DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
KEMBALI KE RUMAH


__ADS_3

lagi lagi abid malah berfikiran buruk pada keluarga istri nya itu, apa karena dia sudah tau identitas aku jadi mereka ramah padaku sekarang, " batin abid yang memikirkan sikap abah dan ambu itu ".


jadi sekarang kamu tinggal dan bekerja dimana, " tanya ambu sambil menyodorkan segelas kopi pada menantu nya itu ".


apa, jadi mereka tidak tau aku tinggal dan bekerja dimana, batin abid merasa ada kelegaan pada diri nya dan merasa pertanyaan ambu adalah kabar baik.


aku tinggal di kota ambu, aku bekerja di pranaja grup, " ucap abid malu malu ".


oalah hebat kamu nak, ambu harap kamu tetap rendah hati meskipun sudah bekerja di perusahaan besar, " ucap ambu menasehati menantu nya ".


tapi aku cuma jadi driver ambu, " jawab abid merendah ".


apapun itu yang penting halal nak, " ucap abah ikut menasehati menantu nya ".


abid hanya menganggukkan kepala, dia masih berfikir apa yang membuat mertua nya kembali bersikap baik pada nya.


sementara di dalam kamar fatimah menangis dalam ranjang sejak pulang dia memang tidak keluar kamar sama sekali dia menangis karena pertemuan dengan suami nya tadi di satu sisi dia kesal kenapa suami nya tidak berusaha menolak perceraian nya dan di satu sisi dia menyesali dirinya sendiri kenapa tidak mampu menahan kepergian suami nya.


pintu kamar terbuka, dan fatimah menyangka itu adalah ambu nya dan tetap menutup wajah dengan bantal.


abid berjalan dan duduk di samping ranjang, tadi fatimah bertemu abid dia meninggalkan fatimah lagi ambu dia tidak memaafkan kesalahan fatimah, " ucap fatimah lirih yang masih menutup tubuh nya dengan bantal ".


abid tidak menyahuti ucapan fatimah dia mendekati fatimah dan mengelus lembut ujung rambut fatimah.


fatimah memang salah ambu waktu itu fatimah kesal sama abid dia sibuk sendiri sampai lupa sama fatimah makanya fatimah ancam abid talak, tapi kenapa dia ga peka sama fatimah, " curhat fatimah masih menutup kepala nya dan menyangka itu elusan dari ambu nya ".

__ADS_1


beberapa saat fatimah terdiam karena sama sekali tidak ada suara dari ambu nya, dia membuka bantal dan wajah nya langsung memerah menahan malu, fatimah menutup wajah nya dengan kedua tangannya saking merasa malu pada abid, ya allah bagaimana ini harus di bersembunyi dimana aku, " batin fatimah dengan detak jantung yang sudah tidak teratur ".


abid mengelus punggung tangan fatimah dan menundukkan kepala nya lalu mengecup penggung tangan fatimah lalu mengecup lembut kening fatimah.


abid menarik tangan fatimah dan kini dia melihat fatimah yang sudah membuka mata dengan pipi merah nya.


tiba tiba fatimah duduk dan langsung memeluk abid dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang abid, maaf karena aku belum bisa menjadi suami yang baik bagi kamu, " ucap abid lembut sambil mengecup ujung kepala fatimah ".


janji jangan tinggalin aku lagi, " ucap fatimah lirih pada abid ".


abid memegang kedua pundak fatimah dan mendorong nya sedikit dan sekarang wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang begitu dekat, apa kamu bersedia menjadi istriku seutuhnya, " tanya abid lembut sambil menatap fatimah lekat ".


fatimah tidak menjawab, entah keberanian dari mana fatimah mengecup bibir abid lalu kembali memeluk dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang abid.


kita ini suami istri boleh ga kamu ganti nama panggilan padaku, " ucap abid tidak menjawab pertanyaan fatimah ".


fatimah mengetuk mengetuk kening nya seolah sedang berfikir, hem bagaimana kalau aku sebut hubby, " usul fatimah pada abid sambil cengengesan ".


sepertinya bagus sayang, " ucap abid lalu menundukkan kepala dan kembali mengecup kening fatimah ".


jadi bagaimana, hubby kerja dimana dan tinggal dimana sekarang, " tanya lagi fatimah penasaran ".


abid tersadar dari lamunan nya, sedari tadi abid hanya berdiri dekat ranjang fatimah dan fatimah sudah tidur terlelap, apa benar ucapan ambu kalau fatimah mencintaiku tapi kan dia tadi bersama laki laki itu, " batin abid memandang fatimah yang terlelap ".


kini abid melirik sudut ruangan di sana ada tikar yang biasa dia pakai, abid tersenyum memandangi tikar itu lalu mengambil nya dan menggelar di samping ranjang dan merentangkan tubuh nya, beberapa menit berlalu akhir nya abid terlelap.

__ADS_1


kini sudah menunjukan pukul dua dini hari fatimah terbangun dari tidur nya karena kebelet pipis, dengan tergesa fatimah menurunkan kaki nya di lantai dan berjalan dengan cepat menuju kamar mandi, namun kaki nya menginjak benda dan membuat fatimah terjatuh dalam benda tersebut.


sedangkan yang di injak berteriak karena menahan rasa sakit di bagian vital nya, Abid , " ucap fatimah kaget dan sekarang tubuh nya berada di atas tubuh abid ".


fatimah yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil itu berlari tanpa dosa meninggalkan abid yang masih meringis kesakitan, sialan pusaka hancur sama wanita barbar itu, " gerutu abid memegangi alat vital nya yang kesakitan ".


di dalam kamar mandi selesai fatimah melakukan hajat nya, dia terdiam, apa tadi benar di dalam kamar ada suamiku, " batin fatimah dengan jantung tidak teratur ".


akhir nya fatimah memberanikan diri kembali masuk ke dalam kamar dan ternyata tadi bukan lah mimpi memang ada sosok suami nya yang sedang menahan sakit, fatimah berjalan mendekati abid dengan gugup fatimah bertanya, maaf tadi tidak sengaja mana yang sakit biar aku obati.


abid melirik kesal pada fatimah dan mengabaikan pertanyaan fatimah, bagaimana mungkin dia menjawab toh yang abid rasakan sakit nya sekarang adalah alat vital nya.


fatimah yang baru sadar kalau suaminya memegang alat vital nya yang tertutup celana bergidik ngeri dan buru buru lari ke atas ranjang dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.


beberapa menit abid yang mulai merasa sudah tidak sakit lagi, berjalan dan duduk di samping ranjang fatimah, dia menarik selimut fatimah dan membuat fatimah kaget.


apa yang kamu lakukan bentak fatimah sambil menutup tubuhnya dengan bantal, abid menatap fatimah dengan tatapan jahil, tadi kamu menawarkan mengobati kenapa malah bersembunyi di selimut ini, " ucap abid sambil menarik selimut yang masih menutupi bagian paha fatimah ".


kamu jangan macam macam, " ancam fatimah dengan tatapan takut ".


abid membaringkan tubuh nya di samping fatimah, aku ga bakal macam macam tapi sebagai ganti nya izin kan aku tidur di ranjang ini malam ini saja, " ujar abid lalu memejamkan mata nya ".


beberapa menit fatimah memperhatikan abid, ada rasa curiga pada suaminya itu tapi karena abid benar benar sudah terlelap akhir nya fatimah memberanikan diri membaringkan tubuh nya di samping abid dan menyelimuti abid.


fatimah menatap lekat wajah abid yang tertidur dari jarak dekat, ternyata suami aku ganteng, " batin fatimah sambil tersenyum ".

__ADS_1


__ADS_2