
aku beri kamu waktu untuk bicara pada anakmu aku akan menunggu di luar jika lima menit kalian tidak keluar maka aku akan pergi " ucap abi terlihat sedikit marah pada laras dan berdiri lalu keluar ke halaman rumah ".
ko dia galak dan seperti maksa tanya khanza pada ibunya.
ko abi galak sama calon menantu abi " tanya abid di luar rumah khanza "
biar dia tau siapa abi dan mau ikut kita, kurang ajar nya mirip kamu " ucap abi dengan wajah biasa tidak seperti tadi di dalam terlihat marah "
khanza dan laras berada dalam kamar nya karna selama tinggal di rumah ini khanza dan ibunya tidur bersama sementara jihan tidur sendiri karena cuma ada dua kamar di rumah tersebut.
khanza ibu mohon kamu jangan kurang ajar seperti tadi, ucap bu laras memperingati khanza.
memang dia siapa kenapa dia semena mena sama kita " tanya khanza masi tidak terima "
khanza kamu tau beliau orang yang mempersatukan ibu dengan ayah, dan apa kamu tau perusahaan yang kamu pimpin lebih dari dua tahun itu merupakan hadiah pernikahan ibu dari sahabat ibu mia, ada itu murni kerja keras mia harta satu satu nya sebelum menikahi abi. dan sekarang perusahaan itu jatuh pada orang lain, apa kamu tidak merasa bersalah dan apakah kamu tidak memahami kedekatan ibu dengan mia dan abi , abi memang keras orang nya tapi dia orang baik dan penyayang apalagi kamu bertemu mia dia akan menganggap mu anak sendiri. jadi abi marah tadi bukan semenamena tapi karena perkataan mu mengatakan abi itu orang lain itu yang membuat dia marah " ujar laras memberikan penjelasan "
maafkan khanza bu khanza cuma takut om tadi ada maksud lain sama ibu " ujar khanza sambil memeluk laras".
kamu ini berpikiran yang tidak tidak sayang abi lelaki paling setia yang ibu kenal bahkan kesetiaan nya melebihi ayah mu "ucap laras lembut dia heran kenapa anaknya bisa berpikiran sampai ke sana ".
baik lah ayo kita rapikan barang barang yang akan kita bawa dan bangunkan jihan kasihan abi menunggu terlalu lama "ucap laras mengingatkan khanza"
tapi bu ini sudah lewat lima menit apakah mereka masi ada di luar " tanya khanza karena waktu lim menit sudah dia lewati "
sudah ayo berkemas dan bangunkan jihan ibu yakin abi tidak akan sekejam dan setega itu pada keluarga kita " ucap laras dan membereskan pakaian nya ".
kini mereka sudah siap dan jihan sudah bangun dan sekarang mereka dalam perjalanan menuju jakarta, abid menjadi sopir di sampingnya khanza yang masi pura pura tidak mengenal abid,
sementara laras di belakang beserta abi dan jihan di tengah tengah mereka. kini jihan asik memeluk abi dan bercerita tentang dirinya di sekolah, khanza bingung kenapa bisa adiknya sedekat itu dengan abi bahkan memanggilnya dengan sebutan abi.
__ADS_1
kamu ga usah bingung khanza ucap abi yang melihat khanza dalam kebingungan.
jihan sudah bertemu abi beberapa kali sewaktu yudo masi ada dia sering ke kantorku dengan membawa jihan kecil sedangkan kamu abi baru bertemu sekarang karena masa sekolah kamu di luar negri dan sewaktu meninggal yuda abi pun tidak melihat mu " ucap abi menjawab rasa penasaran khanza ".
oh ia om waktu itu aku hanya menangis di dalam kamar seharian " ucap khanza pada abi ".
oh ya jangan panggil abi om kesan nya abi pengen bungkus kamu di panggil om " goda abi pada khanza dan sukses membuat laras menepuk bahu abi kencang "
emang kamu berani sama mia " tanya laras balik menggoda abi dan sukses membuat mereka berdua tertawa "
sementara sang sopir tengah memanyunkan bibirnya bisa bisa nya orang tua nya merayu calon istrinya.
ia baik abi " ucap khanza masih canggung ".
kini jam sudah menunjukan pukul dua dini hari mereka sudah sampai di halaman rumah dan menuju pintu utama dan mereka berjalan masuk dan abid menggendong jihan yang sudah tertidur lelap.
abid sengaja memasukan jihan di kamar qila karena abid tahu mereka sudah saling mengenal dan menidurkan jihan di samping qila dan abid pun pergi ke kamar nya.
kini sudah pukul tujuh pagi dan qila bersama jihan asik bercerita di meja makan dan laras beserta umi asik memasak sedangkan khanza hanya duduk melihat adik beserta anak kecil mungil lucu berceloteh.
ini memang hari libur jadi mereka semua tidak terburu buru untuk sarapan, beberapa menit berlalu hingga seorang wanita seumuran khanza datang bersama laki laki yang dia kenal, ya itu merupakan rayyan pranaja.
khanza tertunduk takut menatap rayyan namun laki laki itu berlalu pergi entah kemana.
kini khanza di hampiri oleh keyla, hey mbak khanza kan tanya keyla mengira ngira.
ko kamu tau nama aku " tanya khanza heran dan memberanikan diri mengangkat wajahnya karena tidak ada sosok laki laki yang dia takuti ".
tau lah orang abang sering cerita tentang mbak khanza dia bilang mbak khanza baik cantik dan mandiri " ujar keyla memuji khanza "
__ADS_1
namun lain dengan pikiran khanza, dia berpikir laki laki dengan sebutan khanza itu adalah rayyan jadi dia pikir keyla merupakan anak ke dua dari abi pranaja.
oh ia nama kamu siapa tanya khanza basa basi.
aku keyla ucap keyla memperkenalkan diri..
key suara bariton membuyarkan perkenalan keyla bersama khanza.
ia pa selamat pagi " kini bukan khanza yang gugup tapi keyla yang gugup dan menunduk "
khanza masi tidak mengerti dengan semua ini.
kamu baru satu hari hubungan sudah di bawa anak sialan itu kemari, dan sekarang kamu jangan panggil saya bapak sebut saya abi saja oke " ucap abi lembut namun terdengar oleh keyla sebuah perintah "
baik baik abi " ucap keyla masi menunduk dan gugup ", duduk lah di samping khanza dan jangan gugup " ucap abi lembut namun masi terdengar seperti perintah oleh keyla dan keyla pun duduk di samping khanza ".
abi berlalu pergi entah kemana.
kamu kenapa gugup, tanya khanza heran pada keyla.
aku baru pertama kali datang ke rumah ini karena di paksa datang oleh laki laki sialan tadi " ucap keyla kesal pada kekasihnya ".
sama aku juga pertama datang ke rumah ini "ucap khanza pelan "
mereka pun tertawa pelan bersamaan.
hingga sekarang sarapan akan segera di mulai dan hanya ada satu laki laki yaitu abi dan kedua laki laki lainya entah kemana.
umi yang penasaran keberadaan anak nya menanyakan pada suami nya. bi mana dua jagoan kita " ucap umi pada suaminya ".
__ADS_1