
namun suatu malam hal tidak terduga terjadi juga pada akhir nya.
beberapa orang tua yang tidak suka terhadap keluarga fatimah karena beberapa kali anak mereka di tolak fatimah akhir menghasut warga, kini mereka tengah mendatangi rumah fatimah dan meneriaki fatimah wanita ****** murahan dan sebagai nya, itu karena sudah beberapa minggu ini pemuda yang di ketahui bernama abid menginap di rumah fatimah.
sabar sabar ada apa ini, " ujar abah menenangkan ".
anak mu menyimpan laki laki di rumah ini dan kamu membiarkan nya sekarang kalian semua pergi dari desa ini, " teriak salah satu warga ".
abid yang mendengar keributan keluar bersama ali adik dari fatimah menuju halaman rumah, ada apa ini, " bentak abid karena kesal diri nya sudah terusik ".
warga yang melihat abid bukanya menjawab pertanyaan abid malah melempar dan menghajar abid, abid berusaha melawan namun karena dia melihat kebanyakan ibu ibu yang menghajar nya dia diam tidak melawan dan akhir nya babak belur di hajar warga, fatimah ambu abah bahkan ali berusaha menolong abid dari warga namun itu sia sia.
akhir nya kepala desa datang dengan beberapa hansip lalu melerai nya, sabar sabar warga warga semua bisa di selesaikan dengan baik, " ucap kades menenangkan warga nya ".
pa kades membiarkan dokter ****** ini menyimpan laki laki lain berminggu minggu andai kami tidak melakukan ini pasti pa kades diam saja, " teriak salah satu warga ".
pa kades yang memang tidak mengetahui hal itu akhirnya membawa abid yang dalam keadaan babak belur bersama keluarga fatimah dan warga menuju balai desa.
begini saja jika abah masih ingin tetap tinggal di desa ini maka abah harus menikahkan anak abah sekarang juga atau abah harus meninggalkan desa ini, " ujar kades memberikan solusi setelah mereka berkumpul di balai desa ".
__ADS_1
aku yang salah aku akan meninggalkan desa ini dan jangan libatkan keluarga abah, " abid yang menjawab usulan kades itu ".
enak saja sudah kumpul kebo kamu mau kabur begitu saja, " ucap salah satu warga tidak terima ".
tapi aku tidak melakukan apa apa bahkan aku selalu tidur bersama ali, " ucap abid geram ".
kamu mau bertanggung jawab atau mau keluarga abah di usir, " ujar kades kesal sama abid yang malah terlihat tidak terima usul nya ".
abid terdiam pikiran nya sekarang entah bagaimana, entah dia ada sedikit merasa kebahagiaan tapi lebih merasa kasihan pada fatimah yang harus menjadi istri nya padahal abid tidak tau apa fatimah bersedia atau tidak.
aku akan menikahi fatimah, " ucap abid tiba tiba ".
apa kamu setuju, " tanya ambu pada fatimah dan fatimah hanya menganggukkan kepala nya pelan tanpa menjawab".
kini abid mengucapkan ijab kabul dengan mas kawin berupa kalung emas yang memang selalu menempel di leher nya harta satu satu nya yang abid bawa ketika musibah naas itu , abid pernah bercerita kalau kalung emas itu di dapat dari bos nya pada fatimah.
kini keluarga fatimah sudah kembali ke dalam rumah abid memasuki kamar ali namun abah menghentikan langkah nya, kamu tidur di kamar fatimah kalian kan sudah menikah, " ucap abah yang sekarang terlihat tidak suka pada abid padahal sebelum nya mereka terlihat akrab".
abah memang kesal bagaimana tidak laki laki yang tidak jelas asal usul nya tiba tiba menjadi menantu nya, tapi dia tau norma agama jadi meminta abid lebih tepat nya menyuruh abid masuk ke kamar fatimah.
__ADS_1
fatimah terdiam melihat abah nya meminta yang sekarang menjadi suami nya untuk masuk ke dalam kamar nya, abid menurut dan masuk ke dalam kamar lalu duduk di samping ranjang fatimah dan beberapa fatimah datang membawa baskom berisi air hangat serta handuk kecil.
fatimah mendekati abid dan mengompres memar memar pada tubuh abid tanpa berbicara, maaf ", ucap abid pelan ".
fatimah tidak menjawab dan tetap mengompres sampai selesai lalu kembali ke luar kamar untuk menyimpan baskom dan handuk kecil itu.
abid melihat tikar yang masih tergulung di sudut ruangan lalu mengambil nya dan merentangkan di lantai samping ranjang lalu merebahkan tubuh nya yang memang berasa lelah dan sakit, hanya beberapa menit dia sudah tertidur lelap.
kini fatimah duduk di sopa ruang keluarga, fatimah menangis dalam diam nya dia menundukkan kepala, tiba tiba pundak nya ada yang memegang fatimah mendongakkan kepala nya dia melihat abah nya mengelus pundak fatimah dan duduk di samping fatimah, apa kamu ikhlas menerima pernikahan ini fatimah, " tanya abah lembut ".
fatimah tidak menjawab dan memeluk abah laki laki cinta pertama nya dan sampai saat ini pun dia tidak pernah mendapat cinta laki laki lain selain abah dan adik nya karena memang ajaran agama yang baik dari abah membuat fatimah benar benar menjaga norma agama sekalipun pernah tinggal di luar kota saat menempuh pendidikan.
abah pun sebenar nya berat, namun semua telah terjadi di luar kehendak kita dan kita sebagai manusia hanya bisa menerima nya, abah tau abid laki laki yang baik meskipun dia tidak jelas asal usul nya dan ingat bagaimana pun kekurangan nya dia sekarang adalah suami mu, " ucap abah menguatkan dan mengingatkan ".
fatimah menerima ini semua abah namun fatimah hanya wanita biasa yang tidak luput dari rasa takut dan ragu, abah tau fatimah sama abid tidak saling menginginkan pernikahan ini dan kita baru saling mengenal , " ujar fatimah mengungkapkan ke khawatiran nya ".
sudah pasrah kan semua ini sama sang pencipta kita hanya bisa berusaha dan berdoa serta menerima ini semua, sekarang kamu istirahat lah , " ujar abah lalu berdiri dan masuk ke dalam kamar nya".
fatimah pun berjalan masuk ke dalam kamar dengan hati yang berkecamuk dia memikirkan hal yang tidak tidak saat ini dan membuat nya gugup, saat pintu terbuka dia melihat abid tertidur di atas tikar dengan posisi menyamping seperti orang kedinginan karena memang abid tidak memakai selimut bahkan bantal pun tidak, fatimah merasa bersalah pada abid dan dia mengambil selimut dari lemari nya serta bantal dari ranjang nya, fatimah menyelimuti abid serta menyimpan bantal itu di samping kepala abid dia tidak berani untuk membangunkan abid.
__ADS_1