
Ketika cinta datang.. maka pengorbanan akan ikut mengalir bersama nya tanpa mengenal batas dan waktu
Badan Fatih sudah luluh lantah jatuh ke bawah, jiwa nya seakan terenggut paksa mendengar permintaan sang papa yang sungguh menyayat hati.
"Bagaimana Fatih..??" tantang papa, yang sudah yakin sekali dengan keputusan nya.
"A..ku.." lidah nya terasa kelu dan sungguh berat sekali berkata rasa nya.
"Baiklah Fatih, saya sudah tau jawaban nya. Jadi silahkan cari pendonor yang lain nya." ucap sang papa, yang dengan santai nya melenggang pergi meninggalkan Fatih begitu saja.
"Tunggu.!!" panggil Fatih yang terlihat berjalan menghampiri.
"Baik.. aku akan meninggalkan Maya setelah ini, tapi satu hal yang harus papa tahu. Saya melakukan ini semua, bukan karena Cinta Kami Kalah di tangan papa tapi justru cinta ini akan semakin tumbuh subur. Dalam tulus nya Pengorbanan walau pun tanpa memliki." jelas Fatih, yang sudah menatap tajam ke arah sang papa.
Dan tak lama dia beranjak melangkahkan kaki dan masuk ke dalam mobil nya.
"Pilihan bagus Fatih.!" sahut papa dengan wajah dingin, lalu mulai mengikuti menantu nya itu dari belakang.
******
Di rumah sakit
Dalam ruangan steril yang terasa dingin menusuk raga, sudah terlihat dua manusia yang tengah terbaring di atas brankar nya saling berdampingan. Dengan tirai kain di sekeliling sebagai penutup nya.
"Maya putri ku.." sejak tadi sang papa sudah menoleh ke arah Maya dengan tatapan mata sendu nya.
Hati nya sungguh terasa teriris, melihat anak semata wayang nya yang sedang terbaring lemah tak berdaya dengan banyak peralatan medis di sekujur tubuh nya.
Sedang di ruang tunggu.. sudah ada Fatih yang setia terduduk dengan perasaan cemas, khawatir, dan gundah gulana menanti kabar istri nya.
"Ya Allah.. kalau memang berpisah dengan Maya adalah takdir yang kau pilihkan untuk ku, maka berikan diri ini kekuatan untuk dapat menjalani nya." doa Fatih, dengan segala keikhlasan nya.
Setelah beberapa waktu menunggu..
Akhir nya sang dokter pun datang dan menghampiri Fatih yang sedang termenung di kursi nya.
"Pak Fatih proses transfusi darah nya telah berhasil dan selesai, setelah ini kita akan lihat perkembangan pasien selanjut nya." jelas dokter
"Alhamdulilah.." tangan Fatih langsung menengadahkan ke atas mengucap syukur.
"Apa sekarang, saya sudah boleh menemui istri saya." tanya Fatih, yang ingin berpamitan dengan istri nya sebelum dia pergi meninggalkan nya.
"Boleh, silahkan pak."
"Terima kasih dok.." setelah nya dokter pun pergi berlalu, sedang Fatih sigap berjalan menuju ruangan istri nya.
Dan Ceklek..
Tampak lah wanita cantik, dengan pakaian pasien nya tengah terbaring begitu tenang dengan mata masih terpejam. Fatih pun segera datang mendekati dan duduk tepat di samping nya
"Sayang.. tolong maafkan aku yang harus mengingkari Janji ku untuk selalu bersama. Tapi aku juga tak ingin Egois dan mengabaikan keselamatan mu." ucap Fatih dengan penuh kelukaan di Hati nya,
"Sekali lag maaf.. kalau pilihan ku ini membuat mu kecewa. Tapi percayalah, aku bisa menahan Rindu jauh dari mu.. namun tidak untuk Kehilangan mu Selama nya." dengan penuh kelembutan Fatih mencium tangan istri nya, di barengi isak tangis yang mulai terdengar begitu memilukan.
Dan tanpa sepengetahuan nya Fatih..
Ternyata dari bilik pintu yang sedikit terbuka itu, sudah ada sepasang mata yang menyaksikan adegan sedih itu. Tapi tak seperti biasa nya yang tampak penuh kebencian, wajah itu malah terlihat tengah tersenyum begitu tulus pada pria di depan nya.
Namun tiba tiba dia segera lari bersembunyi, saat melihat Fatih yang sudah bangkit dari duduk nya dan segera pergi meninggalkan Maya.
******
Di Jalan
Kendaraan roda empat itu, terlihat berjalan sangat lambat karena sang pengemudi yang malah termenung dengan pikiran nya yang entah kemana.
"Ma..ya.." tutur Fatih yang langsung teringat istri nya, saat dia tak sengaja melewati danau yang pernah ia kunjungi bersama sama.
__ADS_1
Rentetan kenangan demi kenangan pun, terbayang jelas dalam ingatan nya.
"Di sini.. di bawah guyuran hujan, kita pernah bermain, berlari, dan tertawa bersama dengan riang gembira." bibir itu langsung menyunggingkan senyuman sambil menahan perih di hati.
Semenit..
Lima menit..
Hingga tiga puluh menit berlalu Fatih hanya diam membisu, dan setelah puas dengan kenangan nya. Dia pun kembali melajukan kendaraan nya untuk kembali ke rumah. Brum.. Brum.. Wushh..
Kini dia sudah keluar dari mobil dan berhenti tepat di bangunan sederhana nya
"Assalamualaikum." salam Fatih dengan wajah lemas dan lesu nya
"Waalaikum salam nak.. lho kemana Maya.?? kenapa kalian tidak pulang bersama mu.?" tanya ibu yang sudah bingung, karena Fatih memang belum menceritakan masalahnya.
"Maafkan Fatih ya Bu." hanya perkataan itu Fatih utarakan sambil mendekap tubuh sang ibu.
"Nak.. apa pun masalah yang sedang kamu hadapi saat ini, percayalah ibu akan selalu ada bersama mu." sebagai seorang ibu tentu dia sangat tahu, kalau putra nya ini sedang tidak baik baik saja karena itu lah dia memberikan dukungan nya.
Sang ibu pun tak lupa membelai sayang rambut Fatih penuh dengan kelembutan..
"Terima kasih Bu.."
Tak lama, Fatih mengambil koper dari atas lemari dan memasukkan sebagian pakaian nya. Setelah rapi, dengan sigap ia menggeret koper nya keluar rumah.
Tapi tunggu.! baru saja ia akan memasukkan barang bawaan nya ke dalam mobil tiba tiba saja.
Tiin..
Tiinn..
Terdengar suara klakson dari kendaraan di luar pagar rumah nya. Fatih pun menoleh dan seketika terkaget saat melihat seseorang yang ada di balik kemudi.
"Papa.." gumam Fatih sambil menyerengitkan kening nya
Sang mertua pun, langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekat menghampiri menantu nya yang terbengong.
"Tapi, bukankah tadi papa.." wajah Fatih malah tampak bingung dengan ucapan pria paruh baya itu.
"Tadi itu saya hanya bertanya.. tapi bukan Hal itu yang sebenar nya saya Pinta darimu." jelas papa, yang mencoba membela diri
"Lalu, apa yang papa minta..?"
"Saya akan Menghukum mu Fatih.!" cicit papa dengan tatapan sengit nya
"Hukuman apa pah.." Fatih sudah pasrah, dengan apa pun keinginan mertua nya itu. Karena ini kesalahan diri nya yang lalai menjaga istri nya.
"Kamu harus temani anak saya, Seumur Hidup Nya Tanpa Terkecuali.! Itu Hukuman untukmu yang sudah membuat nya Terluka.!" ucap papa dengan sanga lantang.
"Haa.. Apa pah..??" Fatih sangat terkejut dan tercekat mendengar ucapan papa yang sulit di percaya oleh nya.
"Apa kamu tuli, dan tidak mendengar nya.! baiklah.. akan saya tarik kembali perkataan tadi.!" ancam papa yang sudah menggoda menantu nya.
"Tidak.! Tidak.! tidak pah, aku sangat jelas mendengar nya." kepala nya sudah menggeleng geleng dengan cepat, dengan senyum manis di wajah nya.
"Baguslah.!"
"Terima kasih pah.." tubuh Fatih langsung menghambur memeluk sang papa dengan Binar bahagia yang tak dapat di jelaskan dengan kata kata.
Sang papa yang keras bagaikan batu ini, kini sudah luluh mencair dan datang merestui hubungan nya..
Tapi di tengah tengah kesyahduan mertua dan menantu nya itu, mendadak terdengar..
"Papa.!! Mas Fatih.!!." panggil seorang wanita dari dalam mobil
"Kalian berdua mesra mesraan nya udah belum.! Sekarang bantu aku turun dari sini.!" Teriak maya yang ternyata sudah ikut ke sini bersama papa nya.
__ADS_1
Ya.. ketika Maya tersadar tadi, sang papa menceritakan semua masalah nya pada putri nya. Bahkan dia juga sangat terharu, saat melihat begitu besar nya cinta Fatih terhadap anak semata wayang nya dan hal itu lah yang membuat hati papa bergetar..
Maya yang mendengar itu pun, sangat bahagia sekali mendengar itu dan secepatnya ingin memberitahu Fatih, dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaan nya yang masih sakit' dia hanya ingin menemui Fatih secepat nya walau harus menahan perih di badannya.
Dari kejauhan Fatih pun segera berlari dan mendekati istri nya..
"Ya Allah Maya.. kenapa kamu ikut ke sini." Fatih sangat panik sekali, kenapa istri nya sangat nekat sekali dengan keadaan yang masih terluka itu.
"Ciihh, Sok Khawatir kamu mas.! Bukan nya tadi kamu mau minggat.!! dan meninggalkan ku." cicit Maya, sambil berdecak dengan sebal nya.
"A..ku.." Fatih sudah tak bisa berkata kata lagi
"Dasar Bodo*.! bagaimana bisa kamu mengambil keputusan seperti itu.!" marah Maya, dengan tatapan nyalang nya. Dia tak mengira suami tampan nya, bisa melakukan apa pun untuk menyelematkan diri nya.
"Maaf.. Maafkan aku sayang." sesal fatih dengan wajah tertunduk nya.
"Papa.! Ayo kita pulang saja.! Aku tidak mau dengan pria bodo* ini." teriak Maya untuk menggoda Fatih
"Jangan.! Jangan.! jangan sayang.. aku mohon." fatih mencoba meraih tangan Maya tapi langsung di tepis nya.
"Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi." Fatih pun sudah menangkupkan tangan nya agar sang istri tak merajuk lagi
"Ehemm.. ehem.." kini papa ikut datang menghampiri sepasang suami istri itu
"Benar, kamu ingin pulang dengan papa..?? Bukankah tadi kamu yang mati matian, menangis, dan merengek ingin menemui nya." ledek papa.
"Ish' papa, tidak usah di ceritakan Hal itu."
"Haha.." mereka tertawa bersama.
Sungguh Allah menghadirkan Hikmah di setiap ujian yang di berikan pada setiap Hamba nya.
Dan dari musibah ini, Justru dua sejoli itu menemukan Keridhoan dan Restu dari papa.
*******
Malam hari
Di rumah, maya semakin di ratukan dengan keadaan yang sedang sakit membuat nya semakin Extra di perhatikan dan di manja oleh sang ibu dan suami.
"Mas aku mau ayam nya Aaa.." ucap maya dengan manja.
"iya sayang." Fatih pun menyuapi nya dengan telaten sambil mengusap lembut pipi nya.
"jangan lupa pakai sayur nya." pinta maya.
"iya sayang.."
"mas bagaimana keadaan anak kita."
"Alhamdulillah dokter mengatakan kehamilan mu baik sayang.." jelas fatih
"Syukurlah."
"Sayang.. terima kasih sudah mau berkorban demi diriku." fatih mencium tangan maya lembut
"aku ridho menahan sakit karena luka, dari pada aku yang harus melihat kamu terluka mas." maya mencium kening fatih dengan lembut dan fatih pun tersenyum sendu.
"Nak ini ibu bawa buah yang sudah di kupas untuk mu." tiba tiba ibu datang dengan piring di tangan.
"terima kasih bu." ucap maya.
"bagaimana dengan luka mu." tanya ibu sambil menyuapi nya buah.
"Alhamdulillah sudah lebih baik Bu."
"kamu sebenar nya kenapa bisa sampai seperti itu.?"
__ADS_1
"Menantu ibu sedang memperagakan film action seperti di televisi bu.!" ledek fatih.
"Auuww.!!" jeweran sayang pun melayang