
siang hari nya fatimah melihat mobil pabrik dimana abid bekerja di pabrik itu, fatimah turun dari mobil lalu berjalan menuju ruangan nya namun entah kenapa dia merasa penasaran dan berjalan menuju ruang IGD, sus maaf itu ada mobil pabrik di parkiran memang ada pasien dari pabrik itu, " tanya fatimah pada salah satu suster jaga ".
suster yang melihat ibu dirut nya heran kenapa raut wajah fatimah terlihat panik biasanya dia selalu terlihat tenang dalam segala hal menyangkut orang orang berobat ke rumah sakit tersebut, itu salah satu karyawan pabrik mengalami kecelakaan katanya terjatuh dari pabrik dan lehernya mengalami patah bu dokter, " jawab suster itu memberitahukan pada fatimah ".
entah kenapa perasaan fatimah merasa tidak enak dan dia berjalan memasuki ruang IGD, fatimah menutup mulut nya tidak percaya bahkan mata nya langsung mengeluarkan air mata, abid , " gumam fatimah sambil mendekati abid yang dalam keadaan tidak sadarkan diri dan beberapa luka di tubuh nya ".
fatimah langsung memeluk abid dengan pecah tangis tidak tertahankan lagi, seisi ruangan heran melihat dirut nya bersikap seperti itu begitupun dengan beberapa karyawan yang mengantarkan abid, karena mereka semua tidak mengetahui hubungan pasien dengan dirut nya itu.
Abid kenapa seperti ini, " gumam fatimah dalam tangisnya ".
setelah mendapat penanganan abid akhirnya di pindahkan ke ruang rawat kondisi nya belum membaik, masih tidak sadarkan diri, lehernya pun harus di gip karena mengalami patah.
fatimah berada di ruang rawat abid dia tidak ke ruangan dirut untuk bekerja dan lebih memilih menunggu abid yang belum sadarkan diri.
malam hari nya abid belum sadarkan diri, fatimah akhir nya tidur di ruangan dirut karena di paksa oleh ambu dan ambu serta abah menunggu di ruangan abid,
pagi hari nya abid terbangun dia melihat ambu dan abah masih terlelap, dia merasa susah untuk bergerak dan berbicara.
tiba tiba pintu terbuka abid melihat sosok istrinya mendekati nya dengan membawa makanan di nampan, kamu sudah bangun sekarang kamu makan dan minum obat , " ucap fatimah lembut dan duduk di samping ranjang abid "
__ADS_1
abid tidak menjawab hanya melihat istrinya itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, fatimah yang menyadari kalau abid memang masih sudah berbicara dan bergerak akhirnya menyuapi abid, acara sarapan dan minum obat abid akhirnya selesai.
abid sedari tadi menatap fatimah dengan tatapan yang tidak bisa di artikan entah kenapa fatimah merasa bersalah ketika melihat tatapan itu.
waktu berlalu kini sudah hampir dua minggu abid di rawat dan sekarang waktu nya dia meninggalkan rumah sakit karena kondisi yang hampir pulih, ambu abah dan fatimah selalu bergantian menjaga abid dengan sabar.
abid pun pulang di antar fatimah, tidak ada obrolan dari mereka selama dalam perjalanan padahal abid sudah bisa berbicara normal meskipun bagian lehernya belum benar benar pulih, sesampainya di rumah abid meminta abah dan ambu untuk berbicara serius, fatimah pun ikut bergabung dalam obrolan itu.
maap abah ambu sebenarnya saya berada di rumah ini sudah seperti di rumah sendiri, bahkan saya tidak menganggap abah dan ambu sebagai mertua, saya merasa ambu dan abah seperti orang tua saya sendiri, terimakasih atas kebaikan abah dan ambu selama saya tinggal di sini, " ucap abid memulai pembahasan nya ".
tiba tiba prasaan fatimah merasa tidak enak entah kenapa, abah dan ambu pun hanya menganggukkan kepala nya mereka belum mengerti tujuan bahasan dari menantu nya itu dan menunggu kelanjutan dari maksud ucapan abid.
jadi seperti abah dan ambu ketahui pernikahan saya dan fatimah berdasarkan keterpaksaan, saya menalak fatimah dan abah serta ambu tidak usah khawatir selama saya menikahi fatimah sehelai rambut setetes darah pun saya belum pernah menyentuh nya, jadi sekali lagi saya mohon maaf saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, " ungkap abid akhir nya ".
kurang ajar, apa salah anakku dan apa salah kami hingga kamu dengan mudah nya menceraikan anak kami, " bentak abah emosi ".
maaf, " ucap abid menundukkan kepala nya ", tidak ada pembelaan diri , abid hanya menundukkan kepala dan meminta maaf padahal dia melakukan itu semua bukan kemauan nya.
pergi, " usir abah pada abid ".
__ADS_1
abid berdiri dan meletakan kunci motor nya yang memang itu pemberian abah, lalu meninggalkan rumah itu dan hanya beberapa kali bilang maaf pada ambu, fatimah hanya menangis melihat kepergian abid.
fatimah memasuki kamar dan meluapkan tangisnya di atas ranjang, beberapa minggu yang lalu memang fatimah meminta abid menceraikan nya tapi sekarang fatimah malah merasakan sakit yang amat teramat entah karena baru menyadari rasa cinta nya pada abid atau bagaimana tapi sekarang semua telah terlambat kata talak sudah di ucap dan abid telah pergi entah kemana.
sudah kamu jangan menangisi laki laki seperti itu, masih banyak laki laki baik di luar sana," tiba tiba suara abah dari pintu kamar yang sudah terbuka".
fatimah hanya menangis lalu mengelus pundak nya dari ambu, nak sudah jangan menangis " ucap ambu lembut menenangkan anak nya".
fatimah duduk dari tidur nya, dan memeluk erat ambu nya tangis makin pecah, tapi fatimah tidak berani untuk bilang yang sebenar nya, sekarang pandangan keluarga nya pada abid pasti sudah sangat buruk dan membenci nya, tapi fatimah pun tidak sanggup untuk mengatakan kebenaran karena takut amarah dari pada abah nya.
kini abid sampai di rumah utama dan di sambut oleh keluarga besar, karena rayyan dan keyla akan menjalani program kehamilan di german maka mau tidak mau abid harus menjadi CIO di pranaja grup, sedangkan pranaja company tetap di bawah kepemimpinan ji yang sekarang sudah kembali ke swiss.
kamu anak pamam bara, " tanya abid pada assisten baru nya yang bernama jay ".
betul tuan ," ucap jay singkat".
memang sejak pensiunan nya bara menyerahkan anak nya menjadi pengganti nya, jay memiliki sifat dingin namun dengan beberapa hal di masa lalu sekarang abid lebih bersifat dingin dari pada jay.
kini abid dalam perjalanan menuju kantor utama pranaja grup, namun mampir terlebih dahulu di salah satu barbershoop karena memang sudah beberapa bulan abid tidak merapikan rambut nya.
__ADS_1
kini abid sudah mencukur rambut nya dan menghilangkan berewok nya, penampilan baru abid kini terlihat lebih segar dan tampan namun tetap terlihat dingin karena raut wajah dan tatapan mata nya.
ternyata tuan sangat tampan dan berwibawa, " batin jay yang melirik abid sepintas di kaca spion tanpa abid ketahui ".