
abid berjalan mendekati kharisma dan aqila lalu duduk di kursi berhadapan dengan kharisma, kharisma terlihat gugup dan merasa tidak nyaman dengan kehadiran abid, memang sejak abid menolak makanan hasil masakan nya itu kharisma memilih menghindar dari abid, meskipun di lubuk hati nya dia merindukan sosok anak nya itu, kharisma menganggap dia menikmati karma di masa lalu nya yang sudah dia lakukan pada anaknya itu.
abang apa tidak ingin coba masakan mamah enak loh, " ucap aqila dengan mulut yang masih penuh dengan makanan ".
sebenar nya abid ingin sekali makan masakan mama nya itu namun dia terlalu gengsi untuk itu.
mah aku akan keluar kota nanti sore, apa mamah tidak apa apa tinggal di sini hanya sama aqila, " tanya abid pada kharisma dia menghiraukan tawaran makan dari aqila ".
kharisma terdiam, pasal nya sudah waktu yang lama abid baru memanggil nya lagi dengan sebutan mamah, ia gapapa nak mamah gapapa sama aqila di rumah, kamu jaga kesehatan dan jangan telat makan di sana, " ucap kharisma ramah pada anak nya ".
abid tidak menjawab lagi dia langsung berdiri dan berjalan menuju ruangan kerja, sore hari nya jay datang untuk menjemput abi yang akan mengadakan kunjungan kerja ke desa yang dimana dia pernah tinggal yaitu tempat istri nya karena memang abid hanya menalak fatimah dia belum menceraikan fatimah.
jay sudah mengetahui masa lalu tuan muda, kini abid dalam perjalanan bersama jay dan beberapa pengawal menuju desa tersebut.
kini sudah malam hari rombongan memasuki halaman villa sebelum besok pagi mengadakan pertemuan dengan para petinggi rumah sakit.
sementara di rumah fatimah, abah dan ambu tengah di buat bingung karena secara tiba tiba anak nya mengakui kesalahan nya.
abah kecewa sama kamu fatimah, " ujar abah pada fatimah setelah mengetahui kebenaran kalau anak nya lah yang meminta talak dari suami nya ".
maafkan fatimah abah ambu, fatimah ingin sekali bilang dari awal sama abah sama ambu tapi fatimah baru punya keberanian untuk mengatakan nya, " ucap fatimah sambil terisak menyesali kebodohan nya ".
__ADS_1
apa kamu benar benar ingin berpisah dari suami kamu, " tanya abah memastikan ".
fatimah tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepala nya dengan wajah yang sudah di penuhi air mata.
lantas apa nak yang membuat kamu meminta talak dari suami kamu, " tanya ambu lembut agar anak nya mau menceritakan kebenaran nya ".
fatimah ga tau ambu, cuma waktu itu fatimah hanya kesal sama suami fatimah karena dia sibuk bekerja tidak mempedulikan fatimah, namun sejak dia pergi fatimah baru sadar kesalahan fatimah ambu, " ujar fatimah dalam pelukan ambu ".
ya sudah beristirahat lah, abah sekarang juga merasa bersalah pada abid," ujar abah masi aga kesal sama anak nya".
sudah abah jangan terus terusan menyalahkan anak kita, lagian kalo memang jodoh ga akan kemana, " ucap ambu membela anak nya yang sedari tadi di marahi abah ".
pagi hari nya entah kenapa abid merasa tubuh nya berasa demam, akhirnya kunjungan kerja di wakili asisten jay.
maaf tuan muda tidak bisa hadir maka saya akan mewakili untuk pertemuan ini, " ujar jay ramah pada fatimah yang menjadi dirut di rumah sakit tersebut ".
banyak dari pada karyawan wanita baik dokter suster dan para petinggi rumah sakit yang kecewa begitupun dengan fatimah entah kenapa ada rasa penasaran pada sosok tuan muda yang tidak bisa hadir tersebut.
dalam pertengahan rapat tiba tiba jay di hampiri oleh salah satu pengawal nya, kondisi tuan muda makin memburuk apa tuan muda di bawa ke rumah sakit ini saja, " bisik pengawal pada jay ".
jay hanya menganggukkan kepala, mohon maaf untuk sementara rapat kita tunda, " ucap jaya tiba tiba dan membuat fatimah melirik jay dengan tatapan meminta penjelasan ".
__ADS_1
dalam hati fatimah merasa kesal dengan sikap jay yang seenaknya memutuskan menunda rapat yang sudah jauh jauh hari fatimah persiapkan, maaf tuan dengan kelancangan saya bukanya tuan akan kembali ke kota sore ini, " tanya fatimah agar jay tidak menunda rapat yang sedang berlangsung ".
maaf bu saya mempunyai kepentingan yang tidak bisa di tinggalkan karena tuan muda sekarang tengah mengalami sakit yang mendadak di villa kami itu sebab tadi beliau tidak jadi ke sini, dan kalau boleh saya meminta salah satu dokter anda untuk ikut ke villa karena tidak mungkin saya memanggil dokter pribadi tuan secara mendadak, " jawab jay tidak enak hati pada fatimah ".
entah kenapa ada rasa khawatir pada orang yang jay sebut kan padahal fatimah tidak pernah bertemu orang tersebut, namun tiba tiba seseorang memotong pembicaraan kedua nya, maaf tuan kalau mengijinkan apa boleh saya saja yang memeriksa keadaan tuan muda, " ucap dokter hans yang ternyata sekarang menjadi wakil dirut di rumah sakit tersebut ".
kini hans tengah berada di villa sedang memeriksa kondisi tuan muda, seperti nya aku pernah bertemu dengan nya tapi dimana , " batin hans saat tengah memeriksa kondisi tuan muda ".
bagaimana kondisi nya, " tanya jay pada hans dengan datar dan dingin berbeda saat jay berbicara dengan fatimah ".
kondisi tuan muda baik baik saja hanya terlalu kelelahan dengan istirahat yang cukup kondisi nya akan segera pulih, " jelas hans pada jay ".
tanpa berterimakasih jay masuk ke dalam kamar tuan muda, kini hans sudah kembali ke rumah sakit, memang ada sebuah kebetulan hans di tugaskan ke rumah sakit ini karena memang sebenar nya hans pun memiliki perasaan pada fatimah namun sejauh ini hans hanya mengetahui kenyataan kalau fatimah sudah menikah dan tidak mengetahui rumah tangga dari fatimah yang bisa di bilang fatimah memang menutup diri dari semua nya.
bagaimana kondisi tuan muda, " tanya fatimah setelah hans duduk di kursi kantin rumah sakit samping fatimah ".
hans melirik dan memicingkan pandangan nya pada fatimah, tidak biasa nya adik kelas serta atasan nya itu antusias menanyakan seseorang apalagi orang itu laki laki.
apa yang bagaimana ingat kamu sudah punya suami, " ejek hans mengingatkan ".
dih aku kan cuma ingin tau kondisi nya lagian dia kan bos kita, " rajuk fatimah kesal pada hans ".
__ADS_1
dia baik, tapi ada yang aneh pada kondisi nya namun aku belum bisa memastikan semua nya, " jelas hans mengira ngira ".
memang apa ka , " tanya fatimah penasaran ".