DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
MEMINTA CERAI


__ADS_3

aqila mendongakkan kepala nya setelah tadi sempat terjatuh, dan sekarang di tarik tangan nya oleh fatimah membantu agar aqila bisa berdiri kembali, " ia gapapa kaka ipar jawab aqila tersenyum ramah ".


kaka ipar, " batin fatimah namun di tidak menanyakan itu dan langsung meninggalkan aqila karena memang sudah terlalu lama membuat abid menunggu ".


kini abid dan fatimah sudah kembali ke desa, dalam perjalanan abid sama sekali tidak berbicara di luar kebiasaan nya saat bersama fatimah, namun fatimah membiarkan itu semua karena dia merasa tidak ada yang harus di bicarakan dan tidak ada yang di permasalah kan dengan abid.


mereka sudah sampai di terminal daerah nya, lalu menuruni bis yang di tumpangi, dan abid berjalan menuju parkiran terminal lalu mengambil motor butut nya.


kenapa dia diam sedari tadi, " batin fatimah saat melihat abid berjalan begitu saja mengambil motor".


abid menghampiri fatimah dengan motor nya namun hanya diam tidak menyuruh fatimah menaiki motor, fatimah naik ke dalam motor itu lalu abid melanjutkan motor nya,


kita beli baso dulu di pertigaan depan, " teriak fatimah karena berada dalam motor", lagi lagi abid hanya menganggukkan tidak mengeluarkan suara nya.


kamu mau makan baso apa, tanya fatimah pada abid setelah mereka berada di kios baso itu.


aku ga makan, " jawab abid singkat ".


kamu kan dari tadi belum makan, " tanya fatimah heran karena setau fatimah abid hanya sarapan pagi bersama nya tadi sedangkan sekarang sudah sore hari ".


abid tidak menjawab dan hanya membaca koran baru yang berada di meja mungkin bekas pembeli lain yang tertinggal atau sengaja di sediakan penjual baso itu.


malam hari nya abid sedang berbincang dengan abah dia meminta izin pada abah kalau besok hari dia akan melamar pekerjaan di salah satu pabrik di desa tersebut dan tidak bisa membantu abah di kebun lagi, abah mengijinkan nya karena itu hak dari pada menantu nya, fatimah hanya mendengarkan tanpa ikut berbicara.

__ADS_1


abid memasuki kamar dan seperti biasa tidur di bawah kasur meskipun pernikahan nya sudah hampir tiga bulan abid tidak pernah tidur satu ranjang bersama fatimah.


kamu kenapa ga bilang dulu sama aku, " tanya fatimah setelah mereka berdua berada di dalam kamar".


tadi kan sudah bilang di depan abah, " jawab abid acuh dan asik membaca koran kebiasaan abid memang sejak meninggalkan masa lalu nya abid membaca koran biasa nya dia akan membaca berita dan sebagainya di tab milik nya ".


tadi kamu bilang sama abah bukan sama aku, " tanya fatimah tidak terima ".


terus harus bagaimana sekarang, " tanya abid mulai kesal ".


kalau kamu bekerja di pabrik nanti kamu ga bisa antar jemput aku lagi di klinik ," jawab fatimah tidak kalah kesal nya ".


aku ini suami kamu bukan ojek pribadi kamu, lagian sebentar lagi kamu akan menutup klinik ini dan akan bekerja di rumah sakit yang sedang di bangun itu, " jawab abid akhirnya dan menutup koran dan menidurkan tubuh nya di atas tikar nya ".


apa selama ini dia merasa terpaksa menjalani pernikahan ini, dan apa dia sebenarnya ingin bebas dari hubungan ini , " batin fatimah memikirkan rumah tangga nya ".


waktu berlalu begitu cepat kini fatimah sudah menutup klinik nya dan sesuai janji abi pada fatimah menjadikan fatimah dirut di rumah sakit itu, peresmian sudah selesai keluarga besar pranaja pun hadir namun abid tidak karena dia sudah bekerja di pabrik.


abi dan aqila yang sudah tau kalau fatimah istri dari abid bersikap seolah tidak tahu menahu, kini fatimah bahkan sudah mendapat kan mobil dari rumah sakit sebagai inventaris.


fatimah pulang dari rumah sakit kini sudah sampai rumah dia tidak melihat motor abid padahal sekarang sudah pukul delapan malam, ambu apa abid tidak pulang lagi, " tanya fatimah pada ambu nya setelah masuk ke dalam rumah nya".


belum, apa kamu ada masalah dengan suami kamu kenapa dia sekarang jarang pulang, " tanya ambu khawatir pada rumah tangga anak nya ".

__ADS_1


mungkin dia lembur ambu kami tidak ada masalah apapun, " elak fatimah agar ambu nya tidak khawatir ".


beberapa hari kemudian kebetulan hari ini fatimah libur dari rumah sakit dan seharian di rumah, malam hari nya abid datang dan langsung masuk kamar melewati fatimah yang sedang duduk di sopa rumah.


fatimah yang sudah tidak tahan menahan kesal lalu mengikuti abid ke dalam kamar, kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar.


aku minta kita bercerai, ucap fatimah tiba tiba.


abid menoleh pada fatimah dan mengangkat satu alis nya, kenapa, " tanya abid pelan ".


aku merasa rumah tangga kita sudah tidak sehat, kita jarang bertemu dengan kesibukan masing masing dan menjalani hidup masing masing seperti ini , " ungkap fatimah menahan kesal ".


bukanya rumah tangga kita sejak awal tidak sehat, " jawab abid enteng dan acuh lalu merentangkan tubuh nya di atas tikar ".


apa maksud kamu , " tanya fatimah belum mengerti ".


kita menikah dalam keterpaksaan,  kita pun menjalankan rumah tangga dalam pura pura bahkan kita tidur pun terpisah jadi tidak usah mempermasalahkan kita yang jarang bertemu dan berkomunikasi lagian selama ini kamu berbuat semau kamu tanpa ada larangan dari aku jadi sekarang aku bebas melakukan apapun pulang ke rumah atau tidak itu bukan urusanmu, " ujar abid panjang lebar dan menutup kepala nya dengan bantal ".


pokok nya aku minta bercerai, " ucap fatimah kukuh ".


kamu bilang saja sama abah sama ambu kalau mereka setuju aku akan menyetujui nya, abid tau kalau fatimah tidak akan berani bicara sama abah dan ambu, benar saja fatimah tidak menjawab lagi dan memilih menutup mata nya.


apa di sini aku yang salah karena tidak memberikan kesempatan pada abid, dan aku pun tidak memberikan kesucian ku pada abid, tidur saja kita terpisah ," batin fatimah memikirkan rumah tangga nya ".

__ADS_1


siang hari nya fatimah melihat mobil pabrik dimana abid bekerja di pabrik itu, fatimah turun dari mobil lalu berjalan menuju ruangan nya namun entah kenapa dia merasa penasaran dan berjalan menuju ruang IGD, sus maaf itu ada mobil pabrik di parkiran memang ada pasien dari pabrik itu, " tanya fatimah pada salah satu suster jaga ".


__ADS_2