DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
PERHATIAN


__ADS_3

sementara khanza terbangun dia melihat atap rumah sakit lalu teringat sesuatu yang membuat dia merasakan ketakutan, laki laki itu " batin khanza takut dan menutup tubuh nya dengan selimut".


sebelum terjadi nya tabrak lari itu khanza memang di ikuti beberapa laki laki, namun saat kejadian tabrak lari itu khanza tidak tau apa yang terjadi karena dirinya tidak sadarkan diri.


pintu terbuka khanza makin ketakutan, namun sosok abid yang datang membuat khanza sedikit tenang.


abid berjalan mendekat lalu duduk di samping khanza, kamu sudah sadar, " tanya abid lembut sambil menyimpan obat obatan yang tadi dia tebus ".


khanza tidak menjawab tiba tiba khanza memeluk abid lalu menangis seperti orang ketakutan, kamu kenapa , " tanya abid heran sambil mengelus lembut pundak khanza ".


aku takut, " ucap khanza lirih gemetaran ".


jangan takut kan sekarang ada aku, " ucap abid menenangkan ".


khanza tidak menjawab dan memeluk erat perut abid, ayo kita pulang ," bujuk abid pada khanza ".


khanza menoleh melihat abid sendu, aku takut, " ucap nya lirih ".


takut apa di sini ada aku ga ada yang ganggu kamu, " bentak abid kesal karena tiba tiba khanza manja pada nya ".


khanza terdiam lalu melepas pelukan itu dan menutup wajah nya dengan tangannya dia tengah menangis, tidak ada yang mengerti diri nya khanza menangis menundukkan kepala nya.


abid yang belum mengerti situasi di buat serba salah tapi dia tidak tega melihat khanza nya menangis, abid mendekatkan tubuh nya pada khanza lalu memeluk khanza, kamu kenapa, " tanya abi lembut ".


beberapa saat khanza tidak menjawab, tadi beberapa laki laki mengikuti aku tapi ga tau tiba tiba aku merasa ada yang menabrak terus aku bangun di tempat ini, " ucap khanza mengadu lirih ".


ya sudah sekarang udah ada aku, aku janji akan jagain kamu, " ucap abid menenangkan khanza ".


janji, " ucap khanza meminta janji pada abid ".


janji ia janji ayo kita pulang, " ajak abid lalu menggendong khanza dan mengambil obat obatan tadi dan membawa nya menuju mobil ".


turunin aku bisa jalan sendiri, " ucap khanza memukul pundak abid ".


sudah diam kaki mu itu masi luka, " ucap abid tetap menggendong khanza ", khanza hanya bisa menyembunyikan wajah nya karena malu di tatap oleh orang orang yang melihat kelakuan abid itu.

__ADS_1


anak muda sakit aja masih bisa romantisme, " ucap salah satu ibu ibu yang melihat tingkah abid menggendong khanza ".


kini abid berada di dalam kamar khanza, dia sedang memaksa khanza untuk makan dan menyuapi nya.


sudah sudah cukup makan nya, " ucap khanza kesal karena daging yang di makan nya berasa tidak enak ".


kamu harus makan yang banyak percuma minum obat kalau tidak makan, " ucap abid memaksa memasukan daging itu pada mulut khanza".


kamu dapat daging itu dari mana sih, " tanya khanza kesal ".


dari kulkas lah, " jawab abid enteng ".


maksud aku siapa yang masak, " tanya khanza masih kesal karena terus terusan mulutnya di masukin daging sama abid ".


aku yang masak , " ucap abid bangga ".


memang kamu pakai bumbu apa, " tanya khanza curiga ".


abid diam sejenak lalu menggaruk Garuk kepala yang tidak gatal, pakai garam " ucap abid cengengesan ".


abid mencicipinya, dia merasa daging itu terasa dingin tidak ada rasa sama sekali, memang berapa takaran garam nya " tanya khanza penasaran".


aku cuma masukin satu sendok garam ke dalam satu kg daging itu, " ucap abid merasa malu".


ya sudah jangan di makan aku ambilkan roti saja, " ucap abid lalu mengambil sisa daging itu dan pergi meninggalkan khanza ".


khanza tersenyum kecil, hati nya tengah berbunga bunga meskipun masakan itu tidak enak tapi lain hal nya khanza melihat perhatian abid itu yang membuat nya merasa sangat senang.


abid kembali membawa beberapa potong roti yang sudah di campur selai dan segelas susu, abid menyuapi khanza dan dengan senang hati khanza memakan nya, lalu khanza meminum susu yang tadi di bawakan abid, setelah nya meminum obat.


ya sudah aku ke kamar dulu nanti kalau ada apa apa telepon saja, " ucap abid berniat meninggalkan kamar khanza namun langkah nya terhenti oleh ucapan khanza ".


boleh ga malam ini saja temani aku di kamar ini, " ucap khanza ragu ".


abid membalikan tubuhnya dan menatap lekat pada khanza, khanza gugup di tatap seperti itu.

__ADS_1


baik lah, " ucap abid lalu berjalan ke arah lemari mengambil selimut lalu merentangkan tubuh di sopa kamar yang jarak nya tidak begitu jauh dari ranjang".


selamat beristirahat , " ucap abid lalu menutup mata nya".


khanza senyum senyum sendiri melihat abid yang sudah perhatian dan peduli pada diri nya meskipun entah karena menyimpan perasaan pada nya atau sebatas iba karena sedang sakit.


kini sudah dua hari berlalu abid tidak berangkat ke kantor dan hanya di sibukkan merawat khanza yang belum pulih, meskipun khanza beberapa kali menyuruh abid untuk berangkat ke kantor tapi tetap saja dia malah berdiam diri di rumah bekerja dari rumah pun tidak.


kamu bekerja sana, " ucap khanza yang sedang menonton drakor kesukaan nya ".


abid tidak menyahuti perkataan khanza dan asik bermain game di handphone nya.


karena merasa di abaikan khanza melemparkan bantal pada abid, ada apa apa yang kamu butuh kan, " tanya abid tanpa rasa bersalah ".


kamu ga kerja , " tanya khanza geram ".


oh , lalu abid asik kembali bermain game tanpa menjawab pertanyaan khanza.


khanza yang merasa cape sendiri menyuruh abid bekerja akhirnya membiarkan abid dan kembali fokus menonton drakor kesukaan nya itu.


sampai tidak terasa sekarang sudah menunjukan pukul lima sore dan pintu bel berbunyi, siapa yang bertamu gumam abid lalu berjalan menuju pintu.


sore pa, " ucap wisnu ramah pada abid ".


abid hanya memicingkan mata nya tidak menjawab sapaan wisnu, mata nya tengah menatap benda di salah satu tangan wisnu.


ada apa, " tanya abid ketus ".


mau mau bertemu khanza pak saya baru tau dari asisten nya kalau khanza mengalami musibah, " ucap wisnu merasa sungkan ".


masuk lah, " ucap abid malas lalu berjalan kembali ke dalam melewati ruangan keluarga entah mau kemana ".


wisnu berjalan menuju ruangan keluarga dia duduk di salah satu sopa dan memberikan bunga mawar pada khanza, khanza terlihat senang menerima bunga itu lalu mereka berbincang tanpa mereka sadari ada yang tengah patah hati.


bagaimana keadaanmu sekarang, " tanya wisnu tulus ".

__ADS_1


sudah baikan ko cuma masih aga sakit kalau berjalanan karena pergelangan kaki ku terkilir, " ucap khanza ramah pada wisnu dan itu membuat laki laki yang sedang berjalan mendekati mereka mengepalkan tangan nya ".


__ADS_2