan "
baik lah semua urusan sudah selesai umi mau makan siang di luar apa kalian mau ikut " tanya umi pada abid dan rayyan "
kompak mereka berdua menggelengkan kepala nya.
abi umi dan qila pamit meninggalkan mereka dan kini hanya ada keyla abid dan rayyan, keyla yang merasa sudah tidak ada kepentingan lagi karena qila sudah pergi memberanikan diri berpamitan pada abid dan rayyan.
eee engga kan abang ada urusan yang belum selesai sama dia " ujar rayyan mengelak "
ya sudah kamu keluar ada yang aku mau bicarakan sama dia dan kamu tidak di perkenankan mendengarkan percakapan kami " ucap abid mengusir rayyan ".
tapi kan ini ruangan ku " elak rayyan "
tapi sekarang aku CIO nya kamu mau berangkat sama umi sekarang juga ga masalah " ucap abid masa bodoh ".
ya ya ya pa CIO aku pergi awas abang macam macam di ruangan ini " ujar rayyan berjalan pergi meski dirinya tidak rela ".
sialan memang abang mu ini mesum itu kah " teriak abid namun tidak di hiraukan karena rayyan sudah menutup pintu ruangan "
duduk lah " ucap abid pada keyla karena dia masi mematung di samping kursi tempat tadi dia duduk "
ee baik pa " ucap keyla gugup "
__ADS_1
kamu ga usah gugup aku tidak mesum yang di tuduhkan adikku " ucap abid meyakinkan keyla "
ee baik pa dan maafkan atas kelancangan saya waktu itu " ucap keyla memberanikan diri "
abid tertawa pelan lalu memulai obrolannya,
ia santai santai aku tidak mempermasalahkan hal itu ku dan siapa nama mu " tanya abid karena dia belum tau nama wanita di hadapannya".
terimakasih pa nama saya keyla pa " ucap keyla sedikit tenang "
kamu dari tadi pa pa pa memang saya setua itu kah, panggil aku abid saja " ucap abid karena tidak suka dengan sebutan pa "
tapi kan bapak atasan saya dan lebih tua dari saya jadi tidak sopan kalau saya hanya menyebut nama pada bapak " ucap keyla kekeh dengan sebutan itu "
aku bilang jangan ya jangan, lagian kita cuma berbeda beberapa tahun, ya sudah kalau gitu kamu boleh memanggil aku abang ok " tegas abid tidak ingin di bantah "
ee baik baik abang " ucap keyla kikuk dan tersenyum sumringah dan membuat abid curiga "
kamu jangan membayangkan aku suka sama kamu ya " ucap abid percaya diri "
dih siapa juga yang suka sama bapak " ucap keyla sebal "
ku bilang jangan panggil bapak dan tadi kenapa senyum senyum " tanya abid curiga "
ee ia abang, aku senyum karena baru kali ini ketemu atasan se rendah hati bapak dan aku tersenyum karena qila tadi sempat cerita kalau abang orang mandiri dan aku baru tau kebenaranya saat tadi abang memberi alasan pada pak abi saat menolak menjadi CIO "puji keyla tulus "
abid yang mendapat pujian dari keyla kini pipi nya merah bak tomat rebus, kamu ga usah cari muka " ucap abid masi dengan pipi merah nya ".
keyla yang melihat pipi merah abid memberanikan diri mencandai nya " muka aku ada ko ga perlu cari muka " ucap nya polos.
abid pun tertawa riang, kini keyla tau ada sisi lain dari abid sosok yang beberapa waktu dia kenal dingin berwajah datar namun bisa seriang ini.
ok ok aku langsung pada intinya ya, jujur aku juga masi ga tau kenapa aku melihatmu tidak bisa marah padahal kamu sudah mengerjai ku.
tapi aku malah senang dan aku malah merasa kamu seperti sosok qila di mataku.
__ADS_1