DI BALIK KERJA KERAS NYA

DI BALIK KERJA KERAS NYA
ABID YANG TIDAK SABARAN


__ADS_3

abang ucap keyla lalu berlari memeluk abid "terimakasih ya bang berkat abang aku dan bang rayyan menjadi pasangan sekarang "


ia key tapi sekarang kamu jangan suka peluk peluk abang lagi kan sudah ada pasangan kamu " goda abid kembali memanas manasi rayyan "


keyla mencubit perut abid dan membuat nya sedikit kesakitan awww dasar wanita barbar " gerutu abid kesal "


jadi kalian sering berpelukan " tanya rayyan kesal "


engga ko baru kali ini " jawab keyla cepat "


sering ko " jawab abid memanas manasi rayyan "


ih engga ko sayang sumpah baru kali ini aku berani peluk abang itu pun depan kamu " ucap keyla tanpa sadar berucap sayang "


rayyan yang tadinya emosi kini hati nya berbunga bunga karena kekasihnya untuk pertama kali menyebut kata sayang,


aku lebih percaya pacarku dari pada abang, ucap rayyan mengejek abid. dan aku harap itu pelukan pertama dan terakhir kamu pada abang " ancam rayyan pada keyla "


keyla pun mendekati rayyan dan bergelayut manja di tangan rayyan.


sialan " ucap abid kesal karena gagal membuat adiknya itu marah marah "


ya sudah setelah ku pikir pikir tadi pas ganti pakaian aku akan pulang dan ikut abi menemui khanza dan ku harap jaga asisten ku jangan kau apa apakan " ucap abid memperingati rayyan "


dih dia pacarku ga usah abang suruh aku pasti menjaga nya " ujar rayyan kesal karena ucapan abangnya ini "


ia aku tau kamu akan menjaga nya tapi namanya kucing liat ikan kalau ga ada majikanya pasti di makan " ujar abid lalu bergegas keluar untuk kembali ke rumah nya karena dia tidak sabar ingin bertemu khanza "


sementara rayyan dan keyla masi termenung terhadap perkataan abid.


aku kucing " ucap rayyan menunjuk dirinya sendiri "

__ADS_1


dan aku ikan " jawab keyla pada dirinya sendiri "


mereka pun tertawa bersamaan.


kini abid dan abi sudah dalam perjalanan menuju tempat khanza jam sudah menunjukan jam tujuh malam, dan abid selalu menanyakan hal yang sama puluhan kali kapan kita akan sampai, dan itu membuat abi kesal dan memilih diam dan berkirim pesan dengan sang istri.


bi kapan kita sampai " tanya abid tidak sabaran "


sebentar lagi dan ingat kamu pura pura jadi karyawan ku, dan semuanya ikuti permainan ini kalau tidak kita akan pulang kembali " ancam abi pada anaknya "


ia ia abid mengerti " ucap abid memanyunkan bibirnya "


kini mereka sudah sampai dan abi pura pura membeli kue.


mas abi ucap bu laras pada abi,


eh laras ucap abi pura pura kaget.


cocok jadi pemain sinetron " gerutu abid melihat abi yang pura pura kaget ",


beberapa saat kemudian bu laras mempersilahkan abi untuk masuk ke rumah kontrakannya di ikuti abid beberapa pengawal dan yang lainya menunggu di luar karena rumah itu terlalu sempit, khanza melihat keberadaan abid namun dia tidak begitu menghiraukannya dan memilih seperti tidak mengenalnya, dia lebih penasaran dengan sosok lelaki yang tadi ibunya itu peluk.


kini mereka semua duduk di ruang tamu dengan beralaskan tikar karena memang tidak ada kursi di ruangan sederhana itu.


maaf ya mas karena kondisi rumah kami tidak layak dan ini pula cuma mengontrak " ucap laras tidak enak karena dia tau suami sahabatnya itu orang yang biasa bergelimang harta ".


tak masalah " ucap abi singkat"


khanza pun menyodorkan beberapa gelas air minum pada tamu tamu itu, terimakasih ucap abi pada khanza, sama sama om " ucap khanza malu "


khanza belum tau siapa laki laki di hadapannya tapi dia tau kalau laki laki ini cukup berpengaruh karena terlihat dari penjaganya.

__ADS_1


ini anak kamu laras " tanya abi pada laras seolah belum mengenal sosok khanza "


benar benar pemeran yang baik "gerutu abid melihat abi nya pura pura tidak tahu khanza "


ia mas ngomong ngomong bagaimana keadaan mia dan apakah dia ikut ke sini" tanya laras pada abi "


baik bahkan dia aga kegemukan sekarang sejak sering liburan berdua sama si princess sekarang dia tidak ikut menemani tugas ku karena si princess masih solah.


oalah aku kira dia ikut dan princess qila pasti sudah besar sekarang " ucap laras kecewa namun senang sahabatnya dalam keadaan sehat dan baik "


ngomong ngomong maaf sebelumnya laras, kita terakhir bertemu sewaktu yudo meninggal tapi waktu itu keadaan kalian baik baik saja dalam perekonomian dan kenapa sekarang begini " tanya abi tidak enak hati "


gila sih ini baner bener pemeran yang hebat " batin abid melihat tingkah abi nya "


om tidak usah menanyakan hal itu pada kami " ucap khanza memberanikan diri karena dia tidak ingin melihat ibu nya bersedih "


gila berani dia sama singa besar gw sama rayyan aja takut " batin abid melihat keberanian khanza memotong omongan abi "


ibu ga mengajarkan mu kurang ajar nak " ucap laras memperingati "


tapi bu, laras memotong omongan khanza, beliau adalah sahabat ayah dan istri beliau juga sahabat ibu kalau bukan karena beliau ibu tidak akan bertemu ayahmu dan mempunyai mu sekarang " ucap laras memberikan penjelasan pada adanya "


maaf om " ucap khanza pada abi dia tidak tau sebegitu dekat hubungan ibunya dengan orang di hadapannya itu "


gapapa laras wajar anak mu marah padaku karna mungkin dia tidak ingin menyayat luka lama pada dirimu " ucap abi memaklumi kemarahan calon menantunya itu ".


sebenarnya kami mengalami ini beberapa minggu yang lalu mas, dan karena kebangkrutan perusahaan aku menjual semua barang barang yang tersisa termasuk handphone dan menggantinya dengan handphone biasa dan saat ingin menghubungi mia nomor nya tidak ada, sempat aku berpikir menemui kalian di rumah kalian yang hanya di tempati anak anak kalian tapi aku tidak punya keberanian untuk datang ke sana karena anak kalian tidak akan mengenali kami dan malah akan menyangka kami gelandangan yang berharap bertemu mas dan mia " ucap laras sambil meneteskan air mata nya ".


sudah yang penting kita sudah bertemu dan aku akan membawa kamu dan anak anak kamu menemui mia malam ini juga " ucap abi pada laras karena tidak tega melihat kondisi laras dan anak anaknya, selama ini dia hanya mendapat laporan dari anak buahnya baru kali ini di melihat kondisi sahabat dan anak anak nya secara langsung "


maaf om khanza bukanya menolak tapi biarkan khanza dengan keluarga khanza tetap di sini khanza tidak suka di kasihan orang lain.

__ADS_1


abid senang mendengar penuturan khanza karena calon istrinya itu wanita yang punya pendirian beda dengan abi yang terlihat masam.


aku beri kamu waktu untuk bicara pada anakmu aku akan menunggu di luar jika lima menit kalian tidak keluar maka aku akan pergi " ucap abi terlihat sedikit marah pada laras dan berdiri lalu keluar ke halaman rumah ".


__ADS_2