
Sementara para pengawal berikut Jay pasrah atas kemauan ibu negara yang tidak mungkin bisa di bantah.
selesai seluruh pengawal di pelontos kini mereka semua mendapat perawatan dari mulai wajah tubuh hingga kaki, Fatimah membayar semua nya dan berjalan bergandengan dengan kharisma di iringi para pengawal menuju mall terbesar.
Abid yang sedang menikmati kopi mendapat laporan di handphone nya kalau Fatimah telah menggesek senilai hampir dua ratus juta, Abid memicingkan mata nya dia heran perawatan macam apa hanya untuk berdua saja sudah menghabiskan begitu besar.
kini Fatimah memborong tas tas bermerek dan di berikan satu pengawal satu untuk istri atau pacar mereka, para pengawal pun senang meskipun sekarang banyak orang menatap mereka mengejek karena kompak pelontos bagaikan baru lulus dari kesatuan.
kharisma pun tidak ingin kalah dia memborong berbagai gaun untuk para pengawal lagi entah kenapa kedua wanita itu seolah ingin mengobati rasa kecewa para pengawal dengan menyogok mereka barang barang untuk pasangan mereka.
sedangkan kharisma dan Fatimah sama sekali tidak berbelanja mereka hanya membeli beberapa cemilan dan bahan makanan lalu bergegas kembali ke rumah karena tidak enak meninggalkan Abid sendirian terlalu lama.
Abid mendapat notifikasi di handphone dia cukup terkejut dengan total pengeluaran kedua wanita itu.
Abid menyambut kedatangan Fatimah dan kharisma yang menenteng beberapa kantong makanan.
mana belanjaan kalian, " tanya Abid heran ".
kedua nya kompak mengangkat tas makanan mereka.
hanya itu ??
tanpa merasa bersalah Fatimah berucap, aku belanja banyak untuk upah mereka, " tunjuk Fatimah menunjuk Jay yang sudah pelontos bersama seluruh pengawal yang ikut bersama Fatimah ".
Abid melihat beberapa pengawal dan juga Jay tertawa puas, dia merasa lucu sekaligus kasihan pada mereka hasil perbuatan istri nya itu.
semua pengawal membatin dengan bos nya yang mentertawakan dengan puas namun mereka tidak bisa berbuat apa apa.
kamu jahil banget, " ucap Abid masih tertawa dan mengacak rambut Fatimah ".
beberapa hari berlalu malam hari seusai makan malam Abid melanjutkan pekerjaan nya di ruang kerja dan kharisma bersama Fatimah berbincang di ruang keluarga.
mah, " ucap Fatimah memulai obrolan pada mama mertua nya ".
__ADS_1
ia sayang kenapa, " tanya kharisma masih fokus menonton televisi ".
aku hamil mah, " ujar Fatimah ragu ragu dan membuat kharisma mengalihkan pandanganya menatap Fatimah lekat ".
apa kamu sudah memberitahukan suami kamu , " tanya kharisma antusias ".
belum mah besok Abid ulang tahun rencana nya aku ingin memberitahukan nya nanti malam, " ujar Fatimah menjelaskan ".
ya ampun mamah lupa, " ucap kharisma merasa bersalah ".
ih mamah ini bukanya Minggu lalu mamah yang memberitahu Fatimah.
maklum lah nak mamah sudah tua jadi suka lupa.
ya sudah sekarang kita masuk kamar nanti kalau jam dua belas Abid belum keluar ruang kerja kita bareng bareng bawa kue ke ruang kerja nya, dan kalau Abid sudah di kamar nanti mama bawakan ke kamar, kue nya ada di pfizer mah, " usul Fatimah pada mama mertua nya ".
ya sudah mamah setuju kalau begitu ayo sekarang kita ke kamar, " ajak kharisma pada menantu nya mereka berdua pun berjalan menuju kamar masing masing ".
tapi kali ini tidak Abi mengirimkan pesan, dengan cepat Abid membaca nya.
kamu sudah menjadi suami, dan kamu sudah mempunyai segala nya, Di hari jadi kamu Abi harap kamu segera memberi cucu untuk kamu. dan besok kami akan ke sana.
ini ucapan ulang tahun atau surat peringatan sih, gerutu Abid membaca pesan dari abi nya itu.
jam menunjukan pukul dua belas Abid tidak mengharapkan ucapan dari istri nya karena dia yakin istrinya belum mengetahui hari jadi nya, apalagi dari mamah nya dia tidak berharap banyak.
kini sudah menunjukan pukul dua belas malam tiba tiba pintu ruang kerja Abid terbuka dan terlihat Fatimah membawa amplop besar dan kharisma membawa kue sambil mengucapkan.
selamat ulang tahun kami ucapkan selamat ulang tahun...
tiup lilin nya tiup lilin nya sekarang juga sekarang jugaaaa....
Abid meniup lilin nya dan memotong kue nya lalu ingin menyuapkan kue itu pada Fatimah, namun Fatimah menolak dan meminta suami nya itu menyuapi mama nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Abid menyuapi kharisma lalu menyuapi Fatimah.
kamu bawa kado apa itu, apa kamu mau beri aku sertifikat rumah atau apa, " goda Abid pada istri nya karena membawa amplop besar ".
aku ga sekaya kamu, " jawab Fatimah sambil memanyunkan bibir nya dan memberikan amplop itu pada Abid ".
Abid membuka isi amplop tersebut, dia terdiam sejenak lalu menatap Fatimah sendu dan memeluk nya lalu mengelus perut Fatimah yang masih rata.
maaf ya mama tidak bisa memberikan apa apa untuk kamu, " ucap kharisma menundukkan kepala nya ".
entah tiba tiba Abid memeluk mama nya yang sudah lama tidak dia peluk, air mata kharisma mengalir deras sudah lama dia menunggu hal ini.
terimakasih nak terimakasih, " ujar kharisma sambil menangis ".
Abid tidak menjawab namun tetap memeluk mama nya itu.
Fatimah yang melihat pelukan anak dan mama nya itu tersenyum senang akhir nya meskipun Fatimah tidak pernah berbicara pada suami nya dia selalu berusaha mendekatkan kedua nya dan setidak nya sekarang Abid mulai sedikit membuka hati kembali untuk mama nya.
kini Abid dan Fatimah sudah berada di dalam kamar mereka saling berpelukan dan Abid selalu mengelus perut rata Fatimah.
apa aku boleh minta sesuatu, " tanya Fatimah ragu ragu ".
apa selama aku mampu pasti aku akan mengabulkan nya," jawab Abid enteng ".
bukan mampu tidak mampu tapi mau atau tidak, " ketus Fatimah kesal pada suami nya itu ".
ia apa sayang jangan marah lah,
aku mau kamu benar benar menerima mamah dan melupakan masa lalu, kamu akan menjadi ayah bagaimana nanti kalau anak kita akan berbuat sepertimu pada aku, " keluar Fatimah akhirnya ".
selama ibu aku sudah berusaha tolong mengertilah, " ucap Abid meminta pengertian istri nya ".
baik lah tapi aku mohon kamu harus berusaha menghilangkan masa lalu buruk mu itu dan tatap masa depan demi kita dan anak anak kita sayang, " bujuk Fatimah pada suami keras kepala nya itu ".
__ADS_1