DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
DI KENALI ABI


__ADS_3

fatimah yang tau laki laki itu tersenyum ramah lalu menyapa balik dokter hans, abi yang melihat itu mengepalkan tangan nya entah kenapa dia tidak suka melihat pemandangan itu padahal diri nya menikah pun terpaksa dan sama sama tidak saling mengetahui perasaan masing masing.


ka hans bagaimana kabar kaka, " tanya fatimah ramah ".


baik, ngomong ngomong sekarang kamu tinggal dan bekerja di rumah sakit mana, " tanya hans penasaran ".


aku buka klinik di kampung ka , " ucap fatimah malu malu ", abid yang melihat itu tambah kesal di buat nya.


hans yang melihat abid di samping fatimah sedari tadi melirik abid dan memicingkan mata nya, ngomong ngomong ini siapa apa dia sopir kamu, " ujar hans seperti tidak suka pada abid ".


oh bukan ka,  perkenalkan dia suami aku, " ucap fatimah tidak malu memperkenalkan abid sebagai suami nya padahal penampilan abid benar benar jauh dari gambaran lelaki idaman pasal nya abid sekarang berambut gondrong dengan kumis dan jambang yang tidak terurus itu sebab nya semua orang di rumah sakit ini tidak ada yang mengenali nya".


hans mengacuhkan uluran tangan abid dan berpamitan pada fatimah, sudah a biarkan saja dia memang begitu, " ucap fatimah agar suami nya tidak minder ", padahal abid dalam keadaan kesal bukan minder.


abid dan fatimah berjalan menuju parkiran untuk pulang, tiba tiba kepala abid ada yang memukul dari belakang dan orang itu malah langsung menyapa fatimah, halo dokter fatimah senang bertemu kembali, " ujar abi menyapa fatimah ".


tuan abi, " ucap fatimah gugup ".


ternyata abi yang mukul kepala aku, " batin abid yang memang sedari tadi sedang dalam mode kesal ".


oh ia ibu ada di rumah sakit ini beliau sudah lama ingin bertemu dengan kamu sejak lulus kuliah kami mencari keberadaan kamu tapi ternyata sudah pindah ke desa kata nya, " ucap abi basa basi ".


abi mengenal istriku, " batin abid heran ".


oh ia aku memang sudah pindah ke desa, wah nyonya besar ada di sini boleh aku bertemu dengan nya, " tanya fatimah antusias".


tentu boleh silahkan biar pengawal saya mengantar ke ruangan ibu, " ucap abi sambil meminta salah satu pengawal mengantarkan fatimah ke ruangan ibu ".

__ADS_1


abid tunggu sebentar aku ke dalam dulu, " ucap fatimah lalu berjalan meninggalkan abi dan abid ".


abi menarik tangan abid ke dalam mobil milik abi, para pengawal hanya keheranan dengan tingkah bos besar nya karena tidak mengenali laki laki yang di bawa masuk ke dalam mobil oleh bos besar nya itu.


abi tau aku, " tanya abid heran pada abi nya ".


aku ini orang tua kamu mana bisa cuma dengan pakaian serta penampilan begitu membuat aku tidak mengenal mu , " jawab abi sambil menoyor kepala anak nya itu ".


abid hanya cengengesan tidak menimpali abi nya itu dan malah bertanya kembali, abi tau aku masih hidup, " tanya abid heran karena memang sudah hampir dua bulan ini abi dan anak buah nya tidak berhasil menemukan keberadaan nya ".


abi tau aqila malah yang mencari tau keberadaan kamu, karena abi lihat kamu bahagia di sana jadi abi membiarkan kamu di sana di tambah abi tau penyebab kamu memilih menenangkan diri di sana, " ujar abi membanggakan kemampuan diri nya pada anak nya ".


hebat memang abi tidak ada dua nya, " ucap abid bangga dengan kemampuan orang tua nya itu yang sudah tidak di ragukan ".


ngomong ngomong kenapa kamu menikah tampa memberitahukan abi hah , " ujar abi kesal pada anak nya itu ".


abi hanya tersenyum lalu menunjukan berkas pada abid, apa ini tanya abid heran lalu mengambil berkas itu dan membaca nya.


di dalam berkas itu ternyata di nyatakan kalau rumah sakit pranaja akan melebarkan sayap nya di salah satu daerah tepat nya di desa tempat tinggal fatimah dan ternyata fatimah  bahkan yang akan di angkat menjadi dirut tersebut.


dia memang menyetujui ini semua demi kebaikan desa di sana dengan ada nya rumah sakit secara finansial mungkin fatimah di rugikan namun secara kemanusiaan pasti lebih baik untuk warga desa di sana karena akan lebih baik pelayanan serta perlengkapan kesehatan dan pelayanan ," ujar abi memberitahukan pada anak nya ".


ko aku baru tau kenapa fatimah tidak pernah bercerita , " ucap abid heran ".


itu artinya kamu tidak penting bagi dia, ejek abi pada anak nya dan tertawa puas.


sudah keluar sana lanjutkan misi mu yang tidak jelas menjadi pendekar miskin, usir abi pada anak nya sambil membuka kan pintu mobil dan mendorong tubuh anak nya keluar, abid hanya menuruti nya meskipun kesal pada orang tua nya itu di tambah memikirkan ucapan abi nya yang mengatakan kalau dia tidak di anggap oleh istri nya itu.

__ADS_1


sementara di ruangan ibu, mia tidak mengalihkan pandangan pada sosok fatimah entah kenapa mia begitu merasa dekat dengan sosok fatimah padahal ini merupakan pertemuan pertama antara diri nya dengan fatimah.


nyonya cepat sehat ya, " ucap fatimah ramah pada ibu ".


ia sayang, berapa kali ibu bilang jangan panggil nyonya panggil ibu saja ya.


baik ibu, " ucap fatimah ragu karena dia melihat mia yang sedari tadi melihat nya".


mi ini dokter fatimah dia dulu merawat ibu cukup lama sewaktu dia masih magang di rumah sakit ini, " ucap ibu memberitahukan pada menantu nya ".


ia bu mia tau lagian tadi juga abi sempat bercerita kalau di gedung aula seminar itu ada fatimah yang dulu sempat merawat ibu ," jawab mia ramah ".


andai kedua anak laki laki ku belum menikah pasti aku akan menjadikan dokter fatimah sebagai menantuku bu , " ucap mia tiba tiba pada mertua nya dan membuat pipi fatimah memerah menahan rasa malu ".


apa kamu sudah mempunyai pacar atau pasangan, " tanya mia penasaran ".


aku sudah menikah nyonya, " ucap fatimah malu malu ".


hem ya sudah semoga rumah tangga kamu bahagia dan segera di berikan momongan, " ucap mia mendoakan meskipun dia aga menyesali kalau fatimah sudah menikah entah kenapa hati nya merasa tidak terima".


dan kamu jangan panggil aku nyonya panggil saja umi ya fatimah ," lanjut mia meminta fatimah agar tidak menyebut nya nyonya ".


eh baik umi, " ujar fatimah ragu ragu dan berpamitan untuk kepada mia dan ibu untuk pulang".


saat di dalam lorong menuju ke luar menemui suami nya tiba tiba dia bertabrakan dengan gadis belia, brakkk....


maaf maaf , " ucap fatimah merasa bersalah "

__ADS_1


aqila mendongakkan kepala nya setelah tadi sempat terjatuh, dan sekarang di tarik tangan nya oleh fatimah membantu agar aqila bisa berdiri kembali, " ia gapapa kaka ipar jawab aqila tersenyum ramah ".


__ADS_2