
abid menelepon seseorang, awasi dia jangan sampai kenapa kenapa dan jangan sampai laki laki itu berbuat macam macam, perintah abid pada anak buah nya di seberang telepon.
kini khanza bersama wisnu berada di suatu taman, wisnu menyatakan perasaan nya pada khanza, namun khanza menolak nya dengan alasan dia sudah melabuhkan cinta nya pada laki laki lain.
kalau boleh aku tau siapa laki laki beruntung yang sudah mengambil hati kamu, " tanya wisnu penasaran meskipun diri nya masih berharap kalau cinta nya akan di terima oleh khanza ".
abid, aku mencintai dia sejak dulu namun karena kesalahan pahaman.. khanza menceritakan semua nya pada wisnu.
aku mengerti semua nya, dan aku yakin tuan abid sebenar nya mencintai kamu, " ucap wisnu menyemangati khanza dan berusaha mengikhlaskan khanza untuk bos nya itu ".
entah lah makin hari hubungan aku sama abid makin tidak baik, " ujar khanza pasrah ".
lambat laun tuan abid pasti menyadari perasaan nya dan membuang ego nya, " wisnu kini hanya bisa mendoakan mereka dan merelakan khanza ".
terimakasih karena kamu sudah mengerti, " ucap khanza lalu memeluk wisnu karena perasaan yang campur aduk terutama dia merasakan kesedihan karena selama ini abid tidak menghiraukan kehadiran nya ".
sementara abid yang sedari tadi melihat pemandangan itu di layar laptop nya tanpa mendengar percakapan mereka mengepalkan tangan nya kesal.
aku kira kamu benar benar mencintai ku, " gumam abid lalu membanting laptop nya ".
waktu berlalu kini wisnu sudah menjaga jarak pada khanza karena dia tau kalau khanza hanya mencintai bos nya, sementara abid melihat itu semua malah beranggapan kalau wisnu dan khanza sengaja berjauhan agar tidak di ketahui hubungannya oleh abid.
kini sudah menunjukan pukul tujuh malam khanza yang memang bekerja lembur karena tugas nya yang menumpuk, sementara di ruang dirut abid pun sama hal nya sedang asik mengerjakan pekerjaannya.
hanya sedikit karyawan yang masih berada di kantor karena memang ini sudah bukan jam kerja, wisnu yang mendapat tugas dari abid sekarang berada di luar kota.
__ADS_1
khanza berjalan keluar dia menunggu ojek di gerbang kantor karena kalau sudah jam segini tidak ada taksi, sebenar nya tadi salah satu scurity menawarkannya mengantar pulang tapi khanza menolak nya.
khanza sebenar nya melihat di parkiran mobil abid tapi karena dirinya sudah tidak di perbolehkan menumpang maka khanza memutuskan untuk meninggalkan kantor, karena tak kunjung ada ojek akhirnya khanza berjalan pulang dengan berjalan kaki.
khanza berjalan di tengah kegelapan, sebenar nya dia merasa selalu ketakutan saat pulang namun mau bagaimana lagi kalau dia membeli mobil pun itu malah akan mencurigai abi, khanza tidak ingin abid di salahkan lagi oleh orang tua nya.
tiba tiba hujan turun khanza berlari mencari tempat berteduh sampai diri nya terjatuh, kini khanza berada di salah satu warung yang kebetulan masih buka khanza membeli teh hangat karena diri nya yang sudah kedinginan.
aduh neng itu kaki nya kenapa ko bisa terluka, " ucap penjaga warung karena melihat kaki khanza yang terluka karena tadi terjatuh ".
gapapa ko bu tadi saya berlari ke sini eh malah terjatuh, " ucap khanza tidak enak karena penjaga warung itu khawatir ".
khanza mengambil tisu dari tas nya dan membersihkan luka itu, meskipun lambat laun kaki nya terasa lebih sakit, dia berusaha santai akan tidak membuat penjaga warung itu khawatir.
apa perlu air hangat neng buat bersihin luka nya, " tanya ibu warung itu ".
sementara di kantor abid menuju parkiran, hari ini memang sopir nya itu izin jadi abid menyetir sendiri.
apa dia sudah sampai rumah, " gumam abid khawatir karena sekarang dalam keadaan hujan lebat ".
kini khanza melanjutkan perjalanan nya pulang meskipun ibu warung tadi melarang nya karena hujan masih lebat bahkan sekarang khanza berjalan memakai payung yang di berikan ibu warung tadi.
khanza tetap ingin segera sampai rumah agar dia sempat menyiapkan makan malam untuk abid, khanza takut abid kelaparan lagi seperti waktu itu, kini khanza menyusuri ujung jalan dengan tergopoh gopoh, karena kaki nya yang berasa makin sakit.
karena angin yang begitu kencang membuat payung yang khanza pegang terlepas jauh dari tubuh nya, khanza berjalan ke tengah berniat mengambil payung meskipun badan nya sekarang sudah basah kuyup.
__ADS_1
karena kondisi hujan yang begitu lebat khanza tidak mendengar suara kendaraan dan bukkkk.
khanza terhuyung ke ujung pohon saat tubuh nya tertabrak kendaraan, pengendara motor itu sempat berhenti namun karena dari arah belakang terlihat laju kendaraan lain dia takut kalau korban meninggal akhir nya pengendara motor itu melajukan kembali kendaraan nya.
sementara abid yang melihat tabrak lari itu turun dari mobil nya dan melihat pengendara motor yang sudah menjauh, abid berjalan mendekati korban tabrak lari itu dan betapa terkejut nya ketika melihat sosok khanza yang terkapar.
khanza, " teriak abid lalu mengangkat tubuh khanza dan membawa nya kedalam mobil ".
sementara khanza sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, abid melajukan kendaraan nya menuju rumah sakit.
sial sial kenapa aku ceroboh ini tidak mengawasinya , " batin abid menggerutu dirinya sendiri sambil melajukan kendaraan nya ".
abid sudah sampai di rumah sakit dan langsung menggendong khanza membawa ke dalam ruang IGD, kini khanza tengah dalam pemeriksaan para dokter abid mondar mandir khawatir.
bagaimana dok, " tanya abid ketika melihat dokter keluar dari ruangan khanza ".
beruntung pasien tidak kenapa kenapa, namun ada beberapa luka dan setelah pasien tersadar bisa langsung di bawa pulang, ini resep obat yang nanti bisa di tebus, " ucap dokter sambil menyodorkan kertas pada abid ".
baik terimakasih dokter, " ucap abid setelah mengambil kertas itu dari dokter "
sama sama , " ucap dokter ramah lalu meninggalkan abid ".
abid memasuki ruangan khanza dia melihat sosok khanza yang tengah tertidur, abid menghampiri khanza dan mengelus lembut rambut khanza, maafkan aku, " batin abid getir melihat kondisi wanita yang sebenarnya dia cintai dalam keadaan lemah ".
abid lalu berjalan keluar ruangan untuk menebus obat, mungkin kalau di kota dia cuma sebatas perintah puluhan bahkan ratusan pengawal selalu mendampingi nya, tapi lain di kota kecil ini abid melakukan segala sesuatu sendiri karena hukuman dari abi nya, bahkan melindungi diri nya pun abi harus bisa sendiri, anak buah nya hanya sesekali bisa membantu tidak selalu berada di sampingnya agar orang tua nya tidak curiga, sebab kalau tau abid membawa beberapa pengawal maka orang tua nya pasti akan menambah hukuman pada nya.
__ADS_1
sementara khanza terbangun dia melihat atap rumah sakit lalu teringat sesuatu yang membuat dia merasakan ketakutan, laki laki itu " batin khanza takut dan menutup tubuh nya dengan selimut".