
maaf , " akhirnya keluar dari mulut abid kata maaf meskipun terdengar pelan ". maaf ucap nya lagi dan tetap memeluk khanza meskipun wanita itu meronta meronta ingin di lepaskan.
abid memeluk erat hingga beberapa saat dan hanya kata maaf yang terus terusan terucap dari abid, khanza yang merasa sedikit tenang karena pelukan abid mulai membalas pelukan itu dengan tangis yang tak henti henti nya hingga khanza merasa lemas, entah karena kondisi nya yang belum stabil atau karena terlalu lama menangis khanza menjadi lemas dan tangis yang terhenti namun air mata nya tak henti mengeluarkan air mata itu.
abid yang melihat kondisi khanza menggendong khanza ke dalam kamar dan membaringkan nya di atas ranjang.
kini khanza terbaring di ranjang dengan tatapan kosong, abid yang khawatir dengan kondisi khanza memijat memijat kepala khanza dan mencium punggung tangan khanza dan ucapan maaf itu yang hanya keluar dari abid.
khanza lalu menatap abid sendu dan di balas dengan tatapan yang tak kalah sendu dari abid, kamu kenapa jahat sekali sama aku, " rintihan pelan khanza masih terdengar oleh abid ".
abid mencium kening khanza dan memeluk tubuh khanza, maaf lagi lagi kata itu yang keluar dari mulut abid.
karena terlalu lelah khanza tertidur dan abid pun tertidur dengan posisi duduk dan memeluk tangan khanza, di tengah malam khanza terbangun dari tidur nya dan melihat laki laki yang semalam membuat nya seperti ini tengah memeluk satu tangan nya.
khanza mengelus pucuk kepala abid dan membuat abid terbangun karena sentuhan tangan itu, sayang ada apa, " ucap abid setengah sadar ".
khanza diam kaku mendengar kata kata sayang dari mulut abid, aa aku lapar, " ucap khanza gugup ".
hem baik lah aku bawakan makan ke sini, " ucap abid masih mengantuk dan berdiri untuk menuju dapur namun tangan nya tertahan".
aku makan di bawah saja, " ucap khanza lalu duduk dari ranjang ".
tanpa di sangka abid malah menggendong khanza dan berjalan menuruni tangga, khanza yang malu menyembunyikan wajah nya di dada bidang abid.
kamu kenapa malu kan ga ada siapa siapa, " tanya abid heran ".
khanza tetap menyembunyikan wajah nya hingga sampai di meja makan dan duduk menunduk karena menyembunyikan wajah nya yang merah semerah tomat dari pandangan abid.
__ADS_1
abid mengambilkan beberapa lauk dari dapur dan menyimpan nya di meja makan lalu mereka pun makan bersama entah makan malam atau apa jam dua dini hari seperti ini.
sudah, " tanya abid lembut melihat piring khanza sudah kosong ".
khanza hanya menganggukan kepala tidak menjawab, kemudian abid lagi lagi menggendong khanza menaiki tangga menuju kamar khanza, khanza kembali menyembunyikan wajah nya di dada bidang abid tapi kali ini bukan hanya karena malu tapi karena lebih menikmati aroma tubuh abid yang membuat khanza nyaman.
kamu sudah berapa lama berhubungan dengan wisnu, " tanya abid tiba tiba setelah kini khanza kembali membaringkan tubuh nya di ranjang dan abid duduk di samping ranjang ".
khanza yang tidak mengerti menggelengkan kepala nya tampa menjawab, kamu ga usah bohong aku tau waktu itu kamu malah berpelukan di taman, " ucap abid mengingatkan ".
khanza berfikir sejenak lalu tersenyum, dia tersenyum karena pertama kali nya khanza menceritakan perasaan nya pada seseorang, namun lain abid yang malah kembali berfikir kalau khanza tengah memikirkan wisnu, karena kesal abid berniat meninggalkan khanza tapi tanganya tertahan oleh khanza.
kamu mau kemana, " tanya khanza heran ".
tidur lah, " jawab abid ketus ".
padahal aku cuma mau bilang kalau aku ga pernah hubungan sama wisnu, " ucap khanza sambil melepas tangan abid ".
waktu itu dia memang minta aku jadi pasangan nya namun aku tolak dan pelukan itu cuma bentuk aku memberikan semangat pada dia, " ucap khanza jujur ".
tetep aja ga boleh peluk sembarangan, " ucap abid tidak terima khanza di peluk laki laki lain ".
kenapa ga boleh, " tanya khanza memancing ".
ya ga boleh pokoknya ga boleh, " ucap abid salah tingkah ".
khanza tidak menjawab lagi dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain, abid mendekat dan memeluk tubuh khanza dan mencium lembut kening khanza, mulai saat ini cuma aku laki laki yang boleh memeluk dan mencium kamu, " ucap abid lembut ".
__ADS_1
memang kamu siapa , " balik tanya khanza ingin sekali mendengan ungkapan isi hati abid pada diri nya ".
aku pacar, abang, kaka , apalagi ya calon suami kamu pokoknya aku laki laki yang jagain kamu aku doang titik , " ujar abid tegas tak ingin di bantah ".
emang siapa juga yang mau jadi istri kamu, " ucap khanza ketus ".
abid mendengar ucapan ketus dari khanza tidak membalas nya namun dia mengelus rambut dan mencium kening khanza berkali kali.
ga romantis, " ketus khanza kesal ".
mulut mu itu ya, " ucap abid sambil mendekat kan wajah nya pada wajah khanza dan membuat tubuh khanza menegang ".
abid menempelkan bibir tipisnya pada bibir ranum khanza, beberapa kali kecupan lembut dari abid perlahan membuat khanza membuka mulut nya dan abid memasukan lidah nya pada mulut khanza, pelan dan lembut abid memutarkan lidah nya mengitari seluruh isi mulut khanza, perlahan khanza membalas nya dan ciuman itu perlahan menuntut lebih.
abid menjilat di bawah telinga khanza menurunu leher, khanza yang terpancing menggigit pelan telinga abid, sayang , " ucap khanza lirih menghentikan abid yang akan mengangkat kaos khanza yang sudah memperlihatkan sedikit perut putih nya ".
kenapa, " tanya abid menahan hasrat nya "
khanza mencium dada bidang abid yang masih terhalang kaos itu , aku ingin malam pertama kita sesudah halal, " ucap khanza tidak enak hati karena abid sudah terpancing birahi ".
abid membaringkan tubuh nya di samping khanza, khanza menidurkan kepala nya di dada bidang abid, apa kamu marah, " tanya khanza manja ".
abid mengecup ujung kepala khanza, " tidak ko sayang, tapi boleh kan aku tidur di sini aku janji ga lebih dari peluk kamu ".
khanza hanya menganggukkan kepala nya dan memeluk perut abid, mereka pun terlelap hingga pagi hari.
waktu berlalu tidak terasa hanya tersisa satu hari abid dan khanza akan kembali ke rumah utama, hubungan meraka makin membaik segala sesuatu mereka mulai terbuka satu sama lain.
__ADS_1
kembali nya mereka bukan hanya selesai nya hukuman dari orang tua tetapi juga karena abid akan menjadi kepala di rumah utama.
abi yang ingin menghabiskan masa tua nya bersama ibu dan umi di vila ibu, dan aqila yang akan menjadi tanggung jawab abid serta rayyan yang sudah menyiapkan rumah baru untuk keyla maka otomatis rumah utama hanya abid di sana dan mungkin ibu laras dan jihan jika bersedia, sebab hubungan khanza dan abid belum di ketahui siapapun.