
terimakasih sayang kamu sudah menjaganya untukku, " ucap abid lembut sambil mengecup kening fatimah ".
terimakasih juga sayang kamu sudah menjaga nya, " ucap fatimah sambil menyenderkan kepala nya di dada bidang abid ".
abid memicingkan mata nya heran, dari mana kamu tau aku kan laki laki, " tanya abid heran ".
kamu lupa aku ini dokter jadi bisa membedakan nya, " ucap fatimah menyunggingkan senyum nya dan kembali memeluk suami nya ".
mereka pun terlelap hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi.
pagi hari nya kediaman fatimah di heboh kan dengan kedatangan rombongan mobil mewah.
siapa mereka batin ambu melihat salah satu dari mereka menghampiri nya.
maaf nyonya saya assisten jay, kedatangan saya ke sini untuk menjemput tuan muda abid, " ujar jay memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan nya ".
ambu yang bingung hanya mempersilahkan jay untuk masuk ke dalam rumah nya, dan kini jay duduk di sopa ruang tamu.
fatimah keluar dari kamar nya karena tadi ada yang mengetuk pintu kamar dan melihat assisten jay duduk di sopa, assisten jay, maaf ada apa anda sampai datang ke sini, " tanya fatimah heran lalu duduk di sopa berhadapan dengan jay ".
saya ke sini karena perintah tuan muda nyonya, " jawab jay pada fatimah ".
tuan muda, fatimah tidak mengerti siapa yang di maksud tuan muda oleh jay, maksud nya bagaimana assisten jay, " tanya fatimah belum mengerti "
jay kamu sudah datang, ujar abid tiba tiba setelah keluar kamar dengan santai abid duduk di samping fatimah.
maksudnya apa ini, " tanya fatimah belum mengerti ".
__ADS_1
sudah nanti aku jelasin sayang, sekarang kamu ikut aku kita akan berangkat sekarang, " ucap abid bersiap berdiri dan menarik tangan fatimah ".
sebentar tapi aku harus ke rumah sakit siang ini, " ucap fatimah karena memang dia mempunyai tanggung jawab untuk ke rumah sakit sebagai dirut ".
urusan rumah sakit saya sudah meminta dokter hans mewakili anda nyonya, " jawab jay memotong pembicaraan suami istri tersebut ".
setelah berpamitan pada abah dan ambu kini fatimah dalam perjalanan menuju tempat yang dia sendiri tidak mengetahui nya.
rombongan sampai di halaman villa megah dan segera gerbang utama terbuka otomatis, abid berjalan memasuki pintu utama dengan menggenggam tangan fatimah yang berada dingin dengan wajah yang menegang.
fatimah, " ucap ibu menyambut dan memeluk istri dari cucu nya itu".
nyonya bagaimana kabar nya, " ujar fatimah setelah melepas pelukan ".
baik baik fatimah, mulai saat ini kamu jangan panggil nyonya panggi saja ibu seperti cucu laki laki nakal ini, " ucap ibu ramah sambil menatap sinis pada abid ".
di ruang keluarga fatimah di sambut mia dan abi yang sedang asik berbincang bersama aqila.
kaka ipar, " panggil aqila dan memeluk fatimah ".
lagi lagi fatimah di buat bingung dia hanya membalas pelukan aqila tanpa berkata kata.
fatimah mencium punggung tangan abi dan mia lalu duduk di sopa, sementara abid malah pergi entah kemana.
maaf tuan saya tidak mengerti maksud ini semua bagaimana, " tanya fatimah akhir nya pada abi karena sedari tadi dia merasa menjadi orang bodoh yang tidak mengerti apa apa ".
maaf fatimah anak bodoh itu anak kami, jadi mulai sekarang kamu keluarga kami dan boleh panggil umi dan abi ya, " pinta umi ramah menjelaskan pada fatimah ".
__ADS_1
waktu itu dia mengalami musibah dan hanyut di sungai entah kenapa dia malah menyembunyikan identitas nya dari kamu, namun sekarang kamu sudah mengetahui nya dan abi harap kamu tidak mempermasalahkan nya, " jelas abi membuat fatimah mulai mengerti keadaan ".
sejak kapan tuan e abi tau kita sudah menikah, " tanya fatimah ragu menyebut kata abi ".
dari awal abi sudah mengetahui nya malah adik ipar mu itu yang menyelidiki nya, " jelas abi sambil melirik anaknya aqila ".
kini abid bersama fatimah tengah bersantai di kamar nya karena jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam acara makan malam pun telah usai.
apa kamu tidak marah dengan statusku sekarang, " tanya abid pada fatimah ".
fatimah melirik sebentar pada abid, kenapa aku harus marah, " tanya fatimah sambil mengelus perut abid karena sekarang mereka sudah di atas ranjang ".
ya kan kalo di novel lain laki laki pura pura miskin atau sebagainya intinya kan membohongi perempuan nah si perempuan itu akan marah pada pasangan nya karena merasa di bohongi, " ujar abid menjelaskan ".
aku ga marah malah menurutku itu bonus dan aku senang, bahkan aku salut sama kamu yang bisa hidup di desa bantu abah bertani dan sebagainya tidak semua orang mampu melakukan itu, " jawab fatimah tulus akan perjuangan suami nya ".
abid tidak bertanya lagi hanya mengelus rambut fatimah lembut, tapi karena kamu kaya aku mau bonus dari kamu, " ucap fatimah sambil menatap wajah nakal pada abid ".
wanita memang matre, apa memang ??, " tanya abid sambil memicingkan mata nya menatap fatimah ".
dih kamu sudah kaya tapi pelit, sinis fatimah pada suami nya itu.
ya sudah apa, ujar abid sambil mengecup lembut pipi fatimah yang membuat fatimah memerah menahan rasa malu.
aku ingin punya panti cita cita kecil ku dulu memang itu, boleh ya , " pinta fatimah manja pada abid ".
ia sayang boleh, " jawab abid dan mencium pipi fatimah dan membuat pipi fatimah tambah memerah ".
__ADS_1