
sudah baikan ko cuma masih aga sakit kalau berjalanan karena pergelangan kaki ku terkilir, " ucap khanza ramah pada wisnu dan itu membuat laki laki yang sedang berjalan mendekati mereka mengepalkan tangan nya ".
nih minum, " ketus abid sambil menyimpan minuman dingin itu di meja ".
terimakasih pa, " ucap wisnu tidak enak hati apa lagi melihat tatapan dari bos nya itu ".
kamu ngapain terima bunga itu, memberi bunga itu bagi orang yang sudah mati, " ucap abid sewot melihat khanza yang menerima bunga itu ".
dih iri bilang aja , " balas khanza memicingkan mata nya jengah ".
kamu bapak mau nanti saya bisa bawakan untuk bapak juga , " goda wisnu yang sedari tadi melihat gelagat bos nya yang sedang cemburu ".
ga perlu, " ucap abid singkat lalu memainkan handphone nya padahal dia ingin mengawasi ke dua orang ini ".
kamu ngapain di sini sana ke kamar ke atau kemana, " usir khanza karena abid malah ikut duduk di sopa ".
sebelum dia datang aku sudah duduk di sini jadi terserah aku, " ucap abid tidak ingin mengalah dan kembali memainkan handphone ny ".
kapan mulai bekerja, " tanya wisnu pada khanza ".
mungkin besok aku sudah mulai bekerja, " ucap khanza semangat ".
siapa yang izinin kamu bekerja besok, " potong abid masih memainkan handphone nya ".
dih nyambung aja, " kesal khanza dan mengajak wisnu untuk pergi ke halaman belakang ".
abid yang kesal karena di tinggal sendirian akhirnya berjalan ke ruang kerja.
kamu kenapa galak sih sama tuan abid, " tanya wisnu heran setelah mereka berdua berada di halaman belakang ".
lagian dia bikin aku kesel aja, " ucap khanza cuek ".
wisnu tersenyum dalam hati nya dia berfikir lucu akan kelakuan khanza dan abid padahal wisnu tau mereka berdua saling mencintai tapi ego mereka sama sama besar.
__ADS_1
bagaimana hubungan kamu sama tuan abid apa sudah ada kemajuan, " tanya wisnu penasaran ".
dia lebih perhatian tapi ga tau makin ngeselin, " ucap khanza kesal ".
kalian ini, kenapa kamu ga nyatakan perasaan kamu sama dia , " usul wisnu pada khanza ".
aku ini wanita mana bisa aku mengungkapkan duluan, " ucap khanza tidak terima saran dari wisnu ".
jaman sekarang apa salah nya coba, " ujar wisnu enteng ".
aku ngerti , tapi " ucapan khanza tak berlanjut ".
tapi apa " penasaran wisnu ".
dulu aku sempat menjalin hubungan dengan orang lain sewaktu dia masih pura pura jadi karyawan aku, sejak saat itu dia malah berfikiran aku hanya mengincar harta laki laki kaya " ucap khanza menyesal ".
tapi waktu itu kamu berhubungan juga karena keterpaksaan dan ancaman bukan saling menyukai, " ucap wisnu meyakinkan ".
entah lah tapi abid sudah menganggap wanita matre, " ucap khanza pasrah ".
terimakasih kamu selalu mendukung aku, " ujar khanza tulus ".
sama sama kalau begitu aku pamit pulang ya ini sudah mau malam, " ucap wisnu berpamitan ".
kini abid sudah berada di meja makan untuk makan malam dan khanza berjalan menuju meja makan memang sejak dua hari yang lalu abid sengaja menyuruh seseorang untuk memasak serta beres beres rumah meski orang itu tidak menginap di rumah itu.
kirain mau makan malam di luar, " sindir abid yang asik menikmati makan malam nya ".
khanza tidak menjawab dan duduk lalu mengambil nasi untuk makan.
kalian kenapa tidak tinggal bersama saja sih kalau sudah berpacaran setidak nya tidak menumpang pacaran di rumah ini, " sindir abid masih asik memakan makanan nya ".
cukup, " bentak khanza dan menggebrak meja lalu pergi menuju kamar nya ".
__ADS_1
abid kaget, tidak biasanya gadis yang selalu dia goda itu marah dan sampai meninggalkan makan malam nya.
apa aku keterlaluan, " batin abid dan sekarang dia merasa makanan yang masuk ke mulut nya berasa hambar ".
abid berjalan menuju kamar khanza untuk meminta maaf, beberapa kali abid mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban, akhirnya abid membuka pintu dan kebetulan tidak di kunci.
abid terdiam melihat tidak percaya, karena dia melihat khanza yang sedang memasukan pakaiannya kedalam koper.
kamu mau kemana, " tanya abid khawatir "
khanza tidak menjawab dan tetap memasukan baju baju nya kedalam koper, abid menarik koper itu dan melemparkan ke sudut ruangan.
kamu mau kemana, " bentak abid emosi ".
bukanya tadi kamu mengusirku hah, " bentak khanza tidak kalah keras dan kembali menarik koper itu ".
aku cuma becanda sudah ayo kita makan, " ucap abid menarik tangan khanza namun dihempaskan oleh khanza ".
apa kamu bilang becanda, apa segala hal bisa kamu buat becanda, " ucap khanza menangis lalu mengambil kembali kopernya ".
hey sudah lah kenapa kamu jadi sensitive seperti ini, " ucap abid belum mengerti perasaan khanza ".
kamu ingin aku berhubungan dengan laki laki lain, kamu anggap aku wanita murahan yang terbiasa tinggal dengan laki laki lain, itu kan mau kamu " ucap khanza berapi api ".
kamu menganggap aku wanita matre karena kejadian dulu saat terpaksa menerima hubungan dengan bagas kan, aku merasa itu salah dan selalu berusaha memperbaiki kesalahan aku dari pandangan kamu , kamu bahkan tidak menganggap aku ada di dekat kamu aku diam, tapi kamu benar benar keterlaluan menuduh dan menyuruhku tinggal dengan laki laki lain, dulu aku sangat mencintaimu jauh sebelum tau kamu seorang abid pranaja tapi sekarang aku benar benar membencimu" ujar khanza mengeluarkan isi hati nya yang selama ini dia pendam dan bergegas meninggalkan kamar untuk meninggalkan rumah ini ".
tiba tiba langkah khanza tertahan karena kini abid tengah memeluk erat tubuh khanza dari belakang, beberapa waktu mereka berdua terdiam tidak ada keluar ucapan apapun dari abid ataupun khanza.
kini khanza meronta ingin di lepaskan dari pelukan itu namun tubuh nya kalah kuat dari abid yang memeluk nya dengan erat, dulu mungkin khanza sangat menginginkan pelukan dari abid namun tidak untuk malam ini dan seterusnya dia bertekad akan melupakan seluruh perasaan nya pada abid dan membuang nya jauh jauh.
khanza terlepas dari pelukan abid yang mulai merenggangkan pelukan nya dan dengan cepat khanza mengambil kesempatan itu lalu berlari keluar kamar namun lagi lagi tangannya di tarik dan kini abid mendekap tubuh khanza, khanza meronta meronta dan memukul kuat dada bidang abid.
lepaskan lepaskan, " teriak khanza sambil memukul kuat dada abid namun laki laki itu tidak bergeming sama sekali dan tetap memegang pinggang khanza dan menatap khanza dengan tatapan sendu ".
__ADS_1
maaf , " akhirnya keluar dari mulut abid kata maaf meskipun terdengar pelan ". maaf ucap nya lagi dan tetap memeluk khanza meskipun wanita itu meronta ronta ingin di lepaskan.