DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Bertemu Kembali


__ADS_3

Selembar roti dengan segelas kopi di meja makan mininya.. Hal inilah yang selalu menghangatkan hari Maya di setiap paginya.


"Srruupp.. Alhamdulillah." wanita itu sudah menyesap habis minuman.


Setelahnya dia bersiap untuk memulai Rutinitas nya, yaitu mengais rejeki dari Hasil Kerja Keras.


Wanita cantik itu terlihat berjalan menuju halaman rumah dan sigap menaiki motor kesayangannya.


Kriing..


Kriing..


Tiba tiba telephone genggam nya berdering dan menampilkan nama sang sohib di layar panggilan.


"iya Yu.. ngapain pagi buta gini nelfon gua.!" ketus Maya.


"Tolong gua may.! perut gua sakit ini.. aduhh.. duhh." rintih ayu yang merasakan nyeri.


"Si bule depok lo' kemana emang.??" tanya Maya


"Dia lagi meeting di luar kota, Uda Cepetan dah lo kemari.!! Keburu Brojol ntar gua.!" emosi ayu


"iya.. iya.. emang dasar Semprul.! bikinnya aja enak enakan berdua, Giliran brojol aja ngajak ngajak gua.!" ucap Maya tak kalah sengit.


Akhir nya..


Mau tak mau Maya pun melajukan motornya dengan kecepatan penuh hingga hanya dalam beberapa menit saja dia sudah sampai di rumah Ayu sahabat Ajaib nya.


Setelah sampai, dia langsung berlari menghampiri Ayu di dalam kamar nya.


Ceklekk..


Pintu kamar terbuka dan tampak lah wanita dengan perut besar itu tengah merintih kesakitan di atas kasur nya.


"Ayuu..!" panggil Maya


"Aagghhh.. Sakkiitt May.!! aduh aduh." Teriak nya dengan kencang, karena Rasa sakit yang semakin tak tertahankan oleh Ayu.


Tak mau berlama lagi Maya pun langsung memapah Ayu ke dalam mobil milik suami bule nya yang terparkir di halaman rumah.


Tak mungkin kan.. Dia membawa ibu yang mau melahirkan dengan motor gede nya.


"Tarik Nafas yu, Huuu.. Haa.. terus lagi Huu.. Haa.." ucap Maya mengajarkan pernafasan pada Ayu yang sangat tegang itu.


PRET..!! PRET.!! Dengan nyaring suara yang beraroma kurang sedap itu sudah lolos dari tubuh ibu hamil ini.


"AHH.. Sue.! Bau Banget Kentut lo.!! gua bilang tarik nafas bukan tarik pantat." kesal Maya sambil menutup hidung nya rapat rapat.


"Berisik lo may.! Aduuhh.. duhh.. Cepetan apa.! Udah di ujung ini.!" Omel Ayu yang masih terus saja berteriak.


Preet.. Preepettt.... Pett... terdengar Ayu makin lancar mengeluarkan Gas Beracun nya.


"Wah betul betul ****** nih orang.! Sebetulnya lo mau Beranak apa mau Bera* si.! Kentut mulu dari tadi." Gerutu Maya yang sudah pusing tujuh keliling dengan baunya yang sangat Mencekik.


Sedang Ayu sudah sangat Kesal mendengar ocehan sohib nya itu, lalu tanpa basa basi lagi' dia langsung Menggigit tangan Maya dengan Gemas untuk meluapkan amarah nya.


Kreekk..!!


"Aagghh..!! Aduh..!!" Teriak Maya


"Ampun.. ampun.. lepasin yu.!" tangan nya terasa perih sekali, sungguh tenaga Ayu sudah seperti Samson versi wanita.


"Rasain lo may.! " Ayu masih saja sempat sempatnya mengumpat sang sohib di tengah kesakitan nya.


Setelah penuh drama..


Akhir nya Maya dan Ayu sudah berada di rumah sakit ibu dan anak tempat dia biasa memeriksa kandungan nya.


Ayu sudah berbaring di atas brankar dan langsung di bawa oleh perawat serta dokter ke tempat bersalin, sedang Maya setia menunggunya diluar ruangan.

__ADS_1


Tak lama dia mengambil handphone dari dalam tas nya lalu menelepon seseorang.


"Pagi pak Ahmad, maaf hari ini saya ijin tidak masuk kantor." ujar Maya.


"Baiklah May.. apa telah terjadi sesuatu mu.?" tanya nya yang terdengar sedikit panik


"Tidak pak.. saya hanya menemani kerabat melahirkan." jelas maya.


"oh.. Baiklah."


"Terima kasih pak Ahmad.." telepon pun ditutup.


Setelah nya Maya ingin kembali duduk tapi dia urungkan karena melihat seorang anak batita berjalan kesana kemari tanpa ada pendamping atau orang tua di sampingnya.


"Heeii sayang.. kemana ayah ibumu.?" Secara Spontan Maya mendekati anak tersebut sambil mengelus rambutnya.


"abii.. umi.. abii.. umi.." hanya kata itu yang keluar dari mulut sang anak, Maya pun menengok ke kanan dan kiri mencari orang tua anak tersebut tapi tak menemukan siapa pun.


"Ayoo sayang.. tante gendong yaa' kita akan cari Abi dan Umi mu." Dia berjalan menelusuri setiap lorong namun tampak Sunyi dan Sepi.


Maya pun berniat membawanya ke tempat receptionis agar pihak rumah sakit ikut membantunya, Namun..


Jeedeerr..! mata nya langsung Terbelalak Lebar dengan jantung yang sudah bergemuruh hebat bahkan Langkah kaki nya pun seketika terhenti.


Dia melihat Pria berkemeja putih dengan peci hitamnya duduk di salah satu kursi di depan receptionis, pria itu sungguh terlihat gagah dan tampan sekali bahkan dari jauh saja aroma tubuh maskulinnya sudah masuk menusuk ke hidung.


Dan tentu.. Maya tau betul siapa pemilik nya karena dulu dia mencium wangi ini setiap hari.


Yaa.. dia adalah Pria yang sudah membuatnya jauh berhijrah ke kota ini dan pria yang selalu mengirim uang Nafkah setiap bulan nya tanpa diminta.


"Faa..tiih.." Maya terbata dengan wajah Shock nya.


Mendengar namanya di panggil, pria yang sedang duduk itu pun langsung mendongak ke arah sumber suara.


Brruugh..! seketika handphone yang di pegang oleh nya Terjatuh ke lantai karena saking Terkejut dengan sosok wanita di hadapan nya.


"Maayaa..." Fatih langsung melebarkan mata dengan mulut menganga.


"jadi.. itu anakmu..??" tanya Maya sambil menahan Perih di Hati.


"Buk..." ucapan Fatih terhenti karena anak itu berpaling ke arah wanita yang baru saja datang.


"Kayla.. darimana saja kamu.? umi sudah mencari mu kemana mana." ucap wanita itu sambil mengelus sayang pipi anaknya dan tanpa fatih sadari Maya sudah pergi dan menghilang dari hadapannya.


"Maya.. Kemana Dia.?" Fatih langsung menatap ke sekeliling.


"May.. Maya.! Maya.!." Tak ingin membuang waktu, pria itu sudah berlari kesana kemari mencari istrinya tapi.. lagi dan lagi wanita yang sangat di Cintai nya itu pergi menghilang tanpa jejak.


"Kenapa kamu selalu saja pergi.. tanpa mau mendengarkan Penjelasan ku Maya." Lirih Fatih, dia sudah memegang dadanya yang terasa sakit sekali.


Di sudut pojok rumah sakit..


Seorang wanita tengah bersembunyi di balik tembok sambil menangis terisak.


"Hiks.. Hiks.. Selamat Fatih kamu sudah mendapatkan Kebahagiaan dan Kesempurnaanmu.. tapi kenapa Hatiku terasa Sakitt sekali' ya Allah kuatkan lah aku." Maya tersedu sambil memegangi dada' yang entah kenapa Rasa nya sangat menyakitkan sekali padahal semua inilah yang dia inginkan.


Maya pun terus menangis sejadi jadi nya dan meluapkan segala Perih yang ada, hingga tanpa terasa sudah hampir tiga puluh menit berlalu.


"Hiks.. hiks.. oh iya.. Ayu dia pasti sudah lama menunggu." di tengah isak, Maya tersadar dan mulai mencoba menetralkan diri lalu tak lama pergi kembali menuju ruang bersalin sahabatnya.


Ceklek.. pintu baru saja terbuka tapi Maya langsung di beri Sambutan Teriakan oleh sohib nya.


"Maya Sompret.! kemana aja lo.!! bukan nemenin gua di sini.! Malah kabur kaburan.. Arghh.! Saakiitt.. aduh.. duh." Ayu langsung menyemburkan amarahnya seperti singa yang akan menerkam.


"Ciihh, pengen gua Sambelin aja tuh mulut.!" Greget nya, dia sudah gemas sekali mendengar omelan ayu sejak tadi.


Akhir nya..


Maya pun duduk di samping brankar dan setia mendampingi Ayu yang akan melahirkan.

__ADS_1


"Ayoo bu Tarik nafasnya lalu buang.." Titah bidan


"Aduh... Sakit.! Huu... Haa.. Hu.. Ha.." Ayu pun menuruti nya


"Bagus.. sekarang mulai mengedan perlahan lahan." Sang bidan terus memberi arahan nya.


"Arghh.. Arghhh.. Argghh.. hos.. hos.." Ayu mulai mengedan.


"lagi bu.! terus..! sedikit lagi." Semangat bidan yang melihat kepala bayi sudah mulai keluar.


Maya yang ada di sampingnya pun tak kalah heboh dan ikut tegang bahkan sejak tadi dia memegangi tangan Ayu.


"Ayoo yuk semangat.! lo pasti bisa.! Go.. Go.. Ayo lagi lagi.!" Maya sudah seperti suporter bola ditengah lapangan.


"berisik lo May.! aduhh..! duh.." gerutu Ayu.


"Semprull..!! Ayo ngeden cepet.! Cepet." Maya tetap super heboh dan tak menggubris ocehan sohib nya


Dan tiba tiba saja Ayu merasakan sakit yang luarr biasa di barengi dengan dorongan dari dalam perutnya..


saking tidak bisa menahannya, dia Meremas, Memelintir dan Mencengkram kuat kuat tangan Maya hingga dia ikut merasakan Sakit yang tak tertahankan.


Hingga Mereka pun kompak Berteriak Secara Berbarengan..


"AYU..!! tangan gua.!"


"MAYA..!! perut gua.!"


"AAAARRRGGGHHHH..!!!"


Dan Oee... Oee.. Oee..


***********


Beberapa jam kemudian..


Didalam ruang yang sangat steril terlihat bayi bayi mungil nan cantik tengah menangis lucu di atas pembaringan.


"Subhanallah bahagianya melihat malaikat malaikat kecil tak berdosa ini." Tanpa terasa Maya langsung menitikan air matanya, dia sangat terharu menyaksikan kebesaran Maha Kuasa yang menciptakan manusia begitu sempurna.


"Silahkan mba bayinya boleh dibawa ke ibunya." Tiba tiba perawat menghampiri dan memberikan salah satu bayi di sana.


"Iya baik Sus.." dia pun langsung mendorong roda kasur bayi lalu beranjak keluar menuju ruangan Ayu.


Kreett.. pintu terbuka dan sudah ada Mister Bryan si bapak dari cabang bayi.


"She's beautiful, welcome my baby.." Si bule langsung menghampiri bayi dan menggendongnya sayang.


"Beautiful pala lo peyang.! Kemana aja dari tadi, uda brojol aja baru dateng.!" Omel Maya dengan kesal, sedang ayu hanya menatapnya nyalang karena dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk melawan.


"I am sorry Maya.. meetingnya tak bisa di tunda." ucap Bryan penuh Sesal.


"Yaudah gua mau balik dulu.. ganti baju sambil Ngobatin luka." ucap Maya.


"Ohh No.. kenapa tanganmu tercabik cabik seperti itu Maya.??" kepo sibule yang melihat salah satu tangan nya berdarah darah penuh luka.


"Di Cakar Kucing Kesurupan gua.!" Ketus maya lalu dia langsung pergi beranjak keluar ruangan sedang Ayu hanya terkekeh geli mendengarnya gerutuan sohib nya itu.


Maya pun berjalan ke tempat parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil nya..


"Aauuuww sakit..." Dia meringis merasakan sakit di tangannya ketika saat memegang Stir mobil.


"Hufftt.. sabar.. sabar.. Emang sompral banget ulah si Ayu, untung aja temen' kalo gak abis gua lalapin tuh orang." omel Maya sambil menghela nafas.


Karena tangannya tak bisa di pakai menyetir akhirnya Maya berniat menghampiri ojek pangkalan yang ada di sebrang untuk membawanya pulang.


Sayang nya.. saat menyebrang jalan handphonenya terjatuh dan ia hendak mengambilnya tapi Naas tiba tiba dari arah depan sebuah mobil Menabraknya.


Ciiittt... terdengar Suara decit mobil dan tak lama

__ADS_1


Brugghh.. Brughh.. Brugghh.. Maya terlempar dari tempat nya berdiri.


Seketika dia Hilang kesadaran dengan simbah darah yang membasahi tubuh nya..


__ADS_2