DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Mulai Mengenal nya


__ADS_3

Fatih mulai mengerjap kan mata dan terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan solat malam tapi badannya terasa berat untuk dia gerakan.


Dan pantas saja maya tengah memeluk dan mengapit erat tubuh nya bagai bantal guling.


"Astagfirullah... kenapa kamu selalu saja menguji kesabaranku maya." lirih fatih yang memperhatikan wajah lelap maya tepat di samping nya dengan kancing baju yang terbuka lebar hingga terekspose lah bagian dada indah sang istri


seketika fatih langsung memalingkan muka dan bangkit ke kamar mandi untuk berwudhu.


setelah itu ia beranjak menghampiri maya..


Crett..!! Crett.!! fatih mencipratkan air ke wajah sang istri beberapa kali hingga dia tersadar dari tidurnya


"Aahh dingin..! Ngapain si lo' gangguin gua tidur" kesal maya


"Ayoo bangun kita solat bersama."


"Ogahh, gua ngantuk.!"


"Apa kamu sudah lupa Hukuman kalau tidak patuh denganku.???" Fatih menaik turunkan alisnya.


"Aarrgghhh Siall.!!." maya terlihat frustasi tapi dia mau tidak mau tetap bangun ke kamar mandi berwudhu sesuai perintah suaminya.


Setelah melaksanakan solat malam dan subuh bersama, maya hendak tertidur kembali di kasur tapi lagi lagi fatih memanggilnya


"jangan tidur lagi, kita akan ke tempat ibu setelah sarapan." pinta fatih sedang maya sudah melotot sempurna ke arah nya.


"Gua gak mau.. lo aja pergi sana sendiri.!" ketus maya


fatih yang mendengar penolakan maya, dia langsung datang menghampiri nya dan tanpa basa basi mencium bibir ranum itu dengan rakus.


"Aaggh..! Lepasin gua.! Dasar cowo mesum.!" teriak maya sambil mendorong paksa suaminya


dia pun terpaksa segera beranjak bangun ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


"kemarin maksa minta di kawinin sekarang maksa begituan sama gua Aahhh.!!! Emang Gak waras tuh orang.!" maya terus mengoceh di kamar mandi sedangkan fatih yang mendengar itu langsung memperingati.


"Eehhem.. ehhemm.. apa hukumannya mau di tambah.!" Ancam fatih sedang maya yang mendengar hal itu langsung terdiam dan membisu.


Setelah penuh drama..


Kini maya dan fatih sudah terlihat rapi, mereka pun turun ke lantai bawah menikmati sarapan bersama tanpa bersuara sama sekali.


Hingga tak lama kemudian mereka pun berangkat mengunjungi sang ibu yang kini sudah resmi menjadi mertua maya.


Sepanjang perjalanan pun mereka juga hanya terdiam tak saling bicara hanya fatih yang terlihat sesekali melirik sang istri.


Sungguh pernikahan yang mendadak ini membuat mereka tidak tahu bagaimana mengawali kebersamaan nya.


"maya tolong Pakai ini.!" pinta fatih memecah kesunyian setelah sampai di halaman rumah sang ibu


"Ogah Amat.!" ketus maya


"Huufftt...!" fatih males berdebat dan tanpa bertanya lagi dia langsung memakaikan gamis dan jilbab instan ke tubuh istri nya.


"iihh... Kenapa si' Hobby banget maksa orang.!!" gerutu maya sedang fatih tak menjawab, dia terlihat langsung turun dari mobilnya dan tak lama maya pun mengikuti suami nya mau tak mau.

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok..


"Assalamualaikum bu." panggil fatih


suara pintu pun terdengar terbuka dan keluarlah sosok ibu dari dalam rumah.


"waalaikum salam.. wahh ada pengantin baru rupa nya, sini masuk nak." fatih dan maya pun masuk kedalam rumah.


Dan terlihat lah ruangan sederhana namun lumayan luas dengan nuansa biru yang terdapat banyak bingkai foto dan beragam piala menghiasi dinding nya.


"Sebentar ya... ibu bikinin minum untuk kalian." ucap ibu sambil berlalu pergi ke arah dapur


"terima kasih bu." jawab fatih


sedang maya tengah sibuk menatap sekeliling dan memperhatikan nama nama yang tertulis di piala tersebut.


"Fatih Al Malik juara olimpiade internasional matematika, juara tilawah alquran, juara debat bahasa arab dan juara satu Sains Nasional." ucap maya yang menyebutkan satu persatu prestasi yang di raih oleh sang suami.


fatih yang mendengar nya tersenyum sumringah ke arah maya dan langsung menghampiri sang istri lalu memeluk nya dari belakang


"Bagaimana setelah melihatnya, apa sekarang kamu mulai mengagumiku..?? Kelak anak kita pun akan mewarisi kepintaranku."


ucap fatih berbisik di telinga sang istri, seketika maya terlonjak kaget dan langsung melepaskan pelukannya.


"Bisa Gak si' jangan peluk peluk begitu." ketus maya tapi sebenarnya hati maya tengah berdesir dan meremang merasakan sentuhan sang suami sungguh maya gak tau perasaan apa ini.


"Dasar wanita.! bilang tidak mau di peluk, tidak mau di sentuh tapi nyatanya semalam tidur terus mepet mepet meluk saya." Sengit fatih tak mau kalah bahkan dia mencebik kesal pada sang istri yang jual mahal.


"Loh kenapa ribut ribut." tiba tiba sang ibu datang dengan membawa nampan berisi minuman dan berbagai kue.


"sudah.. sudah.. sini di minum dulu teh nya." maya dan fatih pun langsung duduk bersama dengan sang ibu.


"Subhanallah.. Ternyata menantu ibu ini cantik sekali ya' apalagi pakai hijab begini." ibu mengusap lembut pipi maya sedangkan maya hanya tersenyum manis.


"Kemarin ibu sampai kaget fatih mendadak menelepon untuk hadir ke pernikahan kalian padahal sekalipun dia tidak pernah membawa dan mengenalkan ibu ke siapa pun." jelas ibu yang kaget mendengar permintaan sang anak


"iya maafkan maya bu.. harus nya tidak menyeret fatih dalam hal ini." maya mengatakan hal itu karena sang ibu memang sudah tau semuanya.


Dan aneh nya maya yang biasa bersikap kasar dan arogan kepada orang lain namun tidak berlaku dengan mertua nya satu ini..


dia berubah jadi anak manis yang penurut karena merasakan kehangatan dan keteduhan bahkan hanya dari mata dan perkataan nya saja..


"Gapapa nak.. ini sudah jalan yang Allah takdirkan jadi mulai sekarang bangunlah rumah tangga kalian dengan Baik dan benar." nasihat ibu sambil menyatukan tangan maya dan fatih bersamaan.


maya meneteskan air matanya sungguh melihat mertuanya yang penyayang seperti itu' dia teringat dan merindukan almarhum ibunya.


"Iya baik bu.." jawab maya dan fatih serempak


"Jangan menangis may.. Kini ada mas yang akan menjagamu." ucap fatih sambil menghapus air matanya


"Apaan si.! gua gak nangis juga" kilah maya


Tak lama setelah itu...


fatih masuk kedalam kamar berganti baju dan keluar lagi dengan pakaian rapih sambil menenteng tas kerja nya lalu menghampiri maya kembali.

__ADS_1


"Mas berangkat dulu.. kamu libur kuliahkan jadi tunggu di sini dulu ya." pinta fatih sambil menjulurkan tangan pada maya agar mencium takzim pada nya


namun sayang.. dia hanya diam saja tak bergeming.


"biasakan mencium tangan suamimu maya.. ketika dia datang dan pergi." jelas fatih sambil mengarahkan tangannya ke bibir ranum maya.


"Oohh.." singkat maya


cuma itu yang keluar dari mulut maya lalu fatih berlalu pergi dengan mobilnya.


"Nak.. sini bantu ibu memasak." panggil ibu


mendengar itu maya pun langsung bergegas pergi ke dapur menyusul mertuanya.


"maya gak bisa masak bu.. biasanya pembantu yang menyiapkan semua nya." jujur maya dan sang ibu hanya tersenyum mendengarnya


"kalau begitu perhatikan cara ibu memasak ya.. nanti perlahan lahan kamu belajar di rumah." nasihat ibu dan maya pun mengangguk setuju.


"Oh ya bu.. fatih mengajar dimana.?" tanya maya


"dia mengajar di kampus pertigaan sebrang sana nak sedangkan khusus hari Kamis dan Jumat dia mengajar di Pesantren tak jauh dari sini." jelas ibu sambil memotong sayuran.


"Tapi ibu heran nak.. belakangin ini dia sering sekali ijin padahal sebelum nya walau sakit sekali pun dia tidak pernah absen dari kerja nya." ujar ibu dan maya pun langsung tergugup mendengar nya


karena dia tahu pasti.. alasan sang suami bolos dari kewajiban nya dan hal itu tentu karena fatih selalu mengejar dan mengikuti nya kemana pun dia pergi.


"Lalu kemana ayah fatih bu.. dia tidak terlihat.?" sang ibu menghentikan gerakannya lalu tersenyum.


"dia sudah meninggal sejak fatih bayi Nak."


"maaf bu.. maya gak tau." sesal maya


"iya gak apa apa nak."


setelah mengobrol dengan sang ibu, maya berjalan keluar melihat taman bunga dan kolam ikan yang ada di sekitar tapi tanpa sengaja mata nya melihat ada motor besar yang terparkir di halaman rumah sang ibu mertua


seketika jiwa liar maya pun keluar, dia segera meminta kunci motor dan meminjam nya pada ibu.


Lalu tanpa menunggu lama..


Bruumm brumm.. Ngennnggg.. Ngeennggg.. dengan kecepatan tinggi dia langsung melaju kan kendaraan nya dan mengelilingi jalan raya dengan jilbab dan gamis yang sudah ia buka


bahkan kini dia terlihat hanya menggunakan hotpants dan baju ketatnya..


"Aahhhh bebas.!! bebas.!!" teriak maya


Dia terus berputar putar hingga tanpa terasa sudah hampir satu jam maya melaju kencang mengelilingi kota dan melepaskan segala penatnya


Tapi saat menuju kepulangan nya, dari jauh maya melihat segerombolan anak muda yang tak asing baginya, dia pun segera menghampirinya


"Wooyyy what's up Bro.!" sapa maya pada teman teman balap liarnya.


"Waahh.. wahhh ada princes kita nih." mereka pun satu persatu saling merangkul dan berpelukan untuk sekedar menyapa lalu mereka pun mengobrol dengan asyiknya.


Tapi maya tidak sadar.. kalau sekarang dia berada tepat di depan kampus tempat fatih mengajar dan Sepasang mata elang pun sudah sangat tajam tengah memperhatikan nya dari dalam mobil.

__ADS_1


Setelah asyik bercengkrama, Tak lama maya bersama teman teman nya langsung tancap gas menuju sebuah Club yang biasa mereka kunjungi karena buka 24jam.


__ADS_2