
ternyata tuan sangat tampan dan berwibawa, " batin jay yang melirik abid sepintas di kaca spion tanpa abid ketahui ".
abid keluar dari mobil dengan penampilan baru nya, berjalan dengan gagah menuju lip di ikuti jay sang assisten, banyak sorot mata yang tak lepas melihat sosok CIO baru, meskipun beberapa dari mereka sudah pernah bertemu sebelum nya namun karena penampilan baru abid membuat mereka semua kagum dan banyak dari wanita wanita muda yang terpesona bahkan berharap serta berkhayal bisa mendapatkan CIO nya itu.
sementara fatimah meskipun dalam keadaan kacau balau karena baru menyadari rasa cinta nya setelah di tinggalkan sang suami dia tetap menjalankan kewajiban nya untuk bekerja di rumah sakit.
waktu berlalu begitu cepat sudah satu bulan abid memimpin perusahaan kembali namun saat ini suasana hati nya tengah bercampur aduk entah kenapa sejak jay memberikan informasinya bahwa khanza dan kharisma tengah di kurung oleh bagaskara, satu sisi dia rindu pada ibu nya yang sudah bertaubat dan menyesali segala perbuatan nya tapi di lain sisi rasa benci dan kecewa pada khanza masih melekat pada hati nya.
abi memang mengetahui semua nya namun karena sekarang segala hal di serahkan pada abid begitupun dengan langkah yang akan di ambil entah membiarkan atau menyelamatkan mama kandung nya.
abid berdiri dari duduk nya yang sedari tadi hanya duduk di meja kebesaran nya, bagaimana pun cara nya aku ingin semua perusahaan bagaskara hancur malam ini juga termasuk perusahaan khanza yang di ambil alih, " ucap abid akhir nya pada jay "
baik tuan ," jawab jay tegas dan segera merogoh ponsel nya lalu mengetik pesan ke beberapa anak buah nya ".
abid berjalan keluar kantor di ikuti asisten jay, sekarang abid sudah berada di kursi belakang dan jay melajukan mobil itu, sekarang kita kemana tuan, " tanya jay pada abid ".
markas, " jawab abid singkat dan jay tidak menjawab hanya melajukan kendaraan menuju markas ".
sementara bagaskara kini tengah murka, bagaimana tidak seluruh perusahaan nya hancur hanya dalam satu malam, tanpa bagaskara ketahui siapa pelaku nya namun karena beberapa diakuisisi oleh perusahaan pranaja dia menyangka itu semua adalah perbuatan rayyan.
bajingan aku bersumpah akan menghancurkan keluarga pranaja, " geram bagas sambil menggebrak meja ".
__ADS_1
dia kini bingung entah harus menghancurkan dengan cara apa , mau menjadikan khanza dan kharisma sebagai jaminan pun percuma karena abid sudah mati, kalau abi sendiri bagaskara sudah bisa menebak kalau tidak akan mempedulikan mama nya abid itu.
tiba tiba terdengar dari luar beberapa ledakan, bagas bergegas keluar dan ternyata puluhan helikopter dan beberapa kapal kecil menuju pulau nya itu.
ratusan pasukan turun dari helikopter dan langsung menyerbu pasukan bagas yang tidak seberapa itu, kini semua orang orang bagas sudah di sandra begitupun dengan bagaskara yang sudah menyerah karena sudah merasa kalah.
khanza dan kharisma pun di selamatkan dari ruang bawah tanah dan di bawa ke hadapan pimpinan pasukan yaitu jay, bagaskara tengah terduduk karena kedua kaki nya sudah tertembak dengan tangan terikat.
kini mereka bertiga di bawa menuju kapal terbesar dari beberapa kapal itu, sementara pasukan bagaskara di urus oleh anak buah jay yang mati di tempat di kubur di pulau itu bagaikan mengubur hewan di tumpukan dalam kubangan besar, dan dari mereka yang masih hidup di bawa ke kapal kapal kecil entah di bawa kemana.
kini khanza kharisma dalam penanganan dokter yang berada di atas kapal besar itu, mereka berdua yang memang dalam kondisi lemah segera di berikan penangan, dan bagaskara hanya di ikat di tengah kapal itu tanpa di obati.
lalu bagas di bawa ke dalam ruangan besar dan juga khanza serta kharisma yang sudah di obati dan kondisi yang membaik.
kharisma dan khanza yang melihat sosok laki laki tegap itu dengan diselimuti rasa bersalah dan merindukan namun tidak punya keberanian untuk memeluk nya mengangkat kepala pun mereka berdua tidak sanggup.
lain hal nya dengan bagaskara yang tidak percaya kalau orang di hadapan nya masih hidup dan rasa takut menyelimuti nya.
selama ini aku diam karena kau berlindung di balik kharisma tanpa menyebut kata mama pada sebutan kharisma, tentu membuat kharisma bersedih dan makin merasa bersalah pada kata kata anak nya itu.
tapi kamu dengan tega nya mengurung dia bajingan, " ucap abid dingin pada bagaskara sambil menunjuk kharisma ".
__ADS_1
nasi sudah menjadi bubur, semua tidak bisa di ulangi bagaimanapun menghilangkan rasa takut nya toh kalau dia memohon pun tidak mungkin laki laki di hadapan nya akan mengampuni nya, ia tertawa puas sambil menyeringai.
jay yang geram melihat bagas langsung menembak bagaskara pada bagian bahu bagas, dan membuat bagas meringis kesakitan.
bunuh saja aku tapi kamu harus tahu kalau wanita itu sudah memberikan kesucian nya padaku dengan imbalan meminta agar kamu mati, " ucap bagas sambil tersenyum puas dan menunjuk khanza di samping nya ".
khanza hanya menundukkan kepala merasa malu dan bersalah serta menyesali semua perbuatan nya.
abid yang memang sudah mengetahui semua nya dari abi nya itu hanya terdiam sebentar, ada rasa sakit di hati nya namun bukan sakit karena perbuatan khanza namun sakit karena melihat sosok kharisma yang terlihat lemah.
khanza yang melihat abid seperti itu menganggap kalau abid masih mencintai nya, begitupun dengan bagas.
potong lidah nya, " perintah abid pada jay dan sukses membuat senyum bagas hilang entah kemana menjadi wajah pucat pasi".
bagas berusaha menutup mulut nya karena du tarik beberapa anak buah jay dan ketika lidah bahas menjulur tanpa ragu jay mengeluarkan sangkur belati dari pinggang nya dan memotong lidah bagaskara.
kharisma menutup mata nya melihat hal itu, sama hal nya dengan khanza, tiba tiba abid mendekati kharisma yang berada di kursi roda dan berjongkok menatap wajah kharisma.
kenapa kamu menutup mata mu apa kamu tidak terima perbuatan ku pada anak kesayangan mu itu, " ejek abid pada mama nya ".
kharisma membuka mata nya, berlinang air mata nya tanpa mengeluarkan suara apapun dia tidak sanggup berbicara pada anak yang sudah dia terlantarkan sejak kecil itu, hanya ada penyesalan dan rasa bersalah pada diri kharisma.
__ADS_1
bagaimana pun kamu orang yang sudah melahirkan aku dan aku akan merawat mu sampai sembuh, " ucap abid dingin pada kharisma lalu kembali menghampiri bagaskara yang sedang dalam kesakitan karena lidah nya sudah putus".