DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

memang apa ka , " tanya fatimah penasaran ".


seperti nya tuan muda mengalami stress yang berat, tapi aneh nya dia masih bisa memimpin perusahaan besar, " ujar hans pada akhirnya ".


maksud kaka dia gila, " tanya fatimah memastikan ".


bukan begitu, aku rasa dia terlalu stress sama pekerjaan atau kehidupan pribadi nya hingga kondisi nya tidak menjaga kesehatan, " jelas hans pada fatimah ".


terus cara penyembuhan nya bagaimana, " tanya fatimah terlihat khawatir ".


tahap awal beliau hanya perlu istirahat, lalu kalau bisa ya di selesaikan masalah nya kalau tahap lanjutan ya kamu tau sendiri psikiater jalan selanjutnya, " jawab hans lalu memakan makanan nya ".


malam hari nya abid terbangun , kondisi nya sudah sedikit membaik karena obat yang di berikan oleh dokter hans, abid berjalan keluar villa terlihat jay yang sedang berbincang dengan beberapa pengawal nya, ada yang bisa di bantu tuan , " tanya jay setelah abid berada di hadapan nya ".


tidak ada jay saya hanya ingin cari makan malam dan menikmati suasana pedesaan ini, saya akan keluar villa dan jangan dari kalian mengikuti, " ucap abid lalu berjalan kaki meninggalkan villa itu ".


jay sebenarnya ingin mencegah tuan nya karena khawatir kondisi kesehatan tuan nya serta keamanan tapi bagaimana lagi jay tidak punya keberanian untuk membantah nya.


fatimah pulang malam hari karena ada pasien operasi dan hans mengantarkan fatimah meskipun fatimah menolak nya namun karena hans memaksa akhir nya fatimah ikut ke mobil hans dan meninggalkan mobil nya di parkiran rumah sakit, kini mereka dalam perjalanan pulang dengan kondisi pedesaan yang sepi beberapa kali mereka melewati perkampungan dan juga perkebunan yang lumayan gelap gulita itu sebab akhir nya fatimah mau di antar pulang oleh hans karena biasa nya kalau sudah malam seperti ini fatimah lebih memilih tidur di ruangan dirut dan tidak pulang ke rumah entah kenapa malam ini fatimah ingin pulang ke rumah.


kak boleh berhenti dulu di belokan sana, aku pingin makan sate, " ucap fatimah sambil menunjuk belokan tempat gerobak sate berada ".


kini fatimah turun dari mobil di ikuti hans, tiba tiba tubuh fatimah menjadi kaku wajah nya kini sendu tanpa di perintah air mata keluar lolos begitu saja ketika melihat sosok orang yang selama ini dia cari tengah asik menyantap sate, meskipun penampilan abid berubah rambut yang rapih serta pakaian santai, fatimah mengenali sosok itu di tambah sewaktu pertemuan pertama dengan abid rambut abid sama dengan sekarang.

__ADS_1


fatimah duduk di samping abid dan laki laki itu asik memakan makanan nya tanpa melirik, hal wajar memang berbagi duduk di tempat kaki lima seperti itu.


sementara hans memperhatikan kedua nya heran, ada rasa kecewa karena tiba tiba fatimah duduk di samping abid, tapi lebih ada rasa takut pada diri hans karena sosok itu.


apa fatimah sudah mengenalnya, " batin hans lalu duduk di bangku lain nya ".


mas sate dua porsi, ujar hans pada penjual sate.


baik sebentar ya, " ucap penjual sate ramah lalu menyimpan air teh hangat pada meja hans dan fatimah ".


saat abid selesai makan dia meminum teh hangat yang sudah tersedia sambil melirik ke samping, abid menyemburkan sedikit air dari mulut nya karena kaget namun dia tetap terlihat santai lalu mengambil tisu lalu mengusap wajah nya.


maaf aku ke sini hanya untuk makan tidak untuk mengganggu mu, " ucap abid gugup lalu berdiri dan memberikan dua lembar uang merah pada penjual sate dan bergegas pergi ".


abid membalikan tubuh nya kini mereka berhadapan, maaf aku benar benar tidak mengikuti dan mengganggu kamu, aku janji akan segera mengurus perceraian kita, " ucap abid merasa bersalah karena belum mengabulkan permintaan fatimah mengurus perceraian nya ".


fatimah hanya menatap abid sendu dengan air mata penyesalan namun di salah artikan oleh abid yang menyangka jika fatimah marah pada nya karena abid mengikuti serta belum menceraikan nya.


hans hanya menatap dari kejauhan dia tidak berani mendekati abid, hans masih bingung dengan pikiran nya yang mengira jika abid menjadikan fatimah wanita simpanan dan suami fatimah hanya sebatas status buat fatimah, hans mengira jika laki laki yang dia temui suami dari pada fatimah itu berbeda dengan tuan abid karena penampilan yang sangat berbeda jauh.


apa kamu benar benar ingin menceraikan aku, " tanya fatimah lirih pada abid ".


sebenar nya abid sudah merasakan perasaan nya saat pandangan pertama sebelum menikah pun abid sudah jatuh hati pada fatimah meskipun dulu dia masih memendam rasa pada khanza, namun sekarang perasaan abid menjadi sirna dia di khianati oleh khanza dan sekarang dia melihat istri nya sudah bersama laki laki lain yaitu hans yang sedari tadi abid mengetahui kehadiran hans meskipun dia tidak menatap hans, laki laki yang dulu sempat abid cemburui.

__ADS_1


bukan kah perceraian kita merupakan kemauan kamu, " tanya abid akhir nya pada fatimah ".


fatimah terdiam, dia tau pasti ini jawaban abid karena memang fatimah lah yang sempat meminta abid menceraikan nya.


karena fatimah diam abid menyimpulkan jawaban diam nya fatimah, dia lalu berjalan meninggal fatimah yang masih berdiri mematung.


hans berjalan mendekati fatimah, sate nya sudah siap ayo kita makan , " ajak hans yang tidak ingin bertanya terlalu jauh pada fatimah ".


kita pulang saja, " ucap fatimah yang berjalan masuk ke dalam mobil hans ".


abid berjalan dengan cepat dia tidak sadar kalau langkah nya menuju rumah mertua nya bukan menuju villa nya.


abid berjalan melewati jalan pintas yang tidak bisa di lewati oleh kendaraan bermobil hanya jalan setapak hingga dia tersadar ketika dari kejauhan dia melihat rumah mertua nya dan melihat fatimah turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


pantas saja dia meminta aku menceraikan nya ternyata sudah punya pasangan, " batin abid yang diam sejenak ".


tiba tiba ada yang menepuk pundak abid, ka abid, " ucap ali yang merupakan adik ipar nya ".


ali, " ucap abid yang menoleh kaget pada ali ".


ka abid kemana saja abah sama ambu sudah lama mencari ka abid ayo masuk , ucap ali sambil menarik tangan abid dan dia hanya pasrah di tarik oleh adik ipar nya untuk masuk ke dalam rumah.


kini abid sudah di dalam rumah dia di sambut baik oleh abah dan ambu serta beberapa kali abah meminta maaf karena pernah mengusir nya.

__ADS_1


lagi lagi abid malah berfikiran buruk pada keluarga istri nya itu, apa karena dia sudah tau identitas aku jadi mereka ramah padaku sekarang, " batin abid yang memikirkan sikap abah dan ambu itu ".


__ADS_2