DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
PENYESALAN KHANZA DAN KHARISMA


__ADS_3

akhir nya abi membawa dua bidadari nya itu menuju kamar bawah karena dia tidak mungkin menaiki tangga menggendong dua wanita itu, kini mereka bertiga sudah di atas ranjang dan kedua wanita itu tetap berebut untuk memeluk abi, sudah sudah ayo kita tidur siang, " ucap abi sambil mencium kening istri dan anak nya bergantian lalu mereka pun tertidur pulas sampai sore hari ".


beberapa hari berlalu, kini khanza pulang dari clubs malam sejak bersama bagaskara menjadi kebiasaan khanza untuk minum minum dan memasuki clubs malam, tengah dalam perjalanan menuju rumah yang sudah beberapa bulan ini di tempati oleh nya bersama bagaskara, sesampai nya di rumah khanza menuju kamar nya dan di kaget kan dengan pemandangan yang kini dia lihat setelah membuka pintu kamar, pasangan yang asik tengah bercumbu itu menghentikan kegiatan panas nya setelah melihat kehadiran seseorang di depan pintu.


sialan ," teriak khanza dan melempar tas kepada wanita itu namun di halangi oleh bagaskara ".


hentikan apa apaan kamu , " bentak bagas tak kalah dari teriakan khanza ".


khanza meneteskan air mata nya, kamu bilang abid mempermainkan aku, tapi nyata nya kamu yang seperti itu dan wanita itu, dia wanita yang kamu bilang salah satu pacar abid ternyata wanita peliharaan kamu ," ucap khanza getir sambil menunjuk bagaskara dan grey ".


khanza membalikan tubuh nya dan berniat keluar dari kamar itu, namun tangan nya di tarik kembali oleh bagas dan sebuah tamparan bagas tepat mengenai wajah khanza dan membuat cairan merah keluar dari hidung dan ujung bibir khanza.


bagaskara tertawa menggema seisi kamar, hey wanita sialan kau lah wanita murahan ya kaulah, " ucap bagaskara tertawa kembali ".


aku memberikan kesucian ku pada mu bagaskara berani nya kamu " ucap khanza sambil tubuh nya bergetar menahan amarah ".


kamu mau apa sekarang hah, " bentak bagaskara lalu memanggil beberapa anak buah nya dan langsung memegangi tangan khanza ".


kamu sudah tidak berguna lagi khanza, " ujar bagas dan tertawa puas ".


menyesal aku mempercayai mu ," ucap khanza sambil meronta ingin melepaskan pegangan dari kedua lelaki yang memegangi nya meskipun percuma karena kalah kuat".

__ADS_1


percuma kamu menyesali nya khanza, kamu tau perusahaan kamu sudah di tangan ku sekarang, dan abid mati sia sia karena sebenar nya grey adalah kekasih ku , " terang bagaskara dan tertawa puas ".


tubuh khanza tiba tiba lemas, kenapa aku membunuh abid dan dia tidak bersalah ," batin khanza menyesali diri nya ".


bawa dia ke ruang bawah tanah dan masukan bersama wanita tua itu, " perintah bagaskara pada anak buah nya yang langsung membawa khanza menuju ruang bawah tanah ".


kini anak buah bagaskara pergi meninggalkan khanza di ruang bawah tanah, kamu siapa dan kenapa bisa berada di sini, " tanya khanza heran setelah melihat wanita paruh baya yang terlihat dalam keadaan lemah di ruangan tersebut".


wanita itu hanya melirik khanza dengan tatapan kosong lalu kembali diam, khanza mendekati wanita itu lalu menyapa wanita paruh baya itu.


aku khanza nama ibu siapa, " tanya khanza pelan agar wanita itu tidak merasa tertekan dengan kehadiran khanza ".


kenapa kamu tega membunuh anakku, " ujar kharisma tanpa menjawab pertanyaan khanza ".


kharisma pun menceritakan semua nya mulai dari dia mengadopsi bagaskara sampai meninggalnya abid yang membuat kharisma murka, bagaskara yang memang tau kharisma bukan ibu kandung nya akhir nya memenjarakan kharisma di tempat ini karena merasa sudah tidak di perlukan lagi, padahal selama rencana apapun bagaskara kharisma lah yang membantu bagaskara bahkan meretas cctv atas penculikan khanza dan hanya meninggalnya anak kandung membuat kharisma sadar dan bertentangan dengan bagaskara.


kini kedua wanita beda generasi itu hanya menyesali semua tindakan bodoh nya di jeruji besi bawah tanah.


di sisi lain abi lelaki penguasa yang sudah naik gunung itu memilih membiarkan semua perbuatan bagaskara karena dia belum mengetahui kalau mama dari anak pertama nya dalam kesulitan, dia membiarkan itu karena tidak ingin melawan atau menghancurkan mama abid selama tidak mengganggu perusahaan dan keluarga nya lagi.


sementara kini abid menikmati hidup baru nya di luar masa lalu nya dengan menjadi petani membantu abah sang mertua, meskipun diri nya menjalin hubungan rumah tangga dengan fatimah namun dia masih menutupi semua masa lalu serta hanya sebatas status suami istri namun hanya layaknya sebuah pertemanan dengan fatimah.

__ADS_1


kini abid tengah menunggu fatimah di klinik karena sejak resmi menikah abid selalu antar jemput fatimah dengan motor butut hasil pemberian abah agar anak nya tidak selalu naik ojek saat berangkat dan pulang dari klinik nya.


ayo kini pulang, " ucap fatimah sambil meninggalkan abid yang masih terduduk di ruang tunggu".


abid mengikuti fatimah menuju parkiran dan mereka pun sampai di rumah, seperti biasa ketika malam hari tiba abid menggelar tikar di bawah samping ranjang fatimah, tentu tanpa sepengetahuan keluarga fatimah.


fatimah masuk ke dalam kamar dan melihat abid yang masih duduk di tikar dan belum tertidur asik membaca dari koran yang selalu dia bawa dari klinik, selama ini fatimah beberapa kali meminta abid memakai handphone agar gampang berkomunikasi saat menjemput fatimah namun abid selalu menolak dengan alasan tidak terlalu membutuhkan nya.


besok pagi aku akan ke kota, " ucap fatimah meminta izin lebih tepat nya seperti hanya memberitahukan nya".


untuk apa, " ucap abid masih asik membaca ".


besok aku mau ikut seminar di rumah sakit pranaja, deg tiba tiba wajah abid terlihat pucat dan badan nya seperti kaku, fatimah menyadari perubahan wajah abid itu namun dia enggan mencari tau perubahan wajah itu, dan fatimah memilih merentangkan tubuh nya di ranjang.


besok berangkat sama siapa, " tanya abid berusaha menutupi kegugupan nya".


sama kamu, sebenarnya aku bisa berangkat sendiri namun abah dan ambu meminta agar di antar sama kamu, " jawab fatimah sambil memakaikan selimut menutup tubuh nya ".


kini fatimah dan abid sudah sampai di aula rumah sakit pranaja grup, abid yang memang bukan bagian dari anggota yang akan melaksanakan seminar itu hanya menunggu fatimah di luar halaman gedung aula, acara selesai fatimah berjalan mendekati abid namun tiba tiba tangan nya ada yang menarik.


hey apa kabar, " ucap dokter hans kepada fatimah"

__ADS_1


fatimah yang tau laki laki itu tersenyum ramah lalu menyapa balik dokter hans, abi yang melihat itu mengepalkan tangan nya entah kenapa dia tidak suka melihat pemandangan itu padahal diri nya menikah pun terpaksa dan sama sama tidak saling mengetahui perasaan masing masing.


__ADS_2