
Fatimah menghampiri mama mertua nya dan berusaha menolong mama mertua nya itu untuk berdiri, namun tubuh fatimah merasa sakit dan tidak sanggup berdiri.
suasana loby sedang ramai karena ini jam istirahat, tapi mereka semua tidak ingin ikut campur apa lagi resepsionis itu di ketahui mempunyai hubungan khusus dengan salah satu petinggi perusahaan yaitu Dimas.
Dimas datang menghampiri kerumunan dan dia melihat kekasih nya berdiri di hadapan kedua perempuan yang terduduk di lantai.
ada apa ini, " tanya Dimas pada shela sang resepsionis dan membuat Shela tersenyum merasa sekarang tambah kekuatan untuk memberi pelajaran pada kedua wanita beda usia tersebut ".
ini pa orang ini ingin bertemu tuan Abid, saya rasa dari penampilan mereka ingin meminta sumbangan, " jelas Shela merendahkan kharisma dan Fatimah ".
Dimas memanggil satpam untuk mengusir kharisma dan Fatimah.
tiba tiba suara Jay membuat semuanya diam, ada apa ini " ucap Jay sambil membuyarkan kerumunan tersebut ".
Jay berlari menghampiri kharisma dan membantu nya untuk berdiri namun kharisma tidak bisa karena merasa sakit di punggung nya.
semua orang bergidik ngeri Melihat sosok di belakang Jay dengan mata dan wajah yang memerah, CIO dingin membuat semua menundukkan kepala nya namun tidak dengan Shela yang malah merasa kalau bos besar nya itu marah pada kedua wanita itu bukan pada diri nya.
Abid bertanya pada Dimas karena tadi mendengar Dimas meminta satpam mengusir kedua wanita yang Abid sayangi itu.
dengan terbata Dimas menceritakan semua nya dan sesekali Shela ikut menyahuti karena diri nya merasa kalau bos nya itu akan berterimakasih pada nya yang bekerja dengan baik.
namun hal tak terduga membuat semua membeku, Abid menghajar wajah Dimas hingga membuat hidung Dimas mengeluarkan darah segar tidak cukup sampai di situ Abid menampar Shela dan membuat gadis itu mengeluarkan sedikit darah di samping bibir nya.
Jay urus mereka berdua, " perintah Abid pada Jay yang langsung di anggukan Jay dan membawa Shela dan Dimas ke salah satu ruangan ".
apa kamu baik baik saja, " tanya Abid pada Fatimah ".
aku gapapa tapi mamah ga bisa berdiri, " jawab Fatimah sambil berusaha membantu kharisma berdiri ".
__ADS_1
Abid melihat mama nya itu yang sudah tidak berdaya, lalu mendekati dan menggendong nya tanpa berbicara membawa nya ke dalam lip khusus di ikuti Fatimah.
semua karyawan tercengang melihat bos besar nya menggendong wanita paruh baya dan terlihat khawatir pada gadis muda, tapi mereka tidak ingin berspekulasi apapun karena takut akan menjadi masalah pada diri nya .
Abid merentangkan tubuh kharisma di sopa, lalu mengambil minyak di laci meja nya dan membuka sedikit baju belakang kharisma di bantu Fatimah Abid mengurut bagian yang sakit pada mama nya itu.
sekarang Fatimah duduk di samping kharisma yang sudah mulai bisa duduk di sopa, di hadapan nya Abid duduk memandang kedua nya.
maaf aku datang ke sini hanya ingin membawakan makan siang, " ucap Fatimah sebelum suami nya bertanya dan menunjukan makanan yang Fatimah bawa".
kalau kamu ingin marahi mamah saja, Fatimah tidak bersalah mamah yang memaksa Fatimah agar datang ke sini, " ujar kharisma membela menantu nya itu ".
Abid heran kenapa kedua wanita ini malah saling melindungi, padahal diri nya tidak marah ataupun melarang mereka datang.
lain kali kalau datang ke kantor kabari aku atau Jay agar Jay bisa jemput kalian di bawah, " ucap Abid santai dan mengambil makanan itu karena diri nya sudah lapar ".
selesai jam istirahat Fatimah dan kharisma berpamitan karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Abid, kalian mau lanjut kemana , " tanya Abid pada kedua nya ".
mau langsung pulang kasian mamah biar istirahat, " jelas Fatimah pada suami nya dan berusaha membopong kharisma ".
ya sudah biar aku antar, ucap Abid lalu kembali menggendong kharisma di ikuti Fatimah.
kharisma merasa senang meskipun anak nya belum mau berbicara pada nya namun Abid masih memberikan perhatian nya.
beberapa hari berlalu dan tepat hari ini hari libur, namun Abid enggan keluar rumah dan akhir nya Fatimah meminta izin pada suami nya untuk berjalan ke salah satu mall bersama mama mertua nya.
ini kartu pakai, " ucap Abid memberikan pada kharisma karena sejak tinggal di rumah nya kharisma sudah tidak memiliki apa apa dan tidak pernah berbelanja untuk beli bahan makanan saja hanya Art yang belanja ".
tidak usah nak, mama cukup menemani Fatimah saja sudah senang lagian kartu itu sebaiknya untuk Fatimah, " ujar kharisma menolak kartu hitam dari anak nya itu ".
__ADS_1
Fatimah mengambil kartu dari suami nya dan memberikan pada tangan mama mertua nya itu, Abid semalam sudah memberikan satu untukku mah, dan ini satu nya untuk mamah jadi kita habiskan uang Abid sekarang, " ucap Fatimah sambil mengeluarkan kartu satu nya dari saku celana nya ".
terimakasih nak, ucap Fatimah tidak enak pada anak nya karena belum sepenuh nya memaafkan nya.
Abid hanya menganggukkan kepala nya lalu meminta Jay menemani kedua wanita yang dia sayang.
kharisma akan ceria saat sudah berdua bersama Fatimah namun dia akan murung saat bertemu anak nya.
nak bagaimana kalau kita ke salon, " usul kharisma pada menantu nya ".
Fatimah dengan antusias menyetujui saran mama mertua nya, berbeda dengan Jay yang duduk di samping sopir menggelengkan kepala nya pasrah, dia tau kalau wanita sudah masuk ke dalam salon pasti akan lama menunggu.
kamu kenapa Jay, " tanya Fatimah tanpa merasa bersalah ".
tidak apa apa Fatimah, Jay berani bicara seperti itu karena permintaan Fatimah untuk memanggil nya nama saja tanpa embel embel dan mendapat persetujuan dari abid.
entah kenapa tiba tiba Fatimah menginginkan sesuatu dari Jay.
sesampai nya di salah satu salon Fatimah memaksa Jay ikut bersama seluruh pengawal masuk.
Fatimah di sambut manajer salon karena sang manager kaget seseorang di kawal sampai masuk ke dalam salon.
maaf nyonya para pengawal anda bisa menunggu di luar karena ruang tunggu kami tidak muat , " ucap sang manager hati hati tidak ingin menyinggung Fatimah ".
aku ke sini bersama ibu ku hanya ingin perawatan, dan semua pengawal ini aku mau dia di potong pelontos semua anda dan karyawan anda bisa mengerjakan nya, " tanya Fatimah sambil tersenyum licik pada manager ".
oh bisa bisa nyonya, manager yang sudah faham kemauan sang putri mempersilahkan Fatimah dan kharisma masuk ke ruang perawatan.
sementara para pengawal berikut Jay pasrah atas kemauan ibu negara yang tidak mungkin bisa di bantah.
__ADS_1