
dia ingat dulu saat kecil abid sangat menyukai iga bakar maka kharisma membuat iga bakar itu, malam hari nya abid sampai di rumah dan berjalan menuju kamar namun aroma masakan membuat abid terdiam sebentar di tangga lalu kembali berjalan menuju kamar.
kini abid menuruni tangga dan melihat mama nya sudah duduk di kursi meja makan tersebut, abid pun duduk dan lagi lagi dia tidak berbicara hanya melihat sebentar menu makanan yang berbeda dari biasa nya yaitu iga bakar, apa tadi umi sengaja buat iga bakar sebelum pulang atau mama yang masak ini semua, " batin abid namun enggan menanyakan langsung pada mama nya ".
abid lalu memasukan daging iga perlahan ke dalam mulut nya, jauh dari lubuk hati yang terdalam abid sangat amat merindukan cita rasa dari masakan ini, abid sedikit menundukkan kepala nya, kharisma pun menundukkan kepala karena takut kalau iga bakar masakan nya tidak enak di lidah anak nya.
tanpa kharisma ketahui abid mengeluarkan air mata dan segera abid hapus dari pipi nya lalu berdiri meninggalkan meja makan dan berjalan menuju ruang kerja.
kharisma melihat kepergian abid dengan menahan rasa sakit, dia menyangka anak nya pergi karena tidak ingin memakan masakan nya.
kharisma berjalan ke dapur dan mengambil puding dari pfizer yang tadi dia buat lalu membawa nya ke lantai dua menuju ruangan kerja abid, kharisma mengetuk pintu namun tidak ada jawaban sampai ketukan ketiga kali nya.
kharisma memberanikan diri masuk dan baru beberapa detik dia membuka pintu, kharisma melihat pemandangan yang membuat dia merasa makin merasa bersalah.
abid terduduk di kursi kebesaran nya dengan menundukkan kepala namun air mata mengalir tanpa henti bahkan sampai tidak menyadari keberadaan mama nya, abang ," ucap kharisma lalu mendekati abid menyimpan puding di meja lalu memeluk anak nya itu ".
abid tidak membalas pelukan itu bahkan seperti tidak merasakan pelukan itu, dalam lamun nya abid memikirkan mama nya yang sangat jahat sangat tega pada diri nya namun rasa rindu akan masakan rindu akan perhatian rindu akan pelukan sosok mama memang abid inginkan meskipun kehadiran umi cukup membantu menjadikan abid tidak kekurangan sosok orang tua dari pihak ibu, tetap saja pelukan dari seorang umi dan mama ada perbedaan bagi nya.
__ADS_1
kenapa kamu tega padaku, " ucap abid pelan dan lirih dalam pelukan mama nya itu ".
maaf maafkan mamah nak , " ucap kharisma memohon pada abid dalam peluknya ".
abid yang mempunyai sifat dingin namun sebenarnya dirinya yang hangat dan ceria jika bersama keluarga namun belum bisa dia luluh dari mama nya karena rasa kecewa.
abid berdiri melepas pelukan mama nya dia hendak pergi berjalan namun melihat puding di meja nya, kharisma melihat tatapan anak nya, jika kamu tidak mau makan malam setidaknya makan lah puding ini nak , " ucap kharisma pelan sambil menarik nampan puding itu menyodorkan pada abid ".
abid mengambilnya lalu berjalan menuju keluar saat di ambang pintu abid berhenti sejenak, kamu bebas melakukan apapun di rumah ini tapi jangan pernah berani memasuki kamar pribadi ku, " ujar abid lalu berjalan keluar dan masuk ke dalam kamar nya".
sesampai nya di dalam kamar abid melihat salah satu poto yang jarang orang ketahui kecuali umi abi dan adik nya yang pernah memasuki kamar nya, sosok wanita yang dia rindukan dan di benci bersamaan kharisma muda saat menggendong bayi laki laki yang tidak lain adalah diri nya.
abid lalu duduk di sopa memakan puding itu dengan lahap dan melirik poto lalu kembali air mata mengalir, mam kenapa kamu setega itu pada ku, " ucap abid sambil melihat poto itu ".
waktu berlalu namun hubungan antara anak dan mama itu belum ada perubahan abi masih bersikap dingin, kini rumah utama mendapat kunjungan dari aqila sendiri karena abi dan mia tengah di luar negri maka aqila hanya berlibur sendirian ke rumah utama dia rindu abang nya namun abid malah sibuk dengan pekerjaan nya di hari libur seperti ini.
aqila asik bercerita kepala kharisma dia tidak merasa sungkan malah langsung dekat dengan kharisma, di usia sebelas tahun aqila menceritakan berbagai hal pada kharisma dan itu membuat kharisma kagum bahkan mendapatkan pembelajaran langsung dari abi.
__ADS_1
kharisma teringat masa lalu saat abi menjari nya pula segala ilmu baik IT, bela diri sampai memasak pun abi yang mengajarkan, " kharisma tersadar dan menghapus kenangan itu bagaimana pun sekarang abi sudah bahagia bersama mia dan sudah mendapatkan buah hati nya yang sekarang tengah asik bercerita di hadapan nya.
abid keluar dari ruang kerja nya dia berniat makan siang namun sesampai nya di meja makan dia tidak melihat keberadaan mama nya dan adik nya yang dia tau sedang berkunjung ke rumah ini.
abid laku mencari keberadaan kedua wanita itu, dia berjalan menuju halaman belakang karena tau tempat kesukaan adik perempuan nya itu yaitu di salah satu pojok halaman belakang.
abid melihat aqila sedang di suapi mama nya sambil asik aqila bercerita, abid heran kenapa bisa aqila langsung sedekat itu dengan mama nya, dan apa mama tulus menyayangi aqila atau hanya sebuah pura pura, abid tidak ingin menuduh yang tidak tidak seperti yang dulu di lakukan mama nya pada diri nya.
abid berbalik badan hendak meninggalkan mereka berdua, namun aqila memanggil nya dan membuat abid kembali berbalik dan menghampiri kedua wanita itu.
Abang kemari , " teriak aqila yang mulut nya masih penuh dengan makanan ".
pelan pelan sayang itu mulut kamu masih penuh makanan , " ucap kharisma lembut pada aqila dan aqila hanya senyum tanpa dosa ".
apa dia benar benar sudah berubah, " batin abid melihat sifat kharisma sekarang ".
abid berjalan mendekati kharisma dan aqila lalu duduk di kursi berhadapan dengan kharisma, kharisma terlihat gugup dan merasa tidak nyaman dengan kehadiran abid, memang sejak abid menolak makanan hasil masakan nya itu kharisma memilih menghindar dari abid, meskipun di lubuk hati nya dia merindukan sosok anak nya itu, kharisma menganggap dia menikmati karma di masa lalu nya yang sudah dia lakukan pada anaknya itu.
__ADS_1