
bagaimana pun kamu orang yang sudah melahirkan aku dan aku akan merawat mu sampai sembuh, " ucap abid dingin pada kharisma lalu kembali menghampiri bagaskara yang sedang dalam kesakitan karena lidah nya sudah putus".
dulu saya sempat menganggap sebagai adik, namun sejak kamu menodongkan senjata dan kamu terjatuh karena saya membela diri, lalu mama mu itu menuduhku menyakiti mu maka tidak ada lagi rasa iba ku pada kalian, " ucap abid sambil melihat kharisma dan bagaskara bergantian".
kembali kharisma menyesali perbuatan nya, dulu abi pernah mengatakan itu tapi kharisma tidak mempercayai nya dan menuduh abi hanya membela abid, ternyata anak kandung nya itu benar benar tidak bersalah.
abid mengambil pistol dari tangan salah satu pasukan dan menembak kedua tangan bagaskara, lempar dia ke laut dengan darah segar nya aku yakin banyak hewan laut yang berminat memakan nya , " ucap abid dingin dan langsung beberapa pasukan melempar bagaskara ke laut setelah kapal berada di tengah lautan lepas ".
kini abid sudah berada di rumah utama dengan menaiki helikopter, abid turun dan berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti khanza dan jay membantu kharisma menaiki kursi roda dan mendorong nya masuk menuju rumah.
abid langsung masuk ke kamar utama, jay mengantarkan khanza ke kamar yang dulu sempat khanza tempati, lalu mengantarkan kharisma ke salah satu kamar dan jay meminta salah satu perawat untuk selalu menemani dan menjaga kharisma.
jay, " panggil kharisma saat jay suda di depan pintu kamar ".
ia nyonya, " ucap jay berusaha ramah meskipun terlihat datar ".
terimakasih, " ucap kharisma dengan suara masih lemah ".
sama sama nyonya selamat beristirahat, " ujar jay lalu meninggalkan kharisma".
malam hari nya kharisma dan khanza sudah duduk di meja makan, abid berjalan menuruni tangga.
__ADS_1
kedua wanita itu melirik dan menundukkan kepala nya saat abid sudah duduk di meja makan.
abid makan tanpa berbicara kharisma dan khanza pun makan meskipun rasa nya mereka tidak sanggup berada dekat dengan abid merasa diri nya sudah tidak pantas berada di rumah ini.
selesai makan abid berjalan menuju ruangan keluarga di sana terpampang poto keluarga di antara nya abi mia aqila bahkan pernikahan rayyan dan keyla pun ada, kharisma pun memasuki ruangan keluarga dengan memakai kursi roda dengan di bantu oleh khanza kharisma duduk di salah satu sopa dan khanza pun duduk, abid melirik sepintas doa enggan membantu atau melarang mereka duduk di sopa, abid kembali melanjutkan pekerjaan nya di layar laptop.
karena dia lagi malas mengerjakan di meja kerja karena hanya sedikit pekerjaan yang tertunda nya.
kharisma menatap satu persatu poto yang tergantung di dinding dan tersimpan di atas meja meja samping dinding, bagaimana keadaan abi dan umi, " tanya kharisma memberanikan diri pada abid ".
abid tidak langsung menjawab dan melirik sebentar pada kharisma, baik jawab abid singkat.
besok mereka akan ke sini dan kalau bukan karena permintaan mereka aku tidak akan membiarkan kamu tinggal di rumah ini, " jawab abid ketus pada mama nya dan kembali fokus pada laptop nya ".
kharisma diam menundukkan kepala nya karena merasa sakit di dada oleh perkataan anak nya itu lalu meminta khanza mengantarkan nya ke dalam kamar, saat khanza sudah membalikan kursi roda dan ingin meninggalkan abid tiba tiba abid memanggil nya, khanza , " ucap abid memanggil nya ".
ini merupakan panggilan pertama bahkan percakapan pertama kali sesudah mereka bertemu kembali, khanza membalikan tubuh nya menghadap abid, ia ada apa, " tanya khanza gugup ".
besok pagi kamu bisa kembali ke rumah kamu, sejak si bagas ambil alih perusahaan dan rumah kamu bu laras dan jihan mengontrak rumah karena abi tidak ingin membantu karena kecewa sama kamu, dan sekarang dia sudah kembali ke rumah itu, perusahaan juga sudah jay urus besok kamu sudah bisa menjadi CIO kembali di perusahaan itu, " ucap abid menjelaskan namun mata nya tetap melihat laptop ".
khanza tidak menjawab dia lalu mendorong kursi roda kharisma menuju kamar, ada rasa bahagia dan kecewa, bahagia karena abid masih berbelas kasih pada diri dan keluarga nya dan kecewa karena abid benar benar sudah tidak menerima diri nya dan malah meminta agar segera meninggalkan rumah utama.
__ADS_1
pagi hari nya keluarga abi datang dan khanza sudah meninggalkan rumah itu, mia memeluk kharisma air mata kedua nya pecah, kharisma yang menyesali perbuatan nya dan mia yang memang mempunyai hati yang bersih menangis karena bersyukur kharisma dalam keadaaan baik dan sudah menyesali perbuatan nya.
siang hari nya mereka berada di ruang keluarga, abid memang sudah berangkat ke kantor hanya ada abi mia dan kharisma di rumah itu.
maafkan aku selama ini selalu berbuat jahat pada kalian, tapi kalian masih mau menolongku , " ucap kharisma kepada abi ".
nasi sudah menjadi bubur, biarlah berlalu yang penting kamu sehat dan aku akan membantu memperbaiki hubungan kamu dengan abid, " jawab abi tulus pada wanita masa lalu nya itu ".
boleh aku memeluk nya, " tanya kharisma pada mia ragu, namun tanpa di duga mia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ramah".
kharisma menoleh pada abi, ternyata abi mendekati nya dan merentangkan tangan nya, kharisma lalu memeluk abi dan kembali tangisnya pecah, entah lah kharisma benar benar menganggap abi sebagai pelindung nya.
mia yang memang tau kesetiaan suami nya tidak merasakan cemburu, mia tau situasi dan kondisi ini titik terendah kharisma dan suami nya hanya berusaha menguatkan diri kharisma tanpa perasaan lebih mia tau itu.
kalian benar benar berhati malaikat, ujar kharisma pada abi dan mia, dan abi hanya tersenyum begitupun mia hanya memeluk kharisma, mungkin aneh di antara abi dan kharisma mempunyai masa lalu dan mia adalah masa depan abi namun mereka bisa begitu akur tanpa ada permusuhan di saat kharisma benar benar sudah menyesali perbuatan nya.
maaf aku harus kembali ke villa hari ini soalnya putri kami di sana takut merepotkan ibu, " ucap mia berpamitan pada kharisma dan mereka kembali berpelukan ".
kini abi dan mia sudah kembali ke villa dan kharisma sudah sanggup berdiri karena kondisi nya membaik kharisma berniat memasak untuk makan malam anak nya, meskipun beberapa art melarang kharisma namun dia bersikukuh untuk memasak.
dia ingat dulu saat kecil abid sangat menyukai iga bakar maka kharisma membuat iga bakar itu, malam hari nya abid sampai di rumah dan berjalan menuju kamar namun aroma masakan membuat abid terdiam sebentar di tangga lalu kembali berjalan menuju kamar.
__ADS_1