
sementara jidan pun kaget kenapa bisa ada seseorang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, namun dia baru teringat kalau nona khanza berpesan untuk memberikan amplop kepada karyawan yang menjadi asisten nona khanza, mungkin dia orang nya "batin jidan" karena jidan pun sama belum pernah bertemu abid sebelum dan sama sama tidak mengenal satu sama lain.
anda siapa " tanya abid karena dirinya masi bingung kenapa bisa ada laki laki lain di ruangannya dengan bos nya itu "
saya jidan CIO baru perusahaan ini, kan mau pasti abid kan asisten nona khanza " ujar jidan "
abid hanya menganggukkan kepala nya dia belum mengerti situasi nya sekarang ini.
jidan maju menghampiri abid dan menyerahkan amplop kepada abid " ini ada titipan dari nona khanza "
abid mengambil amplop itu tampa berbicara lalu membaca nya.
dear abid
terimakasih karena selama ini kamu bekerja dengan baik, dan maaf saya tidak menemui mu untuk terakhir kali nya karena kondisi dan situasi yang saya sendiri masi belum mempercayai nya.
mulai hari ini kamu bekerja menjadi asisten dari pa jidan karena saya sudah tidak di perusahaan ini lagi, sebagai tanda terimakasih saya memberikan uang itu sebagai gaji bulan ini dan juga bonus untuk kamu karena selalu bekerja dengan baik.
semoga ka abid sukses di kemudian hari dan saya mohon doa juga semoga di kehidupan baru saya nanti berjalan dengan baik.
kalau saya bertemu kembali dengan ka abid saya akan memanggil mu kaka itupun kalau kaka masi mau berteman dengan saya.
sekali lagi mohon maaf dan terimakasih jadilah assisten yang baik untuk bos baru mu, saya yakin kamu akan sukses di kemudian hari.
hanya itu isi surat dari khanza abid diam lalu berbicara pada jidan.
maaf bos saya harus pergi sekarang dan saya akan mengajukan pengunduran diri saya secepatnya " ucap abid sambil berlari ke luar ruangan dan jidan hanya diam tidak terlalu memikirkan ucapan abid lalu kembali mengerjakan tugas tugas nya sebagai CIO perusahaan yang berada dalam naungan pranaja grup sekarang "
sementara di salah satu sel ruang bawah tanah.
rayyan tengah berdiri tegap dengan kemeja yang di lipat nya.
__ADS_1
dimana kau sembunyikan uang perusahaan " tanya rayyan geram "
bagas yang terduduk di pojok sel hanya tersenyum sinis meski wajahnya sudah tidak karuan karena terus terusan di hajar rayyan.
sampai kapan pun kamu tidak akan menemukanya dan sekarang perusahaan pranaja sebentar lagi akan gulung tikar " ujar bagas meremehkan "
rayyan masi heran apa tujuan laki laki ini menghancurkan dan memanipulasi perusahaan pranaja, karena kalau untuk menikmati uang itu sudah pasti bakal ada rasa takut pada bagas saat rayyan mengancam akan membunuhnya, rayyan yakin ada motif lain dan ada orang lain di belakang bagas.
bagas pun keluar dari sel dan menembakan satu peluru yang mengenai paha bagas, obati dia lalu siksa kembali dan jangan sampai mati ujar rayyan kepada penjaga.
baik tuan " ucap penjaga patuh "
kini rayyan berada di ruangan kebesaran kantor utama pranaja company.
dia terus memikirkan langkah apa yang harus dia ambil, ini permasalahan serius hampir puluhan triliun keuangan perusahaan raib karena bagas memanipulasi data dengan alibi mengsuntikan data ke beberapa perusahaan besar, meski semua perusahaan itu sudah dia ambil alih kembali jelas nilai kebocoran itu tidak sebanding.
karena manipulasi bagas yang membeli saham saham perusahaan dengan nilai yang sangat tinggi padahal sama sekali tidak sebanding dengan dengan perusahaan itu sendiri.
sementara abid sudah sampai di rumah khanza namun di sana terlihat sepi dan hanya ada beberapa penjaga yang dia seperti mengenal orang orang itu.
hey apa yang sedang kalian lakukan di sini dan dimana khanza " tanya abid langsung "
tuan muda nona khanza sudah meninggalkan rumah ini karena tuan muda rayyan sudah mengambil alih seluruh aset nona khanza " ucap penjaga tegas "
maksud kamu perusahaan khanza juga di ambil alih kita dan tadi di kantor CIO baru itu orang kita " tanya abid tidak percaya "
betul tuang muda " ucap penjaga singkat "
abid tidak melanjutkan pertanyaannya dan bergegas pergi untuk menemui rayyan.
kini abid tengah berjalan menuju lip khusus dan orang orang yang melihat abid hanya menundukkan memberi hormat tidak biasanya tuang muda abid datang ke kantor pusat karena terhitung hampir sepuluh tahun tuang muda nya itu tidak pernah menginjakan kaki nya di kantor pusat, dan tentu nya hanya orang orang lama yang tau tuan muda nya sedang kan yang baru baru hanya terkagum kagum dengan sosok abid dan penasaran siapakah orang itu yang berani memasuki lip khusus petinggi perusahaan.
__ADS_1
rayyan kaget bukan kepalang karena pintu terbuka dengan keras tanpa ada ketukan terlebih dahulu.
kini abid duduk di salah satu sopa ruangan dengan kaki di silangkan, rayyan pun menghampiri dan duduk di sopa sebrang abid.
ada apa bang tumben datang ke kantor dan muka mu itu loh serem banget " goda rayyan mencairkan amarah abid yang dia sendiri tidak tau alasannya "
maksud kamu apa ambil alih perusahaan khanza " tanya abid singkat dengan mata masi dengan tatapan tajam pada rayyan "
rayyan nampak berfikir sejenak, khanza khanza maksud abang khanza Humairah " tanya rayyan memastikan "
ya siapa lagi, aku selama ini bekerja denganya dan entah permasalah apa kamu tiba tiba mengambil alih perusahaanya " ucap abid kecewa "
maaf bang aku tidak tau kalau khanza adalah orang yang selama ini abang cintai " ucap rayyan lagi"
selama ini aku kerja bukan aku cintai " potong abid tidak terima "
rayyan hanya cengengesan lalu wajahnya berubah menjadi serius, abid yang tau watak sang adik lalu bertanya " ada permasalahan apa sebenarnya "
rayyan menundukkan kepala nya dan mulai menceritakan permasalahanya dari awal sampai akhir.
apa abi sudah mengetahui hal ini " tanya abid kepada rayyan "
belum, tapi tampa di beri tahu juga abi pasti akan mengetahui nya " ucap rayyan putus asa "
sepertinya dia tidak bergerak atas kemauannya, permasalahan nya sekarang siapa sosok di balik si bagas itu " ucap abid mencurigai "
aku juga berfikiran sama tapi belum menemukan jawabannya " ujar rayyan lagi "
nanti kita bicarakan lagi ada urusan yang harus aku selesaikan ucap abid sambil berjalan ke luar ruangan.
semangat bang mencari kaka ipar nya " teriak rayyan menyemangati "
__ADS_1
abid tidak menghiraukan adiknya itu yang selalu riang di luar beban besar nya menampuk beban menjadi CIO perusahaan raksasa.